Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Fakta Masjid Agung Sana'a, Situs Bersejarah Kuno di Yaman

6 Fakta Masjid Agung Sana'a, Situs Bersejarah Kuno di Yaman
Masjid Agung Sana'a di Yaman, salah satu masjid tertua di dunia yang didirikan pada abad ke-7. (commons.wikimedia.org/Scastellsf)
Intinya Sih
  • Masjid Agung Sana’a di Yaman dibangun sekitar tahun 630 M atas perintah Nabi Muhammad saw., menjadikannya salah satu masjid tertua dan pusat penyebaran Islam awal di luar Mekah dan Madinah.
  • Masjid ini terkenal dengan arah kiblatnya yang akurat menuju Gunung Deyn dan Ka’bah, serta arsitektur unik yang memadukan material kuno dari peradaban pra-Islam seperti Himyar dan Bizantium.
  • Penemuan ribuan naskah kuno pada 1972 menegaskan nilai sejarah masjid ini, yang kini menjadi bagian Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1986 dan terus dilestarikan melalui renovasi bertahap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Yaman merupakan negara di Jazirah Arab yang sejak dulu dikenal sebagai pusat perdagangan rempah dan peradaban kuno. Selain arsitektur dan keindahan alamnya, Yaman juga memiliki situs bersejarah yang sangat penting, yaitu Masjid Agung Sana’a atau Al-Jami al-Kabir bi-Sana'a. Berlokasi di pusat Kota Tua Sana’a, masjid ini telah berdiri sejak masa awal penyebaran Islam pada abad ke-7. Sebagai salah satu bangunan arsitektur Islam tertua di dunia, masjid ini menyimpan banyak sejarah, termasuk penemuan naskah-naskah kuno yang sangat berharga bagi ilmu pengetahuan.

Lantas, apa yang membuat masjid ini tetap bertahan dan sangat dihormati selama lebih dari seribu tahun? Mari simak sejarah dan keunikan Masjid Agung Sana’a dalam artikel berikut ini!

1. Salah satu masjid tertua di dunia yang terletak di Yaman

Masjid Agung Sana'a di Yaman, salah satu masjid tertua di dunia yang didirikan pada abad ke-7.
Masjid Agung Sana'a di Yaman, salah satu masjid tertua di dunia yang didirikan pada abad ke-7. (commons.wikimedia.org/Angela Schoettler († 2023))

Masjid Agung Sana'a merupakan salah satu masjid tertua di dunia yang dibangun sekitar tahun 630 M atas perintah langsung Nabi Muhammad saw. Terletak di Yaman, masjid ini menjadi pusat penyebaran Islam pertama di luar kota Mekah dan Madinah. Pembangunannya memanfaatkan material dari bangunan kuno sebelumnya, seperti Istana Ghumdan, yang membuktikan bahwa situs ini sudah menjadi pusat peradaban jauh sebelum era Islam.

Seiring berjalannya waktu, masjid ini terus mengalami renovasi dan perluasan oleh berbagai penguasa, mulai dari masa Kekhalifahan Umayyah hingga abad ke-16. Meskipun sempat mengalami kerusakan akibat banjir besar dan invasi, tokoh-tokoh penting seperti Ratu Arwa al-Sulayhi berperan besar dalam mempercantik interior masjid dengan ukiran langit-langit yang indah. Transformasi ini menjadikan Masjid Agung Sana'a tetap berdiri kokoh sebagai simbol sejarah dan arsitektur yang sangat dihormati hingga saat ini.

2. Kisah di balik arah kiblat Masjid Agung Sana’a

Masjid Agung Sana'a di Yaman, salah satu masjid tertua di dunia yang didirikan pada abad ke-7.
Masjid Agung Sana'a di Yaman, salah satu masjid tertua di dunia yang didirikan pada abad ke-7. (commons.wikimedia.org/Rick McCharles)

Menurut kisah turun-temurun di masyarakat Yaman, pembangunan Masjid Agung Sana’a tidak terlepas dari peran langsung Nabi Muhammad saw. yang mengutus sahabat Wabr bin Yuhanas Al-Anshari untuk membangun masjid tersebut. Dalam berbagai riwayat, Nabi Muhammad saw. memberikan instruksi khusus agar masjid dibangun di Taman Bathan dengan arah kiblat yang lurus menuju puncak Gunung Deyn. Kisah ini sering dianggap sebagai salah satu keistimewaan, mengingat penentuan arah kiblat yang sangat spesifik tersebut dilakukan pada masa awal Islam tanpa bantuan peralatan navigasi modern.

Penelitian oleh Syeikh Abdul Majid Al-Zandaney kemudian memperkuat narasi tersebut dengan menggunakan bantuan teknologi satelit masa kini. Hasil pengamatan melalui Google Earth menunjukkan bahwa titik pusat Masjid Agung Sana’a memang berada dalam satu garis lurus yang sejajar dengan puncak Gunung Deyn dan Ka’bah di Mekah, yang berjarak sekitar 815 kilometer. Akurasi posisi yang luar biasa ini sering menjadi topik diskusi, karena dianggap sebagai bukti ketepatan arah yang sulit dicapai tanpa petunjuk khusus pada zamannya.

3. Memadukan material kuno dalam arsitektur Islam

Masjid Agung Sana'a di Yaman, salah satu masjid tertua di dunia yang didirikan pada abad ke-7.
Masjid Agung Sana'a di Yaman, salah satu masjid tertua di dunia yang didirikan pada abad ke-7. (commons.wikimedia.org/lelebella)

Masjid Agung Sana'a memiliki keunikan karena dibangun menggunakan material dari reruntuhan bangunan kuno, seperti pilar dan dekorasi dari Kerajaan Himyar serta sisa-sisa Katedral Al-Qalis yang megah. Gaya bangunannya menggunakan teknik batu bertingkat yang dipengaruhi oleh budaya kuno Axumite dan Bizantium. Di bagian halamannya, terdapat sebuah struktur berkubah dari abad ke-16 yang menggunakan teknik batu berwarna (ablaq).

Bangunan ini dahulu berfungsi sebagai tempat menyimpan harta masjid, perpustakaan naskah kuno, dan kemungkinan memiliki fasilitas air untuk berwudu di bawahnya. Bagian dalam masjid memperlihatkan perpaduan sejarah yang sangat kaya, di mana lengkungan batu dan prasasti dalam bahasa kuno Sabaic digunakan kembali sebagai penyangga bangunan.

4. Memiliki struktur dan desain yang unik

Menara Masjid Agung Sana'a di Yaman, salah satu masjid tertua di dunia yang didirikan pada abad ke-7.
Menara Masjid Agung Sana'a di Yaman, salah satu masjid tertua di dunia yang didirikan pada abad ke-7. (commons.wikimedia.org/Rod Waddington)

Masjid Agung Sana'a memiliki desain bangunan awal Islam yang khas dengan halaman terbuka seluas 80 x 60 meter di bagian tengah yang dikelilingi serambi bertiang. Pengunjung dapat memasuki masjid melalui 12 pintu berbeda yang terhubung ke ruang-ruang salat. Masjid ini juga dilengkapi dengan dua menara tinggi yang menjadi ciri khas pemandangan kota tua, serta fasilitas sosial seperti dua perpustakaan dan asrama yang disediakan khusus untuk tempat tinggal para penuntut ilmu dan masyarakat yang membutuhkan.

Bagian yang paling istimewa adalah langit-langitnya yang terbuat dari kayu berukir dan dicat dengan sangat indah. Langit-langit ini dihiasi dengan tulisan Al-Qur'an menggunakan kaligrafi Kufi dan memiliki tiga gaya dekorasi yang berbeda dari berbagai zaman, mulai dari motif tanaman era Umayyah hingga pola bintang dan geometris dari abad ke-12.

5. Penemuan naskah kuno dan sisa peradaban

Fragmen dari manuskrip Sana'a, yang merupakan salah satu salinan Al-Quran tertua yang masih ada. Penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa perkamen tersebut berasal dari antara tahun 568 dan 645 Masehi.
Fragmen dari manuskrip Sana'a, yang merupakan salah satu salinan Al-Quran tertua yang masih ada. Penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa perkamen tersebut berasal dari antara tahun 568 dan 645 Masehi. (commons.wikimedia.org/Gerd R. Puin)

Pada tahun 1972, sebuah penemuan luar biasa terjadi ketika para pekerja sedang merenovasi bagian dinding loteng masjid. Mereka menemukan ribuan potongan manuskrip kuno dan perkamen yang tersembunyi selama berabad-abad. Di antara ribuan dokumen tersebut, terdapat naskah-naskah Arab langka dari masa awal Islam dan era Umayyah, termasuk Al-Qur'an kuno yang diyakini oleh sebagian orang ditulis atau disusun oleh Imam Ali. Penemuan ini pun menjadi salah satu harta karun naskah tertua dan paling berharga di dunia arkeologi.

Selain naskah kuno, para arkeolog juga menemukan sisa-sisa bangunan dan struktur kubah tua di bawah area masjid pada tahun 2006. Temuan ini memberikan bukti fisik tentang keberadaan gereja kuno dan pusat ibu kota lama sebelum masa Islam. Dengan adanya artefak dan reruntuhan bersejarah ini, Masjid Agung Sana'a terbukti bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga gudang penyimpanan sejarah yang mencatat perjalanan panjang peradaban di Yaman.

6. Ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1986

Kota Tua Sana'a di Yaman, sebuah situs warisan dunia UNESCO. Gambar ini juga menunjukkan Masjid Agung Sana'a (kiri) dengan dua menara putihnya.
Kota Tua Sana'a di Yaman, sebuah situs warisan dunia UNESCO. Gambar ini juga menunjukkan Masjid Agung Sana'a (kiri) dengan dua menara putihnya. (commons.wikimedia.org/Yarinya)

Masjid Agung Sana'a merupakan bagian penting dari Kota Tua Sana'a yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1986. Arsitekturnya yang unik menggunakan batu basal hitam dan bata merah dengan motif geometris menjadi ciri khas bangunan tradisional Yaman. Sebagai salah satu dari ribuan bangunan bersejarah di kota tersebut, masjid ini mendapatkan perhatian internasional untuk dijaga kelestariannya karena nilai sejarah dan religiusnya yang sangat tinggi bagi peradaban dunia.

Untuk menjaga kondisi bangunan dari kerusakan akibat usia, cuaca, maupun konflik, proses renovasi dilakukan secara bertahap sejak tahun 2003. Perbaikan ini mencakup pemugaran menara, pembaruan sistem air, hingga penggunaan kembali plester tradisional untuk mempertahankan keaslian dindingnya. Selain memperbaiki fisik bangunan, pengelola juga melakukan modernisasi pada fasilitas pendukung seperti area wudu dan toilet agar masjid tetap nyaman digunakan oleh jamaah tanpa merusak nilai sejarahnya.

Masjid Agung Sana’a adalah cermin perjalanan panjang peradaban Yaman yang terus bertahan melintasi zaman, yang menjadi saksi bisu bagaimana tradisi dan nilai-nilai Islam menyatu dalam satu harmoni. Menelusuri sejarah masjid ini tidak hanya memberi kita pengetahuan tentang masa lalu, tetapi juga apresiasi terhadap upaya manusia dalam merawat warisan budaya bagi generasi mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More