ilustrasi bawang merah (unsplash.com/Burhan Rexhepi)
Terkait residu pestisida dan kondisi bahan organik tanah di sentra bawang merah Brebes, penelitian menunjukkan bahwa residu dari beberapa jenis pestisida yang telah lama dilarang masih terdeteksi di dalam tanah. Selain itu, hampir seluruh lokasi survei juga menunjukkan adanya residu pestisida pada tanaman.
“Temuan tersebut menjadi pengingat penting bahwa pemulihan kualitas tanah harus menjadi bagian dari sistem budidaya bawang merah berkelanjutan,” imbuhnya.
Kandungan bahan organik tanah di Brebes saat ini masih tergolong rendah sehingga diperlukan upaya pemulihan secara bertahap melalui penambahan bahan organik yang telah terfermentasi sempurna serta pengelolaan pH tanah menggunakan dolomit agar kesuburan tanah dapat kembali meningkat.
Melalui rangkaian penelitian, BRIN tidak hanya menghasilkan inovasi di laboratorium, tetapi juga menghadirkan solusi yang telah dibuktikan langsung di lahan petani.
Berbagai rekomendasi yang dihasilkan diharapkan mampu membantu petani meningkatkan produktivitas bawang merah, mengurangi penggunaan pestisida, menjaga kesehatan lingkungan serta mendukung terwujudnya pertanian yang lebih berkelanjutan di Indonesia.