Tupai dianugerahi kaki depan yang cekatan dengan cakar tajam yang memungkinkan mereka mencengkeram kulit kayu, kabel, dan permukaan sempit lainnya. Kaki belakang mereka dapat berputar hingga 180 derajat, yang merupakan adaptasi yang sangat berguna.
Biasanya mamalia memanjat pohon jauh lebih mudah daripada turun. Hal ini dikarenakan saat turun, cakar mengarah ke belakang relatif terhadap arah gravitasi, sehingga saat turun dengan kepala terlebih dulu, mereka tidak mendapatkan traksi dan tergelincir.
Sementara itu, tupai mengatasi hal ini dengan memutar kaki belakangnya sehingga cakarnya mengait ke depan, ke kulit kayu. Ini tidak hanya memungkinkan traksi penuh saat menghadap ke bawah pada permukaan vertikal, tetapi juga kemudi dan pengereman yang terkontrol saat mereka turun. Itulah mengapa tupai tidak perlu mundur menuruni pohon seperti kucing, mereka mampu meluncur turun dengan kepala terlebih dulu.
Rotasi ini tupai manfaatkan untuk melompat dan menjaga keseimbangan diri di kabel listri. Hal ini memungkinkan mereka untuk menjejakkan kaki pada sudut yang tidak biasa, menyebarkan berat badan mereka dengan lebih aman, dan menjaga keseimbangan bahkan ketika permukaan terlalu sempit untuk posisi berdiri empat titik yang tidak biasa.
Dengan memahami seberapa sering tupai melintasi kabel listrik, membuat kita tahu seberapa sering juga pemadaman listri terjadi akibat ulah tupai. Bahkan, diketahui setiap tahunnya pasti ada masalah listrik yang disebabkan tupai. Di mana tupai adalah penyebab utama pemadaman listri yang disebabkan hewan di banyak bagian Amerika Serikat dan tempat lain.
Masalah ini sangat signifikan sehingga perusahaan utilitas terpaksa mengambil tindakan. Karena satu cakar yang salah tempat dapat menyebabkan pemadaman yang mahal, perusahaan listri menggunakan berbagai perangkat dan modifikasi desain untuk menjauhan tupai dari berbagai jaringan listrik yang dialiri listrik.