Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Fakta Ilmiah tentang Cara Hewan Bersembunyi dari Predator

ilustrasi bunglon (pexels.com/Pincalo)
ilustrasi bunglon (pexels.com/Pincalo)
Intinya sih...
  • Kamuflase untuk menyamarkan diriBeberapa hewan berkamuflase agar sulit dikenali predator, seperti bunglon dan serangga daun.
  • Mimikri untuk menipu predatorHewan meniru spesies berbahaya atau beracun agar pemangsa enggan mendekat.
  • Perilaku diam dan membekuHewan mengandalkan perilaku diam total atau membeku saat merasa terancam.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di alam liar, kemampuan bertahan hidup bukan hanya ditentukan oleh kekuatan fisik atau kecepatan dalam berlari saja, namun juga kecantikan dalam menghindari berbagai potensi ancaman. Banyak hewan yang mengembangkan adanya strategi bersembunyi yang cukup unik dan kompleks agar dapat membantu menghadapi tekanan predator yang terus berlangsung selama ribuan tahun.

Strategi yang ada bukan hanya kerap menggandakan keberuntungan, namun juga melibatkan perubahan warna tubuh, perilaku khusus, hingga kemampuan untuk menyatu secara langsung dengan lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, simaklah beberapa fakta ilmiah berikut ini terkait cara hewan bersembunyi dari serangan predator agar bisa bertahan di habitatnya dengan baik.

1. Kamuflase untuk menyamarkan diri

Beberapa hewan kerap memiliki kemampuan untuk berkamuflase, sehingga memungkinkan warna dan pola tubuhnya menyerupai lingkungan sekitar dan sulit dikenali oleh predator. Adaptasi ini memang terjadi melalui seleksi alam, yaitu di mana individu yang lebih mampu menyatu dengan habitatnya ternyata memiliki peluang hidup dan reproduksi yang jauh lebih besar.

Contohnya adalah bunglon yang bisa menyesuaikan warna kulit dengan kondisi cahaya dan juga emosi. Selain itu, ada pula banyak serangga daun dan kupu-kupu yang memiliki pola sayap yang menyerupai dedaunan kering, sehingga predator kerap kali melewatkannya.

2. Mimikri untuk menipu predator

ilustrasi ular (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi ular (pexels.com/Pixabay)

Mimikri merupakan strategi pada saat hewan meniru penampilan atau perilaku spesies lain yang berbahaya atau tidak disukai oleh predator, sehingga pemangsa pun enggan untuk mendekat. Secara ilmiah, fenomena ini memang dikenal sebagai mimikri Batesian atau Mullerian, tergantung pada apakah hewan tersebut beracun atau hanya meniru hewan yang beracun.

Sebagai contoh, ada beberapa spesies ular tidak berbisa yang ternyata memiliki pola warna menyerupai ular berbisa agar memberikan kesan ancaman bagi predator. Strategi ini cukup efektif karena predator mungkin pernah memiliki pengalaman buruk dengan spesies berbahaya dan biasanya akan cenderung menghindari pola visual seperti itu.

3. Perilaku diam dan membeku

Bukan hanya perilaku fisik, banyak juga hewan yang mengandalkan perilaku diam total atau membeku pada saat merasa terancam. Respons ini dikenal sebagai thanatosis atau berpura-pura mati yang secara neurologis dipicu oleh sistem saraf sebagai mekanisme pertahanan otomatisnya.

Ada beberapa mamalia kecil, serangga, hingga reptil yang memanfaatkan respons ini pada saat jarak dengan predator sudah terlalu dekat untuk melarikan diri. Dengan tidak bergerak dan memperlambat detak jantung, maka mereka akan mengurangi kemungkinan menarik perhatian predator yang peka terhadap gerakan sekecil apa pun.

4. Memanfaatkan lingkungan sebagai perlindungan

ilustrasi semut (pexels.com/Egor Kamelev)
ilustrasi semut (pexels.com/Egor Kamelev)

Banyak hewan yang kerap memanfaatkan struktur lingkungan seperti liang, celah batu, atau dasar perairan berlumpur untuk bersembunyi dari ancaman. Adaptasi ini sering kali disertai dengan bentuk tubuh yang mendukung, seperti misalnya tubuh pipih untuk bisa masuk dengan mudah ke sela-sela sempit atau kemampuan menggali tanah dengan sangat cepat.

Strategi ini menunjukkan hubungan erat antara morfologi tubuh dan habitat alami yang ditempati oleh suatu spesies. Dalam jangka panjang, hewan yang mampu memanfaatkan lingkungan secara efektif ini memiliki tingkat keberlangsungan hidup yang lebih tinggi jika dibandingkan mereka yang tidak memiliki kemampuan adaptif serupa.

Cara hewan bersembunyi dari predator merupakan hasil proses evolusi panjang yang melibatkan perubahan fisik dan perilaku secara bersamaan. Memahami fakta ilmiah di balik strategi tersebut dapat membantumu untuk melihat bahwa setiap makhluk hidup memiliki mekanisme cerdas untuk mempertahankan dirinya. Mereka pun bisa merasa lebih aman di tengah persaingan alam yang semakin kompetitif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Situs Kuno yang Menyaksikan Gerhana Matahari Cincin sejak Ribuan Tahun Lalu

18 Feb 2026, 18:49 WIBScience