Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Anggrek Tebu, Memiliki Corak Cantik Mirip Harimau

5 Fakta Anggrek Tebu, Memiliki Corak Cantik Mirip Harimau
Anggrek Tebu (commons.wikimedia.org/Papakuro)
Intinya Sih
  • Anggrek tebu adalah spesies anggrek terbesar di dunia, tercatat di Guinness World Records dengan tinggi hingga 7,62 meter dan berat mencapai lebih dari satu ton.
  • Tanaman ini tumbuh alami di hutan tropis dataran rendah Asia Tenggara, menempel pada pohon besar atau batu kapur, serta memiliki bunga bermotif loreng mirip harimau.
  • Populasinya terancam akibat perburuan dan kerusakan hutan, sehingga masuk daftar Apendiks II CITES dan dilestarikan melalui program penanaman kembali serta kultur jaringan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Anggrek tebu (Grammatophyllum speciosum) merupakan spesies anggrek terbesar di dunia yang tercatat dalam Guinness World Records. Tanaman yang hidup menempel pada pohon lain (epifit) ini berasal dari kawasan tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina, serta ditemukan di Papua Nugini.

Selain ukurannya yang besar, anggrek ini dikenal unik karena motif bunganya yang menyerupai loreng harimau serta memiliki potensi dalam bidang pengobatan tradisional. Namun, saat ini keberadaan anggrek tebu di alam liar terancam oleh aktivitas perburuan liar dan kerusakan hutan tempat tinggalnya. Yuk, simak fakta lain dari anggrek tebu di bawah ini!

1. Tercatat secara resmi dalam Guinness World Records

Anggrek Tebu
Anggrek Tebu (commons.wikimedia.org/Khao Lak Ausflüge)

Anggrek tebu tercatat secara resmi dalam Guinness World Records sebagai anggrek tertinggi di dunia. Spesimen yang ditemukan di Kalimantan pada tahun 2000 memiliki lebar mencapai 7,62 meter dan menghasilkan antara 2.500 hingga 5.000 kuntum bunga dalam satu kali masa mekar. Catatan lain di Singapore Botanic Garden pada tahun 1902 juga menunjukkan adanya rumpun anggrek sepanjang 14 meter yang menghasilkan ribuan bunga.

Selain tinggi, anggrek tebu merupakan anggrek terberat di dunia. Berat satu rumpun tanaman ini dapat mencapai ratusan kilogram hingga lebih dari satu ton. Sejarah mencatat spesimen berbobot hampir dua ton pernah dibawa dari Malaysia untuk dipamerkan di London pada tahun 1851 dan di Chicago pada tahun 1893.

2. Tumbuh secara alami di hutan tropis dataran rendah

Anggrek Tebu
Anggrek Tebu (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Anggrek tebu tumbuh secara alami di hutan tropis dataran rendah negara-negara Asia Tenggara, seperti Myanmar, Thailand, Laos, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia. Tanaman ini umumnya hidup di daerah dengan ketinggian antara 5 hingga 300 meter di atas permukaan laut.

Di habitat aslinya, anggrek tebu hidup menempel pada batang pohon-pohon besar yang berada di dekat aliran sungai atau wilayah rawa. Selain menempel pada pohon, tanaman ini terkadang ditemukan tumbuh di atas bongkahan batuan kapur di area hutan yang lebih tinggi.

3. Bentuk batang, daun, dan ciri fisik bunga

Anggrek Tebu
Anggrek Tebu (commons.wikimedia.org/orchidgalore)

Batang semu (pseudobulb) anggrek tebu berbentuk bulat panjang seperti silinder dan bisa tumbuh hingga panjang 2,5 meter. Batang ini akan melengkung ke bawah seiring bertambahnya usia dan berat tanaman. Daunnya berbentuk pita panjang berkisar antara 50 sampai 100 cm. Tanaman ini memiliki akar tebal untuk menempel pada pohon inang, serta akar tipis berbulu yang tumbuh ke atas untuk menangkap sisa-sisa daun kering sebagai sumber nutrisi tambahan.

Tangkai bunga anggrek tebu dapat tumbuh hingga panjang dua meter dan membawa sekitar 80 sampai 100 kuntum bunga. Setiap bunga berukuran sekitar 10 cm dengan warna dasar kuning kehijauan dan bintik cokelat kemerahan. Bunga bagian bawah tidak memiliki bibir bunga (labellum) dan berfungsi khusus untuk mengeluarkan aroma yang menarik perhatian serangga penyerbuk.

4. Tanaman yang membutuhkan waktu lama untuk berbunga

Anggrek Tebu
Anggrek Tebu (commons.wikimedia.org/Papakuro)

Anggrek tebu termasuk tanaman yang membutuhkan waktu lama untuk berbunga. Tanaman yang masih muda memerlukan waktu 8 hingga 12 tahun untuk bisa menghasilkan bunga pertama kali. Setelah dewasa, masa berbunga terjadi secara tidak menentu, biasanya sekitar dua hingga empat tahun sekali dengan durasi mekar yang cukup lama, yaitu mencapai dua bulan.

Proses penyerbukan bunga anggrek tebu dibantu oleh serangga berupa lebah besar, seperti lebah madu raksasa (Apis dorsata) dan lebah tukang kayu (Xylocopa). Lebah-lebah tersebut datang karena tertarik oleh wewangian yang dihasilkan oleh bunga bagian bawah tandan. Setelah penyerbukan, tanaman akan menghasilkan buah berbentuk bulat lonjong berisi ribuan biji berukuran sangat kecil yang mudah diterbangkan angin.

5. Status perlindungan dan upaya pelestarian

Anggrek Tebu
Anggrek Tebu (commons.wikimedia.org/Manfred Werner)

Meskipun wilayah persebarannya cukup luas, populasi anggrek tebu terus berkurang akibat penebangan hutan dan perburuan liar untuk diperjualbelikan. Oleh karena itu, anggrek tebu telah dimasukkan ke dalam daftar Apendiks II CITES, yang berarti perdagangan internasional tanaman ini diawasi dan dibatasi secara ketat.

Di Singapura, anggrek tebu sempat dinyatakan punah di alam liar. Pemerintah setempat kemudian melakukan program penanaman kembali di area taman kota. Saat ini, metode perkembangbiakan di laboratorium melalui kultur jaringan (in vitro) terus dikembangkan oleh para ahli untuk memperbanyak tanaman ini dan menjaga kelestariannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More