Ada burung yang tampak seperti hasil perpaduan antara kalkun, burung pemangsa, dan dinosaurus kecil. Salah satunya adalah seriama kaki merah (Cariama cristata), burung darat dari Amerika Selatan yang memiliki tubuh tinggi, leher panjang, kaki merah, jambul khas, serta sepasang cakar melengkung pada jari kakinya. Sekilas, penampilannya memang membuat siapa pun mudah membayangkan dunia ketika dinosaurus masih mendominasi daratan. Namun, kemiripan tersebut bukan berarti seriama merupakan dinosaurus yang selamat dari kepunahan. Secara taksonomi, spesies ini termasuk famili Cariamidae dalam ordo Cariamiformes. Salah satu kelompok burung modern yang memiliki sejarah evolusi tersendiri. Pusat Nasional Informasi Bioteknologi (NCBI) bahkan menempatkan Cariamidae dalam garis keturunan burung modern yang berada di dalam kelompok teropoda secara evolusioner, sebagaimana seluruh burung modern merupakan keturunan dinosaurus teropoda.
Keunikan seriama kaki merah tidak berhenti pada penampilannya. Burung yang banyak ditemukan di habitat terbuka Amerika Selatan, terutama kawasan Cerrado Brasil, ini merupakan predator darat yang dapat mengejar mangsa dengan berlari, menangkap reptil, memangsa ular, dan menggunakan kakinya untuk membantu menahan mangsa. Bahkan, sebuah penelitian khusus mengenai penggunaan cakarnya menemukan bahwa cakar pada jari kedua seriama memiliki bentuk melengkung, seperti sabit dan biasanya terangkat dari permukaan tanah. Bentuk tersebut secara kasatmata mengingatkan pada cakar deinonychosaur, kelompok dinosaurus teropoda yang telah punah. Para peneliti menekankan bahwa kemiripan itu kemungkinan merupakan hasil evolusi konvergen, bukan karena seriama mempertahankan cakar dinosaurus secara langsung. Penasaran, kan? Yuk, kita telusuri fakta unik dari burung kaki merah yang satu ini!
