5 Fakta Sucre, Kota Putih Bersejarah di Bolivia dengan Pesona Klasik

- Sucre adalah tempat lahirnya kemerdekaan Bolivia, dengan deklarasi kemerdekaan ditandatangani pada 6 Agustus 1825 di Casa de la Libertad.
- Kota ini diakui sebagai situs warisan dunia UNESCO berkat arsitektur kolonial yang terjaga dan nilai sejarahnya yang tinggi.
- Sucre memiliki universitas tertua di Bolivia, Universidad Mayor Real y Pontificia de San Francisco Xavier de Chuquisaca, didirikan pada tahun 1624.
Sucre dikenal sebagai Kota Putih berkat deretan bangunan kolonialnya yang dicat putih bersih dan terawat rapi. Kota ini terletak di wilayah selatan Bolivia dan berada di ketinggian sekitar 2.800 meter di atas permukaan laut. Suasananya tenang, klasik, dan jauh dari hiruk-pikuk kota besar.
Meski pusat pemerintahan Bolivia berada di La Paz, Sucre tetap memegang status sebagai ibu kota konstitusional negara. Kota ini menjadi pusat kekuasaan yudikatif dan simbol sejarah nasional Bolivia. Berikut 5 fakta menarik kota putih bersejarah dengan pesona klasik ini.
1. Tempat lahirnya kemerdekaan Bolivia

Sucre memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan Bolivia. Dilansir Lonely Planet, di kota inilah deklarasi kemerdekaan Bolivia ditandatangani pada 6 Agustus 1825. Peristiwa tersebut terjadi di bangunan bersejarah yang kini dikenal sebagai Casa de la Libertad.
Gedung ini dulunya merupakan bagian dari universitas kolonial dan menjadi lokasi sidang penting. Kini, Casa de la Libertad berfungsi sebagai museum nasional. Pengunjung dapat melihat dokumen dan artefak yang berkaitan dengan lahirnya negara Bolivia.
2. Diakui sebagai situs warisan dunia UNESCO

Pusat bersejarah Sucre diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991. Pengakuan ini diberikan karena arsitektur kolonialnya yang terjaga dengan baik dan nilai sejarahnya yang tinggi. Tata kota dan bangunannya mencerminkan perpaduan budaya Spanyol dan tradisi lokal.
Destary menyebutkan bahwa bangunan gereja, biara, dan rumah kolonial masih mempertahankan desain asli abad ke-16 hingga ke-19. Keseragaman warna putih memperkuat identitas visual kota. Hal ini menjadikan Sucre salah satu kota kolonial paling autentik di Amerika Selatan.
3. Memiliki universitas tertua di Bolivia

Sucre adalah rumah bagi Universidad Mayor Real y Pontificia de San Francisco Xavier de Chuquisaca. Britannica menjelaskan bahwa universitas ini didirikan pada tahun 1624 dan menjadi salah satu institusi pendidikan tertua di Amerika Latin. Sejak masa kolonial, kampus ini telah menjadi pusat intelektual penting.
Banyak tokoh penting Amerika Latin pernah belajar atau mengajar di sini. Institusi ini berperan dalam menyebarkan gagasan kemerdekaan di kawasan tersebut. Hingga kini, universitas tersebut tetap menjadi kebanggaan warga Sucre.
4. Kota dengan arsitektur kolonial yang konsisten

Salah satu daya tarik utama Sucre adalah arsitektur kolonialnya yang hampir seragam. Dilansir BoliviaBella, balkon kayu, halaman dalam (patio), dan gereja bergaya barok menghiasi pusat kota. Contoh menonjol dapat dilihat pada Metropolitan Cathedral of Sucre yang berdiri megah di alun-alun utama.
Konsistensi warna putih pada bangunan bukan sekadar estetika, tetapi juga bagian dari identitas kota. Pemerintah setempat menerapkan aturan konservasi untuk menjaga tampilan historisnya. Upaya ini membuat Sucre tetap mempertahankan pesona klasiknya hingga kini.
5. Iklim sejuk dan nyaman sepanjang tahun

Berada di dataran tinggi Andes, Sucre memiliki iklim yang relatif sejuk dan nyaman. Climate Data menyebutkan bahwa suhu rata-ratanya berkisar antara 15-20 derajat celsius sepanjang tahun. Kondisi ini membuat kota terasa lebih bersahabat dibandingkan wilayah tropis Bolivia lainnya.
Iklim yang stabil juga mendukung aktivitas wisata dan kehidupan sehari-hari penduduknya. Pengunjung dapat berjalan santai menikmati arsitektur kolonial tanpa cuaca ekstrem. Kombinasi cuaca sejuk dan lanskap perbukitan menambah daya tarik Sucre sebagai destinasi budaya.
Sucre bukan hanya kota dengan bangunan putih yang indah, tetapi juga simbol lahirnya sebuah bangsa. Dari deklarasi kemerdekaan hingga warisan arsitektur kolonial yang terjaga, setiap sudutnya menyimpan cerita panjang sejarah Bolivia. Dengan pesona klasik dan atmosfer tenang, Sucre tetap menjadi salah satu kota paling berkarakter di Amerika Selatan.


















