7 Fakta Unik Babun Hamadria, Primata Darat Spesialis Habitat Kering

Primata satu ini hidup di dua benua. Rambutnya perak tebal seperti mantel. Moncongnya panjang dengan taring tajam. Nama primata ini adalah babun hamadria.
Babun hamadria atau hamadryas baboon merupakan jenis babun yang hidup di Afrika dan Arab Saudi. Jantan babun ini tampil beda dengan rambut dan surai tebal berwarna perak. Keunikannya gak cuma di situ. Babun hamadria punya struktur sosial paling kompleks di antara semua babun, loh. Seperti apa? Yuk, kenalan dengan primata ini lewat fakta unik babun hamadria atau hamadryas baboon yang perlu kamu tahu berikut!
1. Apa itu babun hamadria?

Babun hamadria atau hamadryas baboon (Papio hamadryas) merupakan jenis babun unik yang bisa ditemukan di Afrika dan Arab Saudi. Pejantan jenis ini tampil khas dengan surai tebal dan rambut panjang bak mantel berwarna perak. Nama Hamadryas atau hamadria berasal dari istilah Yunani yang berarti roh atau nimfa yang tinggal di pohon ek. Kemungkinan, perawakan dan warna babun hamadria mengingatkan gambaran pohon ek yang kokoh dan berkayu.
2. Babun hamadria hidup di Afrika dan Arab

Babun hamadria hidup di dua benua. Ia tersebar di wilayah kering timur laut Afrika dan bagian selatan semenanjung Arab. Populasi terbesarnya ada di Etiopia, sisanya ada di Eritrea, Djibouti, Somalia, Sudan, Arab Selatan, dan Yemen. Habitat yang ditinggali seringkali bersemak dengan sedikit pohon besar, dan harus dekat dengan sumber air dan tebing berbatu untuk beristirahat.
Menariknya, babun hamadria merupakan satu-satunya jenis babun yang tersebar di luar benua Afrika. Diduga, dulu babun hamadria melintasi jembatan darat Laut Merah yang menghubungkan Afrika dengan daratan Mediterania. Lalu, populasinya terpisah saat jembatan darat tersebut tenggelam sekitar 35.000 tahun yang lalu.
3. Babun hamadria jantan bersurai dan bermantel perak

Babun hamadria merupakan jenis babun berukuran kecil. Mengutip laman New England Primate Conservancy, babun hamadria umumnya memiliki tinggi 50—70 sentimeter. Ekornya panjang, sekitar 37—60 sentimeter, dengan lengkungan khas di bagian pangkal. Jantan berukuran lebih besar dengan berat 15—21 kilogram, sementara betina hanya 10—15 kilogram.
Babun hamadria jantan tampil sangat unik. Ia berwarna abu-abu keperakan dibandingkan betina yang berwarna cokelat kehijauan. Jantan juga punya semacam surai tebal dan rambut panjang berwarna perak yang membuatnya terlihat seperti memakai mantel.
4. Babun hamadria bisa hidup makan rumput saja

Babun hamadria merupakan omnivor. Namun, sebagian besar makanannya berupa tumbuh-tumbuhan. Menurut San Diego Zoo, babun hamadria di Afrika dan Arab Saudi punya makanan kesukaan yang sama. Menunya berupa biji rumput, akar, beri-berian, bunga, daun, sampai polong akasia. Bedanya, babun hamadria di Arab Saudