Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Fakta Menara London, Simbol Utama Kekuatan dan Penaklukan Norman
Menara Putih, yang berdiri di tengah kompleks kastil Menara London di London, Inggris. (unsplash.com/George Ciobra)
  • Menara London dibangun pada akhir 1066 oleh William Sang Penakluk sebagai simbol kekuasaan Norman dan kini menjadi contoh arsitektur militer abad pertengahan yang paling ikonik di Inggris.
  • Selama berabad-abad, Menara London berfungsi sebagai istana kerajaan, penjara politik, gudang senjata, hingga tempat penyimpanan Permata Mahkota yang dijaga ketat oleh pasukan kerajaan.
  • Tradisi dan legenda seperti penjaga Beefeaters, upacara penguncian gerbang setiap malam, serta mitos burung gagak menjadikan Menara London simbol sejarah dan budaya Inggris yang hidup hingga kini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menara London adalah kompleks benteng bersejarah di tepi Sungai Thames yang punya nama resmi His Majesty's Royal Palace and Fortress of the Tower of London. Selama hampir seribu tahun berdiri, bangunan ini memegang peran penting dalam sejarah Inggris dengan fungsi yang terus berubah secara tak terduga. Kira-kira, rahasia apa saja yang tersembunyi di balik bangunan bersejarah ini?

Berikut adalah tujuh fakta unik dan menarik tentang Menara London!

1. Dibangun sebagai simbol penaklukan norman

Menara London di tepi utara Sungai Thames. (commons.wikimedia.org/Source: [Duncan]/Derivative: User:MathKnight)

Menara London merupakan benteng kerajaan legendaris yang mulai dibangun menjelang akhir tahun 1066 oleh William Sang Penakluk. Pembangunannya merupakan bagian penting dari Penaklukan Norman, di mana benteng ini sengaja didirikan sebagai simbol kekuasaan baru yang awalnya sangat dibenci warga setempat. Bagian paling ikonik dari kompleks ini adalah sebuah menara utama bernama Menara Putih yang mulai dibangun sekitar tahun 1078.

Bangunan Menara Putih ini berbentuk hampir kotak dengan ukuran sekitar 36 x 33 meter dan menjulang setinggi 27 meter lengkap dengan menara di setiap sudutnya. Secara arsitektur, bangunan masif ini mengusung gaya Anglo-Norman abad pertengahan yang sangat khas dengan lengkungan bulat dan pembagian ruang yang rumit. Berkat desainnya yang kokoh, menara utama tersebut kini dianggap sebagai contoh paling sempurna dari arsitektur militer Norman awal di dunia.

2. Punya banyak fungsi di masa lalu

Tiga patung singa yang merupakan bagian dari pameran seni permanen bertajuk Royal Beasts di Menara London, dan dibuat untuk mengenang Royal Menagerie, yaitu koleksi hewan eksotis milik kerajaan. (commons.wikimedia.org/pam fray

Menara London awalnya dibangun sebagai simbol kekuatan Norman untuk mengendalikan area pelabuhan dan para pedagang di sana. Pada awal sejarahnya, kompleks ini sempat berfungsi sebagai istana yang menjadi tempat tinggal resmi bagi keluarga kerajaan. Namun, seiring berjalannya waktu, benteng ini terus berkembang dan memiliki banyak fungsi lain yang sangat beragam.

Selain menjadi penjara politik dan lokasi eksekusi, tempat ini juga pernah dipakai sebagai gudang senjata, ruang arsip, hingga pusat pencetakan uang. Menariknya lagi, menara ini dulunya merupakan kebun binatang pertama di London yang menampung hewan eksotis seperti singa dan beruang kutub sejak abad ke-13. Pada tahun 1835, hewan-hewan tersebut akhirnya dipindahkan ke Regent's Park dan menjadi cikal bakal dari London Zoo yang kita kenal sekarang.

3. Rumah bagi permata mahkota

Mahkota St. Edward, yang merupakan salah satu benda paling suci dan penting dalam kumpulan Permata Mahkota Britania Raya (Crown Jewels). (commons.wikimedia.org/Sir Robert Viner, 1st Baronet (1631–1688)/Royal Collection)

Tradisi menyimpan Permata Mahkota di Menara London diperkirakan sudah dimulai sejak masa pemerintahan Raja Henry III pada abad ke-13. Tempat ini sengaja dipilih karena bentengnya yang super aman, sehingga cocok untuk melindungi mahkota, tongkat kerajaan, pedang, dan perhiasan berharga lainnya. Koleksi luar biasa ini dikumpulkan selama berabad-abad oleh para raja bukan sebagai milik pribadi, tapi sebagai harta berharga milik negara dan simbol jabatan mereka.

Selain sebagai simbol kemegahan, harta karun ini dulunya sering digadaikan oleh raja saat membutuhkan dana darurat agar tidak bergantung pada kaum bangsawan. Karena fungsinya yang sangat krusial, seluruh perhiasan ini dijaga ketat oleh pasukan tentara, bahkan tradisi penjagaan tersebut masih berlanjut sampai sekarang. Saat ini, semua koleksi Permata Mahkota dipajang dengan rapi di dalam fasilitas khusus di Menara London agar bisa dilihat langsung oleh para pengunjung.

