5 Fakta Unik Lebah Tanpa Sengat Ramping, Penting Bagi Penyerbukan

- Lebah tanpa sengat ramping memiliki pasukan khusus untuk menjaga koloni dan hidup di Meksiko hingga Argentina.
- Satu koloni lebah ini bisa berisikan 10,000 ekor lebah dan menjadi penyerbuk bagi 80 persen tanaman di biomanya.
- Meski tidak memiliki sengat, lebah ini mampu memproduksi madu yang berkhasiat sebagai obat alami bagi manusia.
Identik dengan sengatan, lebah menjadi serangga yang dihindari manusia. Kebanyakan spesies lebah memang tidak memiliki sengatan yang berbahaya. Namun, efek sengatannya cukup menyakitkan dan sama sekali tidak nyaman. Menarikanya, beberapa spesies seperti Tetragonisca angustula atau lebah tanpa sengat ramping sama sekali tidak bisa menyengat, lho.
Tanpa kehadiran sengat di abdomennya, spesies tersebut kehilangan alat pertahanan diri utamanya. Namun, ia tetaplah lebah yang bisa memproduksi madu, hidup berkoloni, dan menyebar ke berbagai belahan dunia. Mau tahu lebih banyak tentang spesies tersebut? Berikut lima fakta unik lebah tanpa sengat ramping yang wajib kamu tahu.
1. Pasukan khusus hadir untuk menjaga koloni

Dilansir Picture Insect, lebah tanpa sengat ramping tidak memiliki sengat. Alhasil hal tersebut menjadikannya tidak berbahaya bagi manusia. Namun, bukan berarti lebah ini tidak bisa mempertahankan diri dan koloninya. Justru hewan ini memiliki pasukan khusus berjumlah 45 ekor lebah yang bertugas mengusir predator dan pengganggu dari koloni. Pasukan tersebut selalu siap siaga di depan pintu masuk koloni dan akan menghalau pengganggu dengan segala cara. Selain itu koloninya juga dibuat dari lilin keras yang sulit ditembus.
2. Lebah ini hidup di Meksiko hingga Argentina

Artikel di jurnal Lundiana menjelaskan bahwa penyebaran lebah ini mencakup wilayah Amerika Tengah dan selatan. Spesies ini pernah ditemukan di wilayah Meksiko. Terus turun ke selatan, lebah tanpa sengat ramping juga menghuni daerah Argentina. Penyebarannya sangat luas, bahkan ia menyandang gelar sebagai spesies lebah dengan penyebaran terluas di bioma neotropikal. Lebah tanpa sengat ramping juga sangat adaptif karena bisa hidup di hutan, pepohonan, area urban, dan mampu membuat koloni di bekas sarang rayap.
3. Satu koloni berisikan 10,000 ekor lebah

Lebah tanpa sengat ramping memang mungil, tetapi ia bisa membalas dengan kuantitas yang berlimpah. Dilansir iNaturalist, satu koloni bisa berisikan hingga 10,000 ekor lebah. Menariknya, kurang 10 persen anggota koloni akan berpindah ke sarang baru. Saat berpindah lebah ini akan saling bergotong royong dan membantu perpindahan tersebut. Perpindahannya dipicu oleh ratu muda yang pergi dari koloni lama. Nantinya ratu tersebut akan membawa segelintir anggota koloni dan membentuk sarang baru. Dengan begitu, siklus kehidupan hewan ini akan terus berputar.
4. Ia jadi penyerbuk bagi 80 persen tanaman di biomanya

Seperti spesies lebah lain, ia merupakan pemakan nektar dan sering hinggap di berbagai jenis bunga. Secara umum semua spesies stingless bee atau lebah tanpa sengat merupakan penyerbuk alami yang berperan besar bagi pertumbuhan tanaman. Artikel di jurnal Revista de Biología Tropicali juga menjelaskan bahwa stingless bee bisa menjadi penyerbuk bagi 30-80 persen tanaman di biomanya.
Dalam satu penelitian, lebah tanpa sengat ramping mampu menjadi penyerbuk bagi 61 spesies tanaman. Uniknya, 45 di antaranya merupakan spesies ekslusif yang hanya didatangi oleh lebah tanpa sengat ramping. Lebih lanjut, Schinus terebinthifolius merupakan salah satu tanaman kesukaan hewan ini. Selain itu tanaman dari famili Asteraceae dan Meliaceae juga kerap disambangi.
5. Serangga ini bisa memproduksi madu

Tubuh kecil dan ketidakhadiran sengat tak membuat hewan ini kehilangan kemampuan untuk memproduksi madu. Artikel di jurnal Interciencia menjelaskan bahwa lebah tanpa sengat ramping mampu memproduksi madu yang dikenal sebagai miel de angelita atau madu malaikat kecil. Bukan sekadar madu, kandungan di dalamnya sangat bermanfaat bagi manusia, lho.
Madu lebah ini dipercaya memiliki kandungan yang bisa menjadi obat alami bagi manusia. Secara spesifik, madunya memiliki efek antibakterial dan mampu menghalau infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Karena hal tersebut, harga madunya cukup tinggi. Bahkan banderol harganya bisa 10 kali lebih tinggi dari madu biasa yang dihasilkan oleh lebah lain.
Bukan sekadar serangga kecil yang beterbangan dari satu bunga ke bunga lain, lebah tanpa sengat ramping merupakan hewan yang penting. Kekurangan yang ia miliki juga tertutup oleh berbagai kelebihan luar biasa. Maka dari itu, lebah tanpa sengat ramping membuktikan bahwa hewan kecil sekalipun tak bisa diremehkan. Sebab, tubuh kecilnya pasti menyimpan berbagai keunikan.


















