Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
 Apa Itu Sesar Buta dan Kenapa Sulit Dideteksi?
ilustrasi pantai (pexels.com/Petra Nesti)
  • Sesar buta adalah rekahan aktif di bawah tanah yang tidak mencapai permukaan, sehingga tidak meninggalkan garis patahan jelas meski tetap dapat memicu gempa.
  • Deteksinya sulit karena tertutup sedimen, deformasinya halus dan tersebar, serta jejak aktivitas lama dapat hilang akibat erosi, tumbuhan, dan aktivitas manusia.
  • Ilmuwan memanfaatkan survei seismik, pola gempa, GPS, dan InSAR untuk memetakan sesar buta; keberadaannya penting dalam penilaian risiko gempa perkotaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat membicarakan tentang sesar aktif, kita mungkin membayangkan retakan atau garis panjang yang terlihat jelas di permukaan tanah. Padahal, tidak semua sesar meninggalkan jejak seperti itu. Ada jenis sesar yang pergerakannya terjadi jauh di bawah permukaan sehingga nyaris tidak menunjukkan tanda yang mudah dikenali dari atas.

Sesar ini disebut sesar buta (blind fault). Walaupun tersembunyi, sesar buta tetap bisa bergerak dan memicu gempa bumi. Justru karena keberadaannya sulit diketahui, sesar seperti ini menjadi salah satu tantangan dalam pemetaan dan penilaian risiko gempa, terutama di wilayah perkotaan.

1. Apa itu sesar buta?

Sesar adalah rekahan pada kerak Bumi yang memungkinkan dua blok batuan di kedua sisinya bergerak relatif satu sama lain. Salah satu jenisnya adalah sesar naik atau thrust fault, ketika satu blok batuan terdorong naik di atas blok lainnya akibat tekanan dari dalam kerak Bumi.

Pada sesar buta, rekahan tersebut tidak mencapai permukaan. Ujung sesar berhenti di bawah lapisan batuan atau sedimen sehingga tidak membentuk garis sesar yang jelas di permukaan. Sederhananya, sesar buta merupakan sesar yang aktif di bawah tanah, tetapi "jejaknya" tidak sampai terlihat langsung di permukaan.

2. Mengapa disebut sesar "buta"?

Istilah "buta" merujuk pada sifatnya yang tersembunyi. Pada sesar yang mencapai permukaan, ahli geologi dapat mencari berbagai petunjuk seperti tebing sesar, sungai yang bergeser, lembah yang terbentuk secara tidak biasa, atau lapisan tanah yang terpotong.

Petunjuk seperti itu jauh lebih sulit ditemukan pada sesar buta. Pergerakan di kedalaman bisa hanya membuat lapisan batuan di atasnya melengkung atau mengalami deformasi secara perlahan. Akibatnya, dari permukaan, wilayah tersebut bisa terlihat seperti daerah biasa meskipun terdapat struktur geologi aktif di bawahnya.

3. Mengapa sesar buta sulit dideteksi?

ilustrasi pantai (unsplash.com/Michelle Spollen)

Salah satu penyebab utamanya adalah tidak adanya patahan yang jelas di permukaan. Selain itu, beberapa faktor lain membuat keberadaan sesar ini semakin sulit dikenali.

Pertama, sesar dapat tertutup oleh lapisan sedimen yang tebal. Lapisan tersebut bisa mengalami pelipatan ketika mendapat tekanan, bukan langsung pecah hingga ke permukaan.

Kedua, deformasi akibat pergerakan sesar dapat tersebar di area yang luas. Alih-alih membentuk retakan tajam, permukaan tanah mungkin hanya mengalami pengangkatan atau pelengkungan yang sangat halus.

Ketiga, beberapa sesar memiliki interval gempa yang sangat panjang. Jika sebuah sesar baru bergerak setelah ribuan tahun, tanda-tanda kecil dari aktivitas sebelumnya bisa tertutup oleh sedimentasi, erosi, tumbuhan, maupun aktivitas manusia.

4. Bagaimana ilmuwan menemukan sesar yang tersembunyi?

Meski tidak terlihat dari permukaan, sesar buta bukan berarti mustahil dideteksi. Para ilmuwan menggunakan berbagai metode untuk mencari petunjuk tidak langsung.

Salah satunya adalah survei seismik refleksi dan refraksi. Gelombang dikirim ke dalam tanah, kemudian pantulannya direkam untuk melihat susunan lapisan batuan di bawah permukaan. Pola lapisan yang terlipat atau terganggu dapat menjadi petunjuk adanya sesar yang terkubur.

Para peneliti juga dapat melihat lokasi gempa dan pola gempa susulan. Jika pusat-pusat gempa berada pada pola tertentu di kedalaman, susunannya dapat membantu memperkirakan posisi dan kemiringan sesar.

Selain itu, teknologi seperti GPS dan InSAR dapat digunakan untuk mengukur perubahan permukaan tanah yang sangat kecil. Pengangkatan, penurunan, atau pelengkungan tanah yang terjadi secara perlahan dapat memberikan petunjuk tentang aktivitas struktur di bawahnya.

5. Sesar buta bisa ditemukan setelah gempa terjadi

Dalam beberapa kasus, keberadaan sesar buta baru benar-benar dipahami setelah terjadi gempa. Para ilmuwan kemudian menganalisis lokasi pusat gempa, gempa susulan, perubahan permukaan tanah, serta struktur batuan di bawah permukaan untuk mengetahui sumber guncangan.

Gempa Northridge di Los Angeles pada 1994 merupakan salah satu contoh gempa yang berkaitan dengan blind thrust fault. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa sesar yang tidak memiliki jejak patahan yang jelas di permukaan tetap dapat menghasilkan gempa yang merusak. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kota-kota yang berdiri di atas cekungan sedimen, karena struktur aktif di bawah tanah bisa saja belum sepenuhnya terpetakan.

6. Mengapa keberadaan sesar buta perlu diperhatikan?

ilustrasi pantai (pexels.com/Hanif Ismail)

Sesar buta penting dalam kajian risiko gempa karena tidak terlihatnya jejak di permukaan bukan berarti tidak ada ancaman gempa. Jika sesar tersebut aktif dan mengalami pelepasan energi secara tiba-tiba, wilayah di sekitarnya tetap dapat mengalami guncangan kuat.

Karena itu, pemetaan risiko gempa tidak cukup hanya mengandalkan apa yang terlihat di permukaan. Data seismik, pemantauan gempa, pengukuran deformasi tanah, serta penelitian struktur bawah permukaan perlu digabungkan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.

Pada akhirnya, sesar buta mengingatkan kita bahwa sebagian ancaman gempa justru berada di tempat yang tidak bisa dilihat secara langsung. Semakin baik struktur tersembunyi ini dipahami, semakin akurat pula upaya untuk memperkirakan risiko gempa di suatu wilayah.

Referensi

Comet. Diakses pada September 2026. Blind Thrust Fault
NBC News. Diakses pada September 2026. Mystery Solved about Dangerous ‘Blind’ Faults
Temblor. Diakses pada September 2026. Hidden Faults Pose a Hazard to Major Cities around the World
University of Postdam. Diakses pada September 2026. Blind Faults - New Findings on Earthquake Hazards in Coastal Regions

Curated For You

Editorial Team

Related Article