Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Zell Am See, Kota Cantik Austria di Tepi Danau Zeller See
Zell am See, Austria (unsplash.com/Dimitris Kiriakakis)
  • Zell am See di Salzburg berada di semenanjung tepi Danau Zeller See, dengan Gunung Schmittenhohe sebagai latar dan akses ke kawasan gletser Kitzsteinhorn.
  • Panorama kota berubah sepanjang musim: danau dan perahu menjadi daya tarik saat cerah, sementara Schmittenhohe beralih menjadi area ski serta snowboarding ketika musim dingin.
  • Pusat kota mempertahankan jejak sejarah melalui Town Square dan Vogtturm abad ke-12; perkembangan wisata menguat setelah kereta tiba pada 1875 dan kereta gantung dibuka pada 1927.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bayangkan berjalan menyusuri sebuah kota kecil dengan lanskap danau yang tenang diselimuti pegunungan menjulang di kejauhan. Rumah-rumah dan bangunan tua berdiri di antara lanskap Alpen, membuat suasananya terasa seperti berada di dalam kartu pos. Pemandangan seperti itu bisa ditemukan di Zell Am See, sebuah kota di negara bagian Salzburg, Austria.

Zell am See memang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata di kawasan Alpen. Namun, daya tariknya bukan hanya pemandangan pegunungan yang cantik. Kota ini juga memiliki danau, kawasan kota tua, bangunan berusia ratusan tahun, hingga sejarah panjang yang membuat perjalanan ke Zell am See terasa seperti menyusuri beberapa zaman sekaligus. Yuk kenalan lebih dekat dengan Zell am See lewat lima faktanya berikut!

1. Kota kecil yang berada di tepi danau dan kaki pegunungan

Zell am See, Austria (unsplash.com/Markus Lederer)

Saat berada di Zell am See, pemandangan alam tak perlu dicari jauh-jauh. Hal ini karena saat tiba di kota kecil ini, kamu bisa menikmati pemandangan Danau Zeller See yang membentang di dekat pusat kota dan lanskap Gunung Schmittenhohe yang berdiri di belakangnya. Kota ini bahkan berada di sebuah semenanjung kecil yang menjorok ke danau dan terbentuk oleh alliran Schmittenbach.

Posisi tersebut membuat suasana Zell am See terasa unik. Pengunjung dapat berjalan-jalan menyusuri tepi danau sambil menikmati pemandangan pegunungan, kemudian berpindah ke kawasan kota yang dipenuhi bangunan dan jalan bersejarah. Selain itu, kamu juga bisa mengunjungi kawasan gletser Kitzsteinhorn yang letaknya tak jauh dari kota ini.

2. Pemandangannya berubah mengikuti musim

Zell am See, Austria (unsplash.com/Hans Ott)

Pada hari yang cerah, permukaan danau Zeller See menjadi bagian dari panorama kota yang dikelilingi pegunungan. Pengunjung dapat menikmati suasana danau dengan berjalan di tepiannya atau mengikuti perjalanan dengan perahu. Dari Schmittenhohe, pemandangan bahkan melebar hingga puluhan puncak pegunungan yang menjulang di kawasan Salzburg.

Ketika musim dingin datang, suasananya berubah. Salju menyelimuti kawasan pegunungan dan kawasan wisata pun bergeser menuju olahraga musim dingin, seperti ski dan snowboarding di kawasan gunung Schmittenhohe. Perubahan suasana inilah yang membuat Zell am See tidak hanya dikenal sebagai destinasi musim panas, tetapi juga sebagai tujuan liburan musim dingin.

3. Pusat kotanya masih menyimpan suasana masa lalu

Town Square kota Zell am See, Austria (commons.wikimedia.org/Andrew Bossi)

Setelah menikmati pemandangan danau, perjalanan bisa dilanjutkan ke pusat kota. Di sana terdapat Town Square, sebuah alun-alun yang telah menjadi pusat kehidupan masyarakat Zell am See sejak berabad-abad yang lalu. Bahkan, bentuk alun-alun ini masih mempertahankan pola segitiga yang sudah ada sejak masa lampau.

Suasana alun-alun tersebut kini terasa lebih santai. Kawasan ini menjadi tempat berlangsungnya pasar, konser dan berbagai acara. Di sini terdapat zona pejalan kaki yang membuat pengunjung dapat menjelajahi kawasan ini tanpa harus berhadapan dengan lalu lintas kendaraan. Zell am See sendiri baru memperoleh status sebagai kota pada tahun 1928, sedangkan kawasan pusat kotanya menjadi zona bebas kendaraan pada tahun 1973.

4. Terdapat menara abad pertengahan Vogtturm di tengah kota

Museum Vogtturm di Kota Zell am See (commons.wikimedia.org/Museum Vogtturm)

Di tengah Town Square, sebuah menara batu berdiri di antara bangunan kota yang lebih modern. Namanya adalah Vogtturm, salah satu bangunan bersejarah yang menjadi landmark Zell am See. Dari luar, bangunan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi usianya membuatnya jadi salah satu saksi bisu perkembangan kota selama berabad-abad.

Vogtturm diperkirakan dibangun sekitar pertengahan abad ke-12. Dahulu, menara ini tidak hanya berfungsi sebagai bangunan pertahanan, tetapi juga digunakan untuk mengawasi para pelintas dan memungut biaya perjalanan. Kini, bangunan setinggi sekitar 23,5 meter tersebut menjadi museum yang menceritakan sejarah, seni, dan budaya Zell am See beserta wilayah sekitarnya.

5. Di balik kota wisata ini tersimpan sejarah ribuan tahun

Kedatangan kereta api mengubah Zell am See menjadi tujuan wisata. (commons.wikimedia.org/Austin Ring)

Jika dilihat sekarang, Zell am See mungkin lebih mudah dibayangkan sebagai kota liburan dengan danau dan pegunungan. Namun, jejak kehidupan manusia di sekitar kawasan ini ternyata jauh lebih tua daripada perkembangan pariwisatanya. Museum Vogtturm bahkan menyimpan artefak dari masa prasejarah, seperti pedang perunggu berusia 3.000 tahun.

Perkembangan Zell am See sebagai tujuan wisata baru semakin berkembang pesat pada abad ke-19 setelah jalur kereta api mencapai kota ini pada tahun 1875. Kedatangan kereta membuat perjalanan menuju kawasan Alpen menjadi lebih mudah dan mendorong pembangunan penginapan serta fasilitas wisata. Beberapa dekade kemudian, pada tahun 1927, Schmittenhohebahn dibuka sebagai kereta gantung pertama di Salzburg. Hal ini semakin memperkuat posisi Zell am See sebagai destinasi pegunungan.

Nah, itulah lima fakta menarik mengenai Kota Zell am See, Austria. Zell am See menjadi tempat yang mempertemukan banyak hal dalam satu lanskap. Ada danau yang bisa dinikmati dari tepi kota, pegunungan yang menjadi latar sepanjang perjalanan, serta bangunan tua yang menyimpan cerita dari masa lalu.


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article