Comscore Tracker

8 Fenomena Langit Edisi Oktober 2022, Ramai Hujan Meteor!

Bulan dan planet juga saling menyapa

Apa yang terbenak dalam pikiranmu saat mendengar "Oktober"? Hari Kesaktian Pancasila? Hari Batik Nasional? Atau, malah... Halloween?

Ya, bulan Oktober memang banyak menyajikan momen penting, dan langit pada Oktober tahun ini juga menyajikan berbagai fenomena tak kalah menakjubkan. Siapkan teleskop dan alarmmu, inilah berbagai fenomena langit bulan Oktober 2022 yang spektakuler!

1. Saturnus menyapa Bulan pada 5 Oktober

8 Fenomena Langit Edisi Oktober 2022, Ramai Hujan Meteor!ilustrasi konjungsi Bulan dan Saturnus (space.com)

Membuka fenomena langit bulan ini, Saturnus dijadwalkan bertemu dengan Bulan pada 5 Oktober. Dilansir In the Sky, Bulan akan berada di magnitudo -12,5, sementara Saturnus berada di magnitudo 0,3. Fenomena ini terjadi 53° di atas cakrawala timur, tepatnya di konstelasi Capricornus.

Fenomena konjungsi ini bisa terlihat mulai pukul 18.00 waktu setempat dan akan mencapai titik tertinggi (79°) di cakrawala selatan pada 20.21 waktu setempat. Jangan sampai terlewat karena fenomena ini bisa terlihat hingga pukul 01.55 waktu setempat pada 6 Oktober.

In the Sky menuliskan bahwa fenomena ini bisa terlihat dengan mata telanjang. Namun, jika ingin melihat Bulan dan Planet Bercincin ini secara detail, gunakan teleskop, ya.

2. Jupiter bertemu Bulan dan hujan meteor Draconid mencapai puncaknya pada 9 Oktober

8 Fenomena Langit Edisi Oktober 2022, Ramai Hujan Meteor!Salah satu citra Jupiter yang diambil oleh pesawat antariksa Juno (dok. NASA)

Tak mau kalah dengan Saturnus, kali ini giliran Jupiter yang bertemu dengan Bulan pada 9 Oktober. Berlangsung di cakrawala timur konstelasi Pisces, Bulan yang melintasi arah selatan Jupiter akan berada di magnitudo -12,7, dan Jupiter akan berada di magnitudo -2,9.

Sementara fenomena ini bisa terlihat sejak pukul 18.00 waktu setempat, konstelasi antara Bulan dan Planet Raksasa ini akan mencapai titik tertinggi (84°) di cakrawala utara pada pukul 22.48 malam waktu setempat, dan akan terbenam di cakrawala barat pada 04.16 (10 Oktober).

Seperti konjungsi Bulan dan Saturnus, fenomena ini bisa terlihat dengan mata telanjang. Namun, untuk melihat kemegahan Jupiter dan satelit-satelit alaminya, lebih baik gunakan teleskop.

3. Puncak hujan meteor Taurid Selatan pada 10 Oktober

8 Fenomena Langit Edisi Oktober 2022, Ramai Hujan Meteor!ilustrasi hujan meteor (unsplash.com/Austin Schmid)

Hujan meteor Taurid Selatan turun pada 10 Oktober–20 November. Nah, hujan meteor ini justru mencapai puncaknya pada 10 Oktober. Menurut In the Sky, sumber hujan meteor ini adalah komet 2P/Encke. Di Indonesia, hujan ini mulai terlihat pukul 18.50 waktu setempat, tepatnya di langit konstelasi Cetus.

Puncak hujan meteor Taurid Selatan terlihat paling fenomenal pada pukul 23.00–01.00 (11 Oktober) dini hari. Pada puncaknya, hujan meteor ini jatuh dengan intensitas 5 meteor per jam. Agar optimal, carilah bidang pandang yang luas, tanpa halangan apa pun, dan pastikan langit bebas polusi serta cerah.

4. Hujan meteor δ-Aurigid mencapai puncaknya pada 11 Oktober

8 Fenomena Langit Edisi Oktober 2022, Ramai Hujan Meteor!ilustrasi hujan meteor (wired.com)

Pada 10–18 Oktober, hujan meteor δ-Aurigid akan turun. Akan tetapi, sehari setelah bermula, hujan meteor ini mencapai puncaknya langsung pada 11 Oktober. Seperti namanya, hujan meteor ini terlihat di langit konstelasi Auriga.

Menurut In the Sky, hujan meteor ini terlihat mulai pukul 22.30 dan paling deras terlihat mulai pukul 23.00–04.00 (12 Oktober) subuh. Jangan sampai terlewatkan karena mulai pukul 05.09, hujan meteor δ-Aurigid sudah usai.

Sayangnya, penampakan Bulan di langit cukup mengaburkan meteor ini, sehingga kamu perlu benar-benar memperhatikan langit malam untuk melihat hujan meteor ini. Turun dengan intensitas hanya 2 meteor per jam, pastikan bidang pandangmu luas tanpa halangan dan langit cerah serta bebas polusi.

Baca Juga: 7 Suara yang Tertangkap dari Luar Angkasa, Mengagumkan!

5. Rapat antara Mars dan Bulan pada 15 Oktober

8 Fenomena Langit Edisi Oktober 2022, Ramai Hujan Meteor!planet Mars (pixabay.com/AlexAntropov86)

Pada 18 Oktober mendatang, Bulan dijadwalkan "berkencan" dengan Mars. Konjungsi antara Bulan dan Planet Merah ini akan bertempat di langit konstelasi Taurus di mana Bulan akan berada di magnitudo -12,2, sedangkan Mars berada di magnitudo -0,9.

In the Sky mendata Bulan terlihat di sebelah utara Mars, dan fenomena ini bisa terlihat mulai pukul 22.37 waktu setempat, di ketinggian 7° di cakrawala timur laut. Pada 03.51 (19 Oktober) dini hari, konjungsi ini mencapai titik tertinggi 60° di cakrawala utara, dan mulai terbenam pada 05.16 subuh di cakrawala barat laut.

Fenomena konjungsi Mars dan Bulan bisa dilihat tanpa teleskop. Namun, untuk melihat Planet Merah secara mendetail, amat disarankan untuk menggunakan teleskop atau Mars hanya akan tampak bak bintang di langit.

6. Puncak hujan meteor ε-Geminid pada 18 Oktober

8 Fenomena Langit Edisi Oktober 2022, Ramai Hujan Meteor!ilustrasi hujan meteor (pixabay.com/OpenClipart-Vectors)

Pada 14–27 Oktober, langit akan disuguhi hujan meteor ε-Geminid. Hujan meteor yang berlangsung di langit konstelasi Gemini ini akan mencapai puncaknya pada 18 Oktober mendatang. Hujan meteor ini akan bermula pada 23.05 waktu setempat di langit cakrawala utara.

Derasnya hujan meteor ε-Geminid akan mulai terlihat pada 19 Oktober, pukul 01.00–05.00 waktu setempat, hingga meredup pada 05.06 subuh. Hanya turun 2–3 meteor per jam, kamu perlu benar-benar memperhatikan langit malam. Pastikan bidang pandang luas dan bebas halangan, serta langit cerah tanpa polusi.

7. Hujan meteor Orionid memuncak pada 21 Oktober

8 Fenomena Langit Edisi Oktober 2022, Ramai Hujan Meteor!ilustrasi hujan meteor (pexels.com/molochkomolochko)

Sesuai namanya, hujan meteor Orionid turun di langit konstelasi Orion pada 2 Oktober–7 November. Nah, hujan meteor ini kebetulan akan sedang deras-derasnya pada 21 Oktober mendatang. Dilansir In the Sky, hujan meteor ini bersumber dari komet 1P/Halley.

Hujan meteor Orionid akan mulai turun pada 22.20 waktu setempat di langit cakrawala timur. Puncak hujan meteor Orionid bisa dilihat pada 22 Oktober, pukul 01.00–04.00, dan meredup dan menghilang pada 05.05 subuh.

Cukup deras, hujan meteor ini akan turun dengan intensitas 13–15 meteor per jam pada puncaknya. Pastikan saja bidang pandangmu luas tanpa halangan, dan langit cerah minim cahaya dan polusi.

8. Puncak hujan meteor Leonis Minorid jatuh pada 24 Oktober

8 Fenomena Langit Edisi Oktober 2022, Ramai Hujan Meteor!hujan meteor (masslive.com)

Sesuai namanya, hujan meteor satu ini turun di konstelasi Leo Minor pada 19–27 Oktober. Nah, hujan meteor Leonis Minorid akan mencapai puncaknya pada 24 Oktober mendatang. Kamu bisa melihat hujan meteor ini di langit cakrawala utara mulai pukul 02.46 mulai 19 Oktober.

Puncak hujan meteor Leonis Minorid bisa mulai terlihat pada pukul 01.00 dini hari waktu setempat pada 25 Oktober. Berdasarkan informasi In the Sky, hujan meteor ini berasal dari komet C/1739 K1.

Perlu benar-benar memperhatikan langit malam untuk hujan meteor satu ini karena pada puncaknya pun, hujan meteor Leonis Minorid hanya turun 2 meteor per jam saja. Selain itu, pastikan bidang pandang luas tanpa halangan apa pun, serta langit bebas polusi dan cerah.

Meski tak terlihat di Tanah Air, gerhana Matahari parsial terjadi pada 25 Oktober

8 Fenomena Langit Edisi Oktober 2022, Ramai Hujan Meteor!ilustrasi gerhana matahari parsial (skyandtelescope.com.au)

Pada 25 Oktober mendatang, Matahari akan mengalami gerhana parsial. Saat gerhana Matahari parsial, Matahari melintasi entah bagian atas Kutub Utara atau di bawah Kutub Selatan. Untuk gerhana Matahari parsial saat ini, Matahari akan melintasi atas Kutub Utara.

Sayangnya, fenomena ini tak bisa terlihat dari langit Indonesia. Fenomena ini bisa disaksikan oleh negara-negara belahan utara Bumi. Rusia berkesempatan untuk melihat gerhana Matahari parsial ini dengan 82 persen Matahari tertutup Bulan. Tak ada bagian Bumi yang melihat gerhana Matahari total karena posisi Bulan dan Matahari tak sejajar.

Itulah beberapa fenomena langit yang mewarnai langit bulan Oktober 2022. Takut terlewat? Yuk, di-bookmark. Kalau terlewat pun, tidak apa-apa! Masih ada 2 bulan lagi menuju penghujung tahun.

Baca Juga: Bingung Bintang Selalu Terlihat Sama? Ini Penjelasannya!

Topic:

  • Fatkhur Rozi

Berita Terkini Lainnya