4. Punya reputasi kelam yang sebenarnya "meleset"

Plakat di Menara London yang menampilkan informasi mengenai eksekusi Josef Jakobs. (commons.wikimedia.org/McPhail)

Menara London sangat identik dengan kisah seram tentang penyiksaan dan eksekusi mati, salah satunya menimpa Anne Boleyn yang merupakan istri Raja Henry VIII. Padahal, reputasi kelam ini sebenarnya sedikit meleset karena fakta sejarah mencatat hanya ada 7 orang yang dieksekusi di dalam benteng sebelum abad ke-20. Kebanyakan eksekusi massal justru dilakukan di area terbuka bernama Tower Hill yang terletak di sebelah utara kastil, dengan total 112 eksekusi selama periode 400 tahun.

Saat memasuki masa Perang Dunia, fungsi benteng ini pun beralih kembali menjadi penjara militer dan tempat pengadilan tertutup untuk para mata-mata. Tercatat ada 12 orang yang ditembak mati karena kasus spionase selama Perang Dunia I, serta beberapa tawanan perang penting yang ditahan di sini saat Perang Dunia II. Tokoh penting seperti wakil Adolf Hitler, Rudolf Hess, menjadi tahanan negara terakhir di sana pada tahun 1941, disusul oleh mata-mata Jerman bernama Josef Jakobs sebagai orang terakhir yang dieksekusi di tempat ini.

5. Dijaga oleh para beefeaters

Para Yeomen Warders, yang populer dikenal sebagai "Beefeaters", sedang berdiri di luar di halaman Menara London. (commons.wikimedia.org/Michel wal)

Para penjaga seremonial di Menara London yang memakai seragam khas merah-hitam ini secara resmi disebut Yeoman Warders atau populer dengan nama Beefeaters. Pasukan pengawal ini sebenarnya sudah didirikan sejak tahun 1485 dan awalnya bertugas sebagai bagian dari pengawal pribadi raja Inggris. Baru pada tahun 1500-an, Raja Henry VIII memutuskan untuk menempatkan beberapa dari mereka di sana agar menjaga kompleks Menara secara permanen.

Seiring berjalannya waktu, khususnya pada abad ke-16 dan ke-17, tugas utama mereka pun mulai bergeser untuk mengawasi para tahanan yang mendekam di dalam benteng. Meskipun dulunya punya tugas yang menegangkan, kini peran mereka sudah jauh lebih ramah dan menyenangkan bagi para pengunjung. Saat ini, mereka menjadi ikon budaya Inggris yang terkenal ramah, bertugas memandu wisatawan, sekaligus ikut menjaga keamanan harta karun Permata Mahkota.

6. Ada ritual upacara penguncian gerbang

Menara Byward yang berfungsi sebagai pintu masuk utama Menara London. (commons.wikimedia.org/dynamosquito)

Setiap malam tepat jam 10 malam, Menara London selalu mengadakan ritual militer kuno yang disebut The Ceremony of the Keys alias Upacara Kunci. Ritual penguncian gerbang utama benteng ini dipimpin oleh Kepala Penjaga Menara bersama para pengawal dari pasukan tentara kerajaan. Hebatnya lagi, tradisi yang sangat dihormati ini sudah berlangsung secara rutin tanpa terputus selama lebih dari 700 tahun.

Asal-usul upacara unik ini ternyata bermula pada bulan Desember 1340 karena dipicu oleh amarah Raja Edward III. Saat itu, sang Raja datang berkunjung secara mendadak malam-malam dan kaget karena bisa masuk begitu saja ke dalam benteng tanpa ada yang menjaga. Merasa keamanan kastil sangat teledor, Raja langsung menjebloskan Kepala Penjaga Menara ke penjara dan memerintahkan agar gerbang wajib dikunci rapat setiap matahari terbenam.

7. Ada mitos tentang burung gagak

Salah satu burung gagak yang bertengger di atas meriam antik di Menara London. (unsplash.com/Andrew Ebrahim)

Menara London punya mitos unik yang mewajibkan minimal harus ada enam ekor burung gagak yang tinggal di dalam benteng setiap saat. Menurut legenda setempat, jika burung-burung gagak ini sampai pergi meninggalkan benteng, maka Menara London dan seluruh Kerajaan Inggris dipercaya bakal runtuh. Karena mitos itulah, pihak kerajaan selalu memelihara dan menjaga kawanan burung ini dengan sangat baik di dalam kompleks Menara.

Untuk memastikan mereka tidak kabur, kerajaan sampai mempekerjakan seorang petugas khusus dari Yeoman Warder yang disebut Ravenmaster. Tugas utama sang Ravenmaster adalah merawat, memberi makan, dan mengawasi burung-burung tersebut agar tetap betah tinggal di sana. Supaya tidak terbang terlalu jauh, sayap burung-burung gagak ini juga sengaja dipotong sedikit.

Menara London adalah cerminan hidup dari perjalanan panjang sejarah Inggris yang penuh warna. Dari simbol kekuasaan yang ditakuti hingga menjadi rumah bagi harta paling berharga milik kerajaan, setiap sudut benteng ini menyimpan kisah berharga yang tak lekang oleh waktu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article