ilustrasi menggunakan masker (pexels.com/cottonbro studio)
Paparan abu vulkanik dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit. Karena itu, penting untuk melindungi diri sejak abu mulai turun hingga proses pembersihan selesai. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Tutup rapat jendela, pintu, dan celah yang memungkinkan abu masuk ke dalam rumah. Matikan AC, kipas, atau sistem ventilasi yang mengambil udara dari luar. Kamu juga bisa meletakkan handuk lembap di bagian bawah pintu untuk membantu menghalangi masuknya partikel abu yang halus.
Jika harus keluar rumah atau membersihkan abu, gunakan respirator N95 yang terpasang dengan baik untuk menyaring partikel abu. Kenakan juga kacamata pelindung agar mata tidak terkena abu. Sebaiknya jangan gunakan lensa kontak selama abu masih beterbangan karena partikel abu yang terjebak di bawah lensa dapat menggores kornea.
Kenakan pakaian berlengan panjang, celana panjang, topi, dan sepatu tertutup ketika berada di luar atau membersihkan abu. Jika kulit atau mata terkena abu, segera bilas dengan air bersih dan jangan menggosoknya. Setelah kembali ke dalam rumah, sebaiknya segera mandi dan cuci rambut untuk membersihkan sisa abu yang menempel.
Abu yang beterbangan dapat mengurangi jarak pandang dan masuk ke mesin kendaraan sehingga berisiko menyumbat komponen mesin. Jika benar-benar harus berkendara, tutup jendela dan jangan menyalakan AC karena sistem tersebut dapat menarik udara dari luar.
Jangan langsung menyapu abu dalam kondisi kering karena partikel tersebut bisa kembali beterbangan dan terhirup. Basahi abu sedikit terlebih dahulu sebelum menyapunya. Untuk permukaan di dalam rumah, gunakan penyedot debu jika memungkinkan daripada mengelap atau menggosoknya secara kasar karena abu vulkanik bersifat abrasif dan dapat menggores permukaan.
Hindari langsung menyikat atau menggosok abu yang menempel pada mobil karena partikelnya dapat menggores cat. Bilas kendaraan dengan air terlebih dahulu agar endapan abu terangkat dengan lebih aman.
Itulah beda abu vulkanik dan debu biasa yang penting kamu ketahui agar tidak salah mengenali maupun menanganinya. Semoga penjelasan ini bermanfaat, ya.
Referensi
"Safety Guidelines: During a Volcanic Eruption". CDC. Diakses September 2026.
"Preparedness For Ashfall". IVHHN. Diakses September 2026.
"Protecting Yourself and Your Family From Volcanic Eruptions". JBER. Diakses September 2026.