Piramida Maya (unsplash.com/Marv Watson)
Berdasarkan penjelasan Britannica, Piramida Giza berasal dari Dinasti keempat Mesir kuno, sekitar 2575 sampai 2465 sebelum Masehi. UNESCO juga menjelaskan bahwa kawasan Memphis dan nekropolisnya menunjukkan perkembangan makam kerajaan Mesir dari bentuk awal mastaba sampai mencapai bentuk piramida. Mastaba sendiri dapat dipahami sebagai makam kuno berbentuk rendah dan memanjang yang menjadi salah satu tahap penting sebelum bentuk piramida berkembang.
Piramida Maya, terutama contoh terkenal seperti El Castillo, berada dalam konteks waktu yang berbeda. Dilansir dari Britannica, El Castillo kemungkinan dibangun oleh Toltec dan Maya antara 1050 sampai 1300 Masehi. UNESCO juga menjelaskan bahwa Chichen Itza memperlihatkan perpaduan teknik bangunan Maya dengan unsur dari Meksiko tengah, sehingga konteks pembangunannya berkaitan dengan dinamika budaya di Yucatán.
Piramida Mesir dan piramida Maya sama sama menunjukkan kemampuan arsitektur masyarakat kuno, tetapi keduanya tidak bisa disamakan begitu saja. Piramida Mesir lebih kuat terkait dengan makam kerajaan dan kompleks pemakaman, sedangkan piramida Maya banyak hadir sebagai bangunan bertingkat dengan kuil di puncak untuk kegiatan ritual. Perbedaan bentuk, fungsi, lokasi, ruang dalam, dan masa pembangunannya memperlihatkan bahwa setiap piramida perlu dipahami sesuai konteks peradabannya masing masing.