Sumber Referensi :
Indriani, A., Polii, B. J., & Ogie, T. (2021). Potential Leaves of Trembesi (Albizia saman (Jacq.) Merr.) as Bioaccumulators for Heavy Metal (Pb) in Manado City. Jurnal Agroekoteknologi Terapan, 2(2), 21-31.
Sulastri, S., Atmoko, D. D. P., & Mondiana, Y. Q. (2024). Analisis Kemampuan Jenis Pohon Dalam Mereduksi Emisi Karbondioksida (Co2) Pada Jalur Hijau Di Kota Malang. JURNAL GREEN HOUSE, 3(1), 17-25.
Aji, D. A. (2019). Evaluasi Potensi Fungsi Tanaman Sebagai Penyerap Polutan Gas CO2 pada Lanskap Regional Ring Road Kota Bogor.
Al-Hakim, A. H. (2014). Evaluasi efektivitas tanaman dalam mereduksi polusi berdasarkan karakter fisik pohon pada jalur hijau Jalan Pajajaran Bogor.
Pratama, F. N. F., Nurdianto, S. A., & Waluyo, S. (2022). Mistifikasi masyarakat jawa terhadap pohon beringin sebagai upaya untuk konservasi air tanah dan pencegahan bencana ekologis. Jantra, 17(1), 41-50.
Khair, U. (2020). Penggunaan Daun Tanjung (Mimusops Elengi L.) Sebagai Bioindikator Kontaminan Timbal (Pb) dan Seng (Zn) di Jalan Kota Banda Aceh (Doctoral dissertation, UIN AR-RANIRY).
Ibrohim, M. A., Sungkowo, A., & Gera, I. G. (2025). GERAKAN DESA HIJAU MELALUIPEMBERIAN BIBIT POHON GRATIS DALAM UPAYA PEMANFAATAN LAHAN PINGGIR JALAN TERHADAP KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN DI DESA KUTAWULUH. SESAMA, 1(1).
Tanjung, A., & Piliang, F. M. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Dengan Penanaman Tumbuhan Di Sekitar Lingkungan Masyarakat Di Desa Tangkahan Durian Kecamatan Brandan Barat. Maslahah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 48-52.
6 Pohon Penyerap Polusi Udara Tercepat, Wajib Tanam di Kota
- Artikel menyoroti enam jenis pohon penyerap polusi udara paling efektif di perkotaan, seperti trembesi, tabebuya, beringin, glodokan tiang, tanjung, dan sengon.
- Masing-masing pohon memiliki keunggulan unik dalam menyerap karbon dioksida, debu, serta gas berbahaya lain sambil memperindah lingkungan dan menambah oksigen.
- Penanaman pohon-pohon ini dianggap langkah sederhana namun berdampak besar untuk memperbaiki kualitas udara dan menciptakan kota yang lebih sehat serta sejuk.
Pernah nggak sih kamu ngerasa napas makin sesak tiap lewat jalanan macet penuh kendaraan? Atau merasa langit kota makin jarang biru, padahal dulu cerahnya bukan main? Yup, itu semua karena udara kita makin kotor, dan polusi makin menggila.
Tapi kabar baiknya, alam sebenarnya udah nyiapin solusi buat kita dalam bentuk pohon. Bukan pohon sembarangan, lho, tapi pohon-pohon penyerap polusi yang kerjanya kayak filter udara alami. Nah, kira-kira pohon apa saja itu? Yuk, simak daftarnya di bawah ini!
1. Trembesi (Samanea saman)

Pohon ini punya julukan “pohon hujan” bukan cuma karena daunnya menutup pas sore hari, tapi juga karena kehebatannya dalam menyerap karbon dioksida. Trembesi dikenal sebagai salah satu pohon dengan daya serap CO₂ tertinggi di dunia. Satu pohon trembesi dewasa bisa menyerap hingga 28,5 ton CO₂ per tahun!
Selain itu, pohon ini punya tajuk lebar dan rimbun yang bisa jadi peneduh alami. Daunnya yang lebat juga mampu menangkap partikel debu dan polutan lainnya sebelum masuk ke paru-paru kita. Trembesi nggak cuma bikin adem secara harfiah, tapi juga menyejukkan kualitas udara di sekitarnya. Nggak heran kalau pohon ini banyak ditanam di pinggir jalan besar.
2. Tabebuya
Pohon ini sering disangka sakura versi Indonesia karena bunganya yang mekar serentak dan cantik banget. Tapi jangan salah, tabebuya bukan cuma menyejukkan mata, tapi juga hebat dalam menyerap polutan dari kendaraan bermotor. Daunnya punya kemampuan menyerap sulfur dioksida (SO₂), nitrogen oksida (NOx), dan debu-debu halus.
Karena ukurannya nggak terlalu besar, tabebuya cocok ditanam di jalur pedestrian, taman kota, bahkan halaman rumah. Selain membantu menyaring udara, bunganya juga jadi rumah bagi serangga penyerbuk seperti lebah dan kupu-kupu. Jadi, kalau kamu mau kota yang cantik sekaligus sehat, tabebuya jelas pilihan yang cerdas.
3. Beringin (Ficus benjamina)

Beringin sering kali dianggap mistis, tapi kalau ngomongin manfaat ekologis, pohon ini juaranya. Daunnya yang rimbun dan banyak membuatnya jadi penyaring udara yang sangat efektif. Beringin mampu menyerap berbagai jenis polutan udara, termasuk karbon dioksida, karbon monoksida, dan debu.
Keunggulan lain dari beringin adalah kemampuannya untuk menghasilkan oksigen dalam jumlah besar. Di tengah kota yang sumpek dan penuh asap, beringin bisa jadi paru-paru mini yang sangat dibutuhkan. Plus, akarnya yang kuat bisa membantu mencegah erosi tanah dan banjir—komplit banget, kan?
4. Glodokan tiang (Polyalthia longifolia)

Glodokan tiang mungkin belum sepopuler pohon kota lainnya, tapi dari segi performa, dia patut diperhitungkan. Bentuknya tinggi, ramping, dan daunnya rimbun dari atas sampai ke bawah. Daun-daun inilah yang berfungsi sebagai filter alami, menyerap partikel polusi dan debu dari udara kota yang padat.
Karena bentuknya ramping, glodokan tiang cocok banget ditanam di pinggir jalan, median jalan, atau di area sempit. Dia nggak makan banyak ruang, tapi punya daya serap polusi yang luar biasa. Selain itu, pohon ini juga tahan terhadap iklim tropis dan tumbuh cepat, jadi kamu nggak perlu nunggu bertahun-tahun buat melihat hasilnya.
5. Tanjung (Mimusops elengi)
_Ereke_Buton_Island_2.jpg)
Pohon tanjung sering ditemukan di taman-taman tua atau di tepi sungai, dan itu bukan tanpa alasan. Selain kuat dan bisa hidup puluhan tahun, tanjung juga punya kemampuan luar biasa dalam menyerap polusi udara. Daunnya mengandung zat lilin alami yang mampu menangkap debu dan partikel kimia di udara.
Bonusnya? Bunganya harum banget! Pohon ini juga punya batang yang kokoh dan tahan angin, jadi cocok buat peneduh jalan atau penghias taman kota yang tahan banting.
6. Sengon (Albizia julibrissin)

Mirip trembesi, pohon sengon punya tajuk lebar dan tumbuh sangat cepat—bahkan dalam beberapa tahun saja udah bisa jadi peneduh besar. Kecepatannya tumbuh inilah yang bikin dia sering dijadikan solusi cepat buat penghijauan kota. Tapi bukan cuma cepat tumbuh, sengon juga piawai menyerap polusi dan memproduksi oksigen.
Pohon ini bisa menyerap banyak karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya, menjadikannya pilihan pas buat menurunkan emisi di area perkotaan. Tajuknya yang luas juga membantu mengurangi efek pulau panas di kota-kota besar. Kalau kamu pengen kota yang adem dan ramah lingkungan, sengon layak banget masuk daftar tanam.
Kota yang sehat bukan cuma soal teknologi dan infrastruktur, tapi juga tentang bagaimana kita merawat hubungan dengan alam. Menanam pohon adalah salah satu langkah paling sederhana tapi berdampak besar untuk memperbaiki kualitas udara dan hidup. Jadi, jangan tunggu sampai langit benar-benar kelabu atau udara makin sesak. Mulailah dengan satu pohon, dan biarkan dia jadi penyelamat kecil yang tumbuh setiap hari.



















