Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BRIN Siapkan 3 Jalur Riset dan Inovasi Menuju Indonesia Emas 2045
Kepala BRIN, Arif Satria hadir dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
  • BRIN menyiapkan tiga jalur riset: inovasi bagi produktivitas UMKM, riset untuk kebutuhan industri, serta co-development teknologi maju global di Indonesia.
  • Pengembangan riset diarahkan dari penemuan hingga industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah, pertumbuhan ekonomi, dan menjadikan Indonesia pencipta serta pengembang inovasi.
  • BRIN menggarap teknologi sederhana seperti LAHSAMOR dan teknologi maju, termasuk AI, semikonduktor, genomik, kuantum, antariksa, nuklir, serta material maju.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menyatakan bahwa mereka menyiapkan tiga jalur pengembangan riset dan inovasi untuk memperkuat ekosistem yang berdaya saing dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Terdapat tiga track yang dimaksud, di antaranya:

  1. Mendorong inovasi untuk produktivitas dan daya saing usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

  2. Menghasilkan riset dan inovasi untuk industri.

  3. Memfasilitasi co-development teknologi maju dunia untuk masuk ke Indonesia.

3 jalur yang disiapkan

Arif menjelaskan bahwa BRIN yang bertugas mengembangkan teknologi tinggi juga turut menaruh perhatian terhadap teknologi yang dibutuhkan UMKM.

“Jadi, meskipun kita akan masuk kepada teknologi tinggi, kita tidak boleh meninggalkan teknologi-teknologi yang penting untuk UMKM di Indonesia,” ujarnya.

Sementara jalur kedua yang menghasilkan riset dan inovasi untuk industri guna menjawab kebutuhan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Ia menyebut, riset untuk industri penting karena perusahaan-perusahaan di berbagai negara juga mengembangkan riset sebagai bagian dari pengembangan industrinya.

Untuk jalur ketiga—memfasilitasi co-development teknologi maju dunia untuk masuk ke Indonesia—banyak proyek strategis nasional yang selama ini membutuhkan teknologi maju yang dikembangkan negara-negara lain untuk kemudian diterapkan di Indonesia.

“Saatnya kita harus berani melakukan co-development. BRIN InsyaAllah siap untuk bisa bersanding dengan negara-negara lain dalam menciptakan co-development teknologi maju di Indonesia dan membuat teknologi dunia lebih banyak masuk ke Indonesia,” jelas Arif.

Harapan BRIN

Kepala BRIN, Arif Satria hadir berpose dalam sesi potrait Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Pengembangan tiga jalur tidak terlepas dari upaya meningkatkan nilai tambah dari pengetahuan dan riset. Prosesnya mencakup penemuan, teknologi, inovasi, komersialisasi, hingga industrialisasi yang pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, ia menekankan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menjadi pencipta, pengembang dan pemimpin dalam inovasi.

“Indonesia tidak boleh berhenti pada publikasi atau prototipe, tetapi harus menjadi produk yang bermanfaat, kebijakan yang tepat sasaran, serta solusi nyata bagi permasalahan bangsa,” ujarnya.

Hasil riset dan inovasi tersebut harus mampu mendukung kedaulatan pangan, energi, dan kesehatan, memperkuat industri nasional, serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat.

Teknologi yang telah dikembangkan

Dalam pengembangan, BRIN juga tidak hanya berfokus pada teknologi maju. Teknologi sederhana dengan tingkat manfaat tinggi bagi masyarakat juga menjadi perhatian. Ia mencontohkan LAHSAMOR sebagai teknologi sederhana yang dapat membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.

Selain teknologi sederhana, badan tersebut juga mengembangkan teknologi maju seperti kecerdasan artifisial, semikonduktor, genomik, teknologi kuantum, teknologi antariksa, teknologi nuklir dan material maju untuk menjawab berbagai kebutuhan nasional.

“Penguasaan teknologi itu menentukan martabat bangsa,” Arif mengatakan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article