Ketika matahari terbenam, kota-kota modern tidak lagi benar-benar gelap gulita. Lampu jalan, papan reklame, dan gemerlap gedung pencakar langit telah menyulap malam menjadi siang buatan yang serba terang. Bagi manusia, polusi cahaya ini mungkin terlihat sebagai simbol kemajuan dan rasa aman. Namun bagi spesies hewan yang mendiami alam sekitar, hilangnya kegelapan malam adalah awal dari bencana ekologis yang sunyi.
Selama jutaan tahun, siklus alami gelap dan terang menjadi kompas biologis yang mengatur cara bernapas, berburu, hingga bermigrasi seluruh makhluk hidup. Sayangnya, hadirnya cahaya buatan merusak ritme sirkadian atau jam biologis hewan secara drastis. Tukik penyu yang baru menetas kehilangan arah menuju laut karena terkecoh lampu kota, burung migran menabrak kaca gedung akibat disorientasi navigasi, hingga serangga malam mati kelelahan mengepung bohlam lampu. Tanpa gelap, rantai kehidupan yang telah lama terjaga perlahan akan terurai. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
