Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Hewan yang Warnanya Berubah Mengikuti Suhu Sekitarnya, Ada Apa Saja?

5 Hewan yang Warnanya Berubah Mengikuti Suhu Sekitarnya, Ada Apa Saja?
ilustrasi kelinci himalaya (dok. ABC Petmeds/Himalayan Rabbits)
Intinya Sih
  • Beberapa hewan memiliki kemampuan mengubah warna tubuh sesuai suhu lingkungan sebagai strategi adaptasi untuk menjaga kestabilan suhu internal dan efisiensi energi.
  • Kelinci Himalaya, naga berjanggut, pari bintik biru, katak pohon salju, kumbang kura-kura emas, dan belalang gurun menunjukkan perubahan warna berbeda tergantung kondisi panas atau dingin di sekitar mereka.
  • Fenomena ini menegaskan pentingnya keseimbangan ekosistem dan perlindungan habitat alami agar mekanisme adaptasi termal hewan tidak terganggu oleh perubahan iklim global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di dunia hewan, fenomena "ajaib" ini bukanlah sekadar imajinasi, melainkan sebuah strategi adaptasi biologis yang sangat krusial untuk bertahan hidup. Perubahan warna yang dipicu oleh fluktuasi suhu ini merupakan mekanisme cerdas yang membantu hewan mengatur suhu internal tubuh mereka agar tetap stabil.

Alam semesta bekerja dengan cara yang menakjubkan, di mana pigmen dan struktur sel kulit hewan dapat merespons panas atau dingin layaknya sebuah sensor canggih. Beberapa hewan menggunakan perubahan ini untuk menyerap energi matahari lebih cepat, sementara yang lain melakukannya untuk memantulkan panas agar tidak mengalami kelebihan beban termal. Mari kita cari tahu lebih lanjut mengenai deretan hewan yang mampu mengubah penampilan mereka demi beradaptasi dengan suhu lingkungan berikut ini!

1. Kelinci Himalaya

Kelinci Himalaya
ilustrasi Kelinci Himalaya (dok. Creatures.com/Himalayan Rabbit)

Kelinci Himalaya merupakan salah satu contoh bagaimana suhu dapat menentukan warna bulu seekor mamalia. Dilansir laman The Wonder of Science, secara genetika, kelinci ini memiliki gen khusus yang menyebabkan produksi pigmen hitam dan hanya aktif pada area tubuh yang bersuhu lebih rendah. Akibatnya, bagian tubuh yang jauh dari inti panas tubuh seperti telinga, hidung, kaki, dan ekor akan tumbuh dengan bulu berwarna hitam pekat.

Sementara itu, bagian tubuh lainnya yang tetap hangat akan ditumbuhi oleh bulu berwarna putih bersih di sepanjang hidup mereka. Fenomena ini sangat fungsional karena warna hitam pada ujung tubuh membantu kelinci menyerap lebih banyak panas matahari untuk menjaga bagian tersebut agar tidak membeku. Fakta uniknya, jika bagian punggung kelinci ini sengaja didinginkan dalam waktu lama, bulu yang tumbuh di area tersebut juga bisa berubah menjadi hitam.

2. Naga Berjanggut

Naga Berjanggut
ilustrasi naga berjanggut (wikimedia.org/Andrew Mercer)

Reptil yang berasal dari daratan Australia ini memiliki kemampuan luar biasa untuk mengubah tingkat kegelapan kulitnya dalam waktu yang sangat singkat. Dilansir laman IFLScience, naga berjanggut atau Bearded Dragon akan merespons suhu pagi hari yang dingin dengan mengubah kulitnya menjadi warna yang jauh lebih gelap dari biasanya. Warna gelap ini bekerja secara ilmiah untuk menyerap radiasi panas dari sinar matahari dengan jauh lebih efisien dan cepat agar suhu tubuh mereka naik.

Sebaliknya, ketika matahari sudah berada tepat di atas kepala dan suhu udara menjadi sangat panas, kulit mereka akan berubah menjadi lebih terang atau kekuningan. Hal ini dilakukan agar tubuh mereka bisa memantulkan kembali sebagian besar radiasi panas sehingga mereka terhindar dari risiko dehidrasi atau serangan panas.

3. Pari Bintik Biru

Pari Bintik Biru
ilustrasi pari bintik biru (wikimedia.org/q phia)

Ikan pari bintik biru yang sering ditemukan di kawasan terumbu karang tropis ternyata memiliki sensitivitas warna yang sangat dipengaruhi oleh kondisi termal air di sekitarnya. Bintik-bintik biru elektrik yang menghiasi tubuhnya bukan hanya berfungsi sebagai peringatan bagi predator, tetapi juga sebagai indikator respons fisiologis terhadap suhu.

Dilansir laman Advance Science News, penelitian menunjukkan bahwa intensitas dan kecerahan warna biru tersebut dapat berubah-ubah seiring dengan naik atau turunnya suhu air laut di habitat mereka. Saat air laut berada pada suhu ideal yang hangat, metabolisme ikan pari ini bekerja dengan maksimal sehingga warna birunya tampak sangat kontras dan bercahaya. Namun, perubahan suhu yang drastis atau stres lingkungan sering kali membuat pigmen biru mereka tampak memudar atau berubah menjadi lebih kusam.

4. Katak Pohon Salju

Katak Pohon Salju
ilustrasi katak pohon salju (dok. The Reptilarium/Litoria caerulea)

Meskipun menyandang nama "salju", katak pohon unik ini justru memiliki mekanisme perlindungan diri yang sangat hebat saat menghadapi suhu lingkungan yang menyengat. Dilansir laman Nature Canada, katak pohon salju memiliki kulit yang mampu berubah menjadi sangat terang, bahkan hampir mendekati warna putih bersih ketika terkena paparan sinar matahari langsung. Perubahan warna ini berfungsi sebagai “perisai” alami yang memantulkan sebagian besar energi panas agar suhu internal katak tidak naik terlalu tinggi.

Sebagai hewan amfibi dengan kulit yang sangat sensitif, menjaga suhu tubuh tetap rendah adalah kunci agar mereka tidak kehilangan terlalu banyak cairan tubuh. Sebaliknya, saat suhu lingkungan menurun atau ketika mereka berada di area yang teduh, kulit mereka akan kembali menjadi lebih gelap dan kecokelatan.

5. Kumbang Kura-kura Emas

Kumbang Kura-kura Emas
ilustrasi kumbang kura-kura emas (wikimedia.org/Will Linnard)

Kumbang kura-kura emas menawarkan salah satu perubahan warna yang paling memukau dan rumit di dunia serangga karena melibatkan manipulasi cahaya secara fisik. Kumbang kecil ini memiliki cangkang transparan yang di bawahnya terdapat lapisan cairan mikroskopis yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan kelembapan.

Melansir laman WorldAtlas, saat suhu lingkungan berada dalam kondisi normal dan hangat, distribusi cairan tersebut membuat cangkangnya memantulkan cahaya dalam spektrum warna emas yang berkilauan. Namun, jika suhu berubah secara mendadak atau ketika kumbang merasa terancam, mereka akan mengalirkan kembali cairan tersebut sehingga warna emasnya menghilang dan berubah menjadi merah kecokelatan. Fenomena ini dikenal sebagai struktur warna fisik, di mana perubahan suhu memengaruhi cara cahaya dibiaskan oleh permukaan tubuh mereka.

6. Belalang Gurun

Belalang Gurun
ilustrasi belalang gurun (wikimedia.org/Michael Linnenbach)

Di lingkungan gurun yang ekstrem, belalang gurun harus memiliki sistem pertahanan termal yang sangat cepat untuk memastikan mereka tidak mati terpanggang matahari. Dilansir laman AskNature, belalang ini memiliki kemampuan untuk mengubah pigmen tubuhnya secara drastis berdasarkan suhu udara yang mereka rasakan setiap harinya.

Pada pagi hari saat udara masih terasa dingin, belalang gurun cenderung berwarna gelap agar mereka bisa mengumpulkan energi panas sebanyak mungkin untuk mulai terbang. Begitu suhu gurun mencapai puncaknya yang sangat panas, tubuh mereka akan segera bertransformasi menjadi warna kuning cerah atau terang. Warna kuning cerah ini secara ilmiah sangat efektif dalam memantulkan radiasi panas sehingga suhu tubuh mereka tetap berada dalam batas aman.

 

Mekanisme perubahan warna pada hewan yang dipicu oleh suhu merupakan salah satu bukti keajaiban alam dalam menciptakan sistem efisiensi energi yang luar biasa. Fungsi utama dari perubahan warna ini tidak hanya soal kecantikan visual, melainkan juga tentang kemampuan bertahan hidup melalui pengaturan suhu tubuh. Penting bagi kita untuk menjaga kelestarian habitat asli mereka agar fluktuasi suhu global akibat perubahan iklim tidak merusak siklus alami dari adaptasi ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More