Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Unik Daocheng Yading Airport, Bandara Tertinggi di Dunia

5 Fakta Unik Daocheng Yading Airport, Bandara Tertinggi di Dunia
Bandara Daocheng Yading, Tiongkok (commons.wikimedia.org/Frankmnl)
Intinya Sih
  • Bandara Daocheng Yading di Sichuan, Tiongkok, berada di ketinggian sekitar 4.411 meter dan tercatat sebagai bandara sipil tertinggi di dunia menurut Guinness World Records.
  • Dibangun untuk membuka akses wilayah terpencil Daocheng dan kawasan wisata Yading, bandara ini resmi beroperasi sejak 2013 dan memangkas waktu perjalanan dari dua hari menjadi satu jam penerbangan.
  • Berada di dataran tinggi ekstrem, bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 4.200 meter untuk mengatasi udara tipis serta mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal meski menantang secara fisik bagi pengunjung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Keberadaan bandara sering kali menjadi nadi penghubung suatu wilayah dengan dunia luar. Ia bukan sekadar tempat lepas landas dan mendarat, tetapi juga simbol aksesibilitas, ekonomi, dan kemajuan. Idealnya, sebuah bandara dibangun di lokasi yang strategis, mudah dijangkau, serta memiliki kondisi geografis yang mendukung operasional penerbangan.

Namun, tidak semua wilayah memiliki kemewahan itu. Beberapa lanskap justru menantang batas logika manusia. Di sinilah muncul bandara-bandara yang berdiri di kondisi tak biasa, contohnya Bandara Daocheng Yading yang berada di ketinggian ekstrem. Berikut beberapa fakta unik bandara tersebut.

1. Berada di ketinggian lebih dari 4000 mdpl

Pesawat di Bandara Daocheng Yading
Pesawat di Bandara Daocheng Yading (commons.wikimedia.org/Frankmnl)

Bandara Daocheng Yading terletak di Provinsi Sichuan, Tiongkok, dengan ketinggian sekitar 4.411 meter di atas permukaan laut. Angka ini menjadikannya bandara sipil dengan elevasi tertinggi di dunia menurut Guinness World Records. Sebagai perbandingan, bandara tertinggi kedua adalah Qamdo Bamda dengan ketinggian sekitar 4.334 meter, disusul Bandara Kangding di 4.280 meter, keduanya berada di Tiongkok. Selisih elevasinya memang tidak jauh, tetapi tetap menempatkan Daocheng di posisi tertinggi.

2. Dibangun untuk membuka wilayah terpencil

Kawasan wisata gunung suci Yading
Kawasan wisata gunung suci Yading (commons.wikimedia.org/Toni Wöhrl)

Pembangunan bandara ini dimulai sebagai upaya pemerintah Tiongkok untuk membuka akses ke wilayah terpencil di Daocheng dan kawasan wisata Yading. Proyek bandara rampung dan resmi dibuka pada tahun 2013. Sebelum adanya bandara, perjalanan menuju daerah ini bisa memakan waktu hingga dua hari melalui jalur darat yang sulit. Kini, perjalanan itu hanya membutuhkan satu jam penerbangan. Kehadirannya menjadi solusi nyata atas keterisolasian geografis kawasan dataran tinggi Tibet bagian Timur.

3. Desain dan operasional yang menantang

Pesawat di apron dalam cuaca berkabut
Pesawat di apron dalam cuaca berkabut (commons.wikimedia.org/AcidBomber)

Karena berada di ketinggian luar biasa, desain Bandara Daocheng Yading tidak bisa disamakan dengan bandara biasa. Landasan pacunya dibuat sangat panjang untuk mengompensasi tipisnya udara yang memengaruhi daya angkat pesawat. Panjang landasan pacu pada umumnya berada di kisaran 2.500 hingga 3.500 meter, cukup untuk melayani pesawat jet seperti Boeing 737 atau Airbus A320. Namun, di Daocheng Yading Airport, runway dibangun hingga sekitar 4.200 meter.

Dijelaskan laman Simple Flying, kebutuhan landasan pacu panjang ini disebabkan oleh udara yang jauh lebih tipis di ketinggian 4.411 mdpl. Padahal, daya angkat pesawat sangat bergantung pada kerapatan udara: semakin tipis udara, semakin kecil gaya angkat yang dihasilkan sayap pada kecepatan yang sama. Artinya, pesawat membutuhkan kecepatan lebih tinggi untuk bisa menghasilkan lift yang cukup agar dapat lepas landas. Nah, untuk mencapai kecepatan tersebut, pesawat memerlukan jarak akselerasi yang lebih panjang, dan di sinilah peran landasan paju ekstra panjang menjadi krusial.

4. Berdampak besar bagi pariwisata dan ekonomi

Bangunan utama Bandara Daocheng Yading
Bangunan utama Bandara Daocheng Yading (sichuantravelguide.com)

Sejak beroperasi, bandara ini membawa perubahan signifikan bagi wilayah Daocheng dan Yading. Akses yang sebelumnya sulit kini menjadi jauh lebih cepat dan efisien. Wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Yading, yang sering dijuluki sebagai “Shangri-La terakhir di bumi”, bisa dicapai dengan lebih mudah. Dampaknya, sektor pariwisata berkembang pesat dan turut menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari penginapan hingga usaha kecil masyarakat setempat.

5. Tantangan fisik bagi pengunjung

Pesawat di Bandara Daocheng Yading
Pesawat di Bandara Daocheng Yading (commons.wikimedia.org/Frankmnl)

Mengunjungi Bandara Daocheng Yading bukan tanpa risiko. Karena ketinggiannya, kita bisa mengalami gejala altitude sickness seperti pusing, mual, hingga sesak napas. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kadar oksigen yang lebih rendah dibandingkan di dataran rendah. Oleh karena itu, wisatawan biasanya disarankan untuk beristirahat sejenak setelah tiba sebelum melanjutkan perjalanan.

Keberadaan Bandara Daocheng Yading menjadi bukti bahwa batas geografis bukanlah halangan mutlak bagi manusia. Dengan teknologi, perencanaan, dan keberanian mengambil risiko, sesuatu yang tampak mustahil dapat diwujudkan. Bandara ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi simbol bagaimana manusia mampu menaklukkan ekstremnya alam demi konektivitas dan kemajuan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More