Comscore Tracker

Kamu Harus Tahu! 6 Cara Biologis Perkembangbiakan pada Spesies Hewan

Yuk, sama-sama belajar biologi dasar

Berkembang biak adalah cara biologis dari semua makhluk hidup untuk melanjutkan kehidupan spesiesnya dalam sebuah populasi. Proses biologis ini sangat berpengaruh pada kelangsungan hidup semua spesies yang ada di Bumi ini. Bahkan, ada banyak kasus di mana hewan tidak dapat berkembang biak dengan baik sehingga menyebabkan mereka punah.

Nah, khusus pada spesies hewan, ada enam cara biologis perkembangbiakan yang terjadi di alam. Kira-kira kamu masih ingat pelajaran SMA ini, gak ya? Dalam artikel ini akan dibahas dengan sedikit lebih mendalam namun tetap dalam bahasa yang ringan. Yuk, disimak!

1. Beranak atau vivipar

Kamu Harus Tahu! 6 Cara Biologis Perkembangbiakan pada Spesies Hewanthelabradorsite.com

Proses reproduksi atau perkembangbiakan pada hewan yang paling umum sering kamu lihat adalah beranak atau vivipar. Kata vivipar diambil dari bahasa Latin viviparus yang artinya "untuk mendatangkan hidup atau keturunan". Secara umum, spesies yang memiliki cara ini adalah spesies yang masuk dalam golongan mamalia atau menyusui.

Menurut jurnal sains yang diterbitkan dalam laman Scielo, semua hal yang berkaitan dengan reproduksi vivipar pasti ditandai dengan retensi (kesiapan) telur yang dibuahi di saluran organ reproduksi betina. Cara reproduksi ini juga dianggap reproduksi paling umum yang dilakukan oleh keluarga vertebrata, namun sangat langka ditemui pada invertebrata.

Contoh spesies yang berkembang biak dengan cara beranak atau vivipar adalah mamalia seperti anjing, kucing, paus, tikus, kelelawar, rusa, kuda, dan lain sebagainya yang masuk dalam golongan mamalia. Namun, tidak semua mamalia dapat bereproduksi dengan cara vivipar.

Beberapa spesies hewan mamalia ada juga yang berkembang biak dengan cara bertelur, misalnya platipus, ekidna, dan steropodon yang telah punah. Meskipun spesies-spesies tadi termasuk dalam golongan yang bertelur, namun mereka tetap menyusui anak-anaknya.

2. Bertelur atau ovipar

Kamu Harus Tahu! 6 Cara Biologis Perkembangbiakan pada Spesies Hewanturtleowner.com

Selain beranak, cara reproduksi yang sangat umum kita jumpai pada hewan adalah bertelur atau ovipar. Cara-cara ini sering dijumpai pada spesies reptil, ikan, amfibi, serangga, unggas, dan lain sebagainya. Dalam kasus yang umum, ovipar bisa dikatakan sebagai cara reproduksi yang sangat efisien, mengingat induk hewan dapat menghasilkan banyak telur.

Namun, di alam liar, telur-telur yang ada juga bisa mengundang kehadiran predator lainnya. Contohnya reproduksi pada penyu laut. Meskipun mereka dapat bertelur dalam jumlah banyak, telur-telur mereka tidak akan selamat seutuhnya hingga menetaskan bayi-bayi penyu, itu pun masih dihadapkan pada ganasnya serangan burung camar.

Oh ya, cara bertelur pada sebagian spesies juga sangat berbeda dengan cara bertelur pada umumnya. Laman Nature mencatat bahwa hiu merupakan salah satu spesies dengan reproduksi bertelur yang unik. Hiu bisa berkembang biak dengan cara bertelur secara tunggal dan konvensional, dan bisa juga berkembang biak secara gabungan antara bertelur dan beranak.

3. Bertelur sekaligus beranak atau ovovivipar

Kamu Harus Tahu! 6 Cara Biologis Perkembangbiakan pada Spesies Hewanmedia.wired.com

Evolusi dalam biologi memainkan peran yang sangat krusial dalam membentuk kehidupan beberapa spesies hewan di alam liar. Salah satu produk evolusi di alam adalah ovovivipar atau jenis reproduksi pada hewan secara bertelur sekaligus beranak. Ovovivipar juga merupakan jenis reproduksi gabungan yang berperan penting dalam kelangsungan organisme di alam liar.

Pembuahan tetap akan terjadi di dalam tubuh induk betina. Lalu dalam tubuh induk tersebut, telur-telur akan berkembang menghasilkan organisme baru. Nah, pada saat organisme baru tersebut sudah cukup usia, maka telur akan langsung menetas pada saat ia keluar dari tubuh induknya.

