Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Vienna State Opera, Salah Satu Gedung Seni Terbaik di Dunia
Vienna State Opera (commons.wikimedia.org/Granada/CC BY-SA 4.0)
  • Vienna State Opera di Wina dirancang Eduard van der Nüll dan August Sicard von Sicardsburg bergaya neorenaisans; kritik keras publik dan kaisar berujung pada kematian keduanya pada 1868.
  • Pengeboman Sekutu pada 12 Maret 1945 menghancurkan hampir seluruh gedung. Austria kemudian memilih merekonstruksinya sebagai bagian pemulihan identitas budaya pascaperang.
  • Di bawah Gustav Mahler, opera menerapkan disiplin dan pembaruan panggung; kini dikenal lewat audisi musisi ketat, Vienna Opera Ball, teknologi panggung, serta siaran gratis lebih dari 80 pertunjukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ibu kota Austria, Wina, memang begitu terkenal sebagai salah satu pusat seni bersejarah di Eropa. Di kota ini ada satu gedung opera yang telah berdiri sejak abad ke-19, namanya adalah Vienna State Opera. Tempat ini juga menjadi saksi hidup bagaimana seni drama teater berkembang di Eropa dari masa ke masa.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Vienna State Opera, kali ini akan dibahas lima fakta unik yang dimiliki oleh gedung opera yang satu ini. Penasaran ada apa saja? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

1. Latar belakang pembangunan yang sangat tragis

Vienna State Opera (commons.wikimedia.org/Rosser1954/CC BY-SA 4.0)

Di balik megahnya Vienna State Opera berdiri hingga detik ini, ternyata gedung seni ini memiliki cerita kelam di dalamnya. Gedung ini dirancang oleh dua orang arsitek sekaligus yang bernama Eduard van der Nüll dan August Sicard von Sicardsburg. Kedua arsitek ini membawakan aliran seni bergaya neorenaisans, namun hal itu malah mendapat kecaman yang menyeramkan dari publik dan media. Secret Vienna Tours juga menjelaskan bahwa Kaisar Franz Joseph memberikan kritik tajam dengan menyebut bangunan ini seperti "kotak tenggelam" karena satu sisi tampak lebih rendah.

Tekanan psikologis yang diterima oleh kedua arsitek ini jelas sangat berdampak pada kondisi fisik dan mentalnya. Karena merasa karya yang telah diterapkan tidak dihargai, Eduard van der Nüll akhirnya memutuskan untuk gantung diri pada April 1868. Bagaimana dengan Sicardsburg? Ia juga meninggal dunia setelah beberapa minggu kepergian Eduard akibat stroke parah.

2. Tragedi pengeboman pada Perang Dunia II

Vienna State Opera (commons.wikimedia.org/Granada/CC BY-SA 4.0)

Setelah tragedi kemanusiaan yang tragis terjadi setelah proses pembangunan gedung, Vienna State Opera kembali menjadi saksi hidup betapa mengerikannya Perang Dunia II saat itu. Pada 12 Maret 1945, bangunan ini mengalami kehancuran total akibat bom udara yang diluncurkan oleh pasukan Sekutu. Semua isi gedung ini hampir sepenuhnya lenyap akibat kebakaran besar, hanya menyisakan area lobi utama, tangga megah, dan beberapa tembok bagian luar. Laman gedung opera ini sendiri, yaitu Staatsoper Wien menjelaskan tragedi pengeboman tragis ini dengan detail.

Perdebatan sempat muncul setelah perang usai, apakah gedung ini harus dibangun ulang atau dirombak total menggunakan desain yang lebih modern? Pemerintah Austria akhirnya mengambil keputusan yang sangat tepat, yaitu memilih rekonstruksi sebagai bentuk kebangkitan nasional dan pemulihan identitas budaya pada bangunan ini di Wina setelah perang berakhir.

3. Gustav Mahler membawa perubahan yang sangat berani

Vienna State Opera (commons.wikimedia.org/Joseolgon/CC BY-SA 4.0)

Gustav Mahler adalah seorang komposer dan konduktor yang menjabat sebagai Direktur Artistik sejak tahun 1897 di Vienna State Opera. Ia dikenal sebagai pemimpin yang membawa perubahan radikal dengan membawa aturan yang lebih disiplin dan ketat. Banyak aturan tegas yang mulai diterapkan, salah satunya adalah tidak mengizinkan penonton yang terlambat dengan cara dikuncinya pintu auditorium. World History Encyclopedia juga menjelaskan bahwa Mahler adalah orang yang mudah marah ketika musisi dan penyanyinya yang membuat kesalahan dan banyak orang yang mengatakan bahwa ia adalah sosok yang arogan.

Mahler tidak suka dengan gaya bermain drama yang lambat, bahkan mengenai dekorasi sekalipun. Ia juga tidak suka dengan tata letak panggung yang kaku. Tercatat dalam sejarah bahwa Mahler bekerja sama dengan desainer panggung Alfred Roller untuk mengganti dekorasi panggung yang kaku menjadi desain panggung yang lebih modern.

4. Orkestra paling dihormati di dunia yang bertransformasi menjadi ruang dansa setiap tahun

Vienna State Opera (commons.wikimedia.org/Mstyslav Chernov/CC BY-SA 3.0)

Harus diakui bahwa sistem yang dibawakan oleh Gustav Mahler membawa pengaruh yang lebih baik meskipun dinilai cukup radikal. Sistem rekrutmen musisi untuk masuk ke Vienna State Opera juga bukanlah hal yang mudah, mereka harus melewati banyak tahapan audisi yang begitu ketat selama bertahun-tahun. Biasanya hanya musisi yang bisa menunjukkan kemampuan dan cara mereka bertahan di panggung opera ini yang nantinya akan dipilih untuk menjadi bagian dari Vienna State Opera.

Selain dikenal karena telah menjadi rumah bagi musisi jajaran elit, gedung opera ini juga memiliki tradisi unik tiap tahun, yaitu bertransformasi menjadi ruang berdansa yang juga disebut sebagai acara Vienna Opera Ball. Hanya butuh kurang dari 24 jam, auditorium opera akan diubah menjadi ruang berdansa megah yang banyak dikunjungi oleh tokoh penting dunia.

5. Salah satu pelopor teknologi panggung modern

Vienna State Opera (commons.wikimedia.org/P e z i/CC BY-SA 3.0 at)

Telah ada sejak era abad ke-19 membuat Vienna State Opera menjadi salah satu gedung opera paling tua dan bersejarah di Eropa. Bisa dibilang gedung ini adalah kiblat inovasi teknologi panggung teater di Eropa. Vienna State Opera menjadi salah satu gedung opera yang menggunakan sistem pencahayaan listrik modern dan teknologi hidrolik untuk menggerakkan dekorasi panggung besar dengan cepat, yang saat itu jarang sekali dimiliki oleh gedung opera lainnya.

Selain terkenal karena canggihnya teknologi yang dimiliki oleh Vienna State Opera di masa lalu, gedung opera ini juga tidak terpaku oleh satu masa saja, lho. Sebab, gedung Seni ini juga memiliki sistem penyiaran digital yang sangat ramah publik. Buktinya ada lebih dari 80 pertunjukan yang disiarkan secara langsung dan gratis di area alun-alun bagi siapa pun yang ingin melihat, biasanya terjadi saat musim panas atau musim semi. Hal ini membuktikan bahwa teknologi modern tidak selalu memiliki hak eksklusif kepada beberapa orang tertentu saja dan Vienna State Opera menerapkan itu agar pertunjukkan musik klasik dapat disaksikan oleh banyak orang.

Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh Vienna State Opera, gedung opera ikonik dan bersejarah yang terletak di Wina. Gimana, jadi sudah tahu, kan? Mulai dari latar belakang pembangunan yang tragis bagi para perancangnya hingga menjadi salah satu pelopor teknologi panggung modern yang terus mengikuti perkembangan zaman. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article