Kucing memiliki kemampuan penciuman yang jauh lebih kompleks jika dibandingkan dengan mencium bau makanan atau benda-benda di sekitarnya. Indra penciuman sebetulnya bisa membantu kucing untuk memperoleh informasi terkait lingkungan mengenali individu lain, mencari makanan, hingga memahami perubahan yang terjadi di wilayah tempat tinggalnya.
Kemampuan tersebut sebenarnya didukung oleh sistem penciuman yang mampu bekerja bersama organ sensorik lainnya dalam tubuh kucing. Inilah yang menjadi alasan mengapa pada saat kucing terlihat mengendus benda, menggosokkan wajah, atau berhenti cukup lama di suatu tempat maka itu merupakan caranya dalam mengumpulkan atau mengenali informasi melalui aroma.