Mengapa evolusi dapat membentuk cara reproduksi unik ini? Karena cara bertelur sekaligus beranak ternyata membawa keuntungan bagi beberapa spesies untuk terhindar dari predator di alam liar, seperti ditulis dalam Biological Journal yang diterbitkan Oxford Academic. Cara-cara bertelur secara konvensional bagi mereka dirasa sangat membahayakan dan mengundang predator untuk memangsa telur-telur mereka.

Itulah sebabnya, biasanya yang memiliki kemampuan ini adalah hewan-hewan penyintas yang sudah ada sejak zaman purba, yakni puluhan juta tahun lalu. Hiu, buaya, dan beberapa jenis ular dapat melakukan ovovivipar dengan sempurna di alam. Ya, adaptasi ketat di alam liar yang berlangsung puluhan juta tahun telah membuat mereka memiliki cara unik dalam mempertahankan kelangsungan hidup mereka.

Baca Juga: 5 Hewan yang Jago Menyamar Jadi Hewan Lain, Bikin Terkecoh!

4. Membelah diri

Kamu Harus Tahu! 6 Cara Biologis Perkembangbiakan pada Spesies Hewanbiology-resources.com

Amuba adalah salah satu spesies yang memiliki cara reproduksi dengan membelah diri. Seperti ditulis dalam laman Sciencing, amuba tidak membutuhkan materi genetik dari individu lainnya untuk berkembang biak. Untuk berkembang biak, amuba akan membelah dirinya secara biner.

Pembelahan model biner berarti pembelahan sel secara ganda, yakni sel akan membelah diri menjadi dua sel anakan. Selain amuba, ada juga arkea (archaea), ciliata, paramesium, dan lain sebagainya yang biasanya masih termasuk mikroorganisme.

Cara berkembang biak dengan membelah diri merupakan salah satu cara reproduksi yang sangat purba. Para ilmuwan dan pakar biologi sepakat bahwa mikroorganisme seperti amuba sudah ada sejak miliaran tahun lalu di Bumi. Cara mereka dalam mempertahankan kelangsungan spesies mereka adalah dengan cara membelah dirinya secara biner.

5. Fragmentasi

Kamu Harus Tahu! 6 Cara Biologis Perkembangbiakan pada Spesies Hewanels-cdn.com

Pada dasarnya, reproduksi fragmentasi hampir mirip dengan membelah diri. Namun, dalam banyak kasus, fragmentasi dapat melibatkan banyak sel dari induk. Hewan-hewan yang berfragmentasi dapat membagi beberapa bagian tubuhnya untuk dijadikan organisme keturunan yang baru.

Nah, reproduksi fragmentasi yang sering dijumpai adalah reproduksi pada cacing. Ya, beberapa jenis cacing dapat melakukan fragmentasi alias memotong bagian tubuhnya dan bagian tubuhnya tersebut akan menjadi cacing yang baru.

Sebuah jurnal biologi yang diterbitkan oleh Iowa State University menjelaskan bahwa cacing tanah dan cacing lumpur adalah spesies yang paling jamak melakukan fragmentasi. Mereka akan melepaskan beberapa bagian tubuhnya menjadi potongan-potongan kecil dan potongan tersebut akan memunculkan kepala beserta organ-organ lainnya.

Sumber: https://www.eeob.iastate.edu/faculty/DrewesC/htdocs/Lvfacts.htm

6. Bertunas

Kamu Harus Tahu! 6 Cara Biologis Perkembangbiakan pada Spesies Hewantoppr.com

Jangan heran jika kamu mendengar ada spesies hewan yang berkembang biak dengan cara bertunas layaknya tumbuhan. Faktanya, beberapa spesies seperti hydra, porifera, dan beberapa jenis spons dapat bertunas untuk melanjutkan keturunannya. Dilansir dalam Microscope Master, hydra memiliki perkembangbiakan yang unik layaknya tanaman.

Hydra sendiri termasuk spesies hewan yang termasuk dalam ordo Hydroida yang terkenal dengan reproduksi tunasnya yang unik. Kamu bisa melihat gambar di atas sebagai gambaran bagaimana hydra berkembang biak. Jenis reproduksi ini dapat terjadi di tengah lingkungan yang cukup menguntungkan seperti di dalam air.

Tunas kecil akan tumbuh dan berkembang di bagian tubuh induknya. Hal ini diawali dengan pembelahan mitosis berulang dari sel khusus induknya yang bernama interstisial epidermal. Setelah beberapa hari, tunas kecil tersebut akan lepas dan berkembang menjadi organisme hydra yang baru.

Itulah enam cara perkembangbiakan yang ada dalam dunia hewan. Bagaimana menurutmu? Alam rupanya dapat membentuk mereka secara unik, bukan?

Baca Juga: 5 Hewan Menggemaskan yang Memiliki Efek Terapi, Mau Pelihara?

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya