Seekor anjing menelengkan kepala. (pexels.com/sharon-snider-2339082)
Lantas, bagaimana cara anjing mencium rasa takut manusia? Saat merasa takut, tubuh kita akan mengeluarkan cairan lewat kelenjar keringat. Di dalam keringat ini ada sinyal-sinyal kimiawi yang bisa dideteksi oleh hidung anjing.
Sinyal-sinyal kimiawi itu berupa hormon stres, yaitu adrenalin dan kortisol. Saat amigdala mendeteksi ancaman, bagian otak ini akan mengirimkan sinyal ke bagian otak lain, hipotalamus. Kemudian, hipotalamus memicu kelenjar adrenal untuk melepas hormon-hormon stres. Nah, perubahan dalam tubuh manusia ini mengubah komposisi zat kimia dalam napas dan keringat kita, dan anjing bisa mendeteksinya, terang Dr. Zoe Parr-Cortes, seorang dokter hewan lulusan PhD dari Universitas Bristol, pada laman Popular Science.
FYI, anjing punya sebanyak 220 juta reseptor penciuman. Bandingkan dengan kita manusia yang cuma punya 5 juta reseptor bau. Gak cuma itu, anjing juga punya organ khusus pendeteksi veromon bernama organ Jacobson yang sangat berkembang. Pada manusia, organ ini gak begitu berfungsi.
Studi yang digawangi Dr. Zoe sendiri bersama kolega menemukan kalau anjing bisa mendeteksi perbedaan kadar kortisol, atau perubahan kimiawi lain yang berkaitan dengan stres dan rasa takut, lewat indra penciumannya itu. Dalam hasil studi yang dipublikasikan jurnal Scientific Reports pada 2024 lalu, anjing yang terpapar aroma orang yang merasa stres menunjukkan perilaku yang lebih berhati-hati dibandingkan anjing yang terpapar aroma orang yang merasa rileks. Anjing-anjing itu juga bisa mendeteksinya tanpa pelatihan khusus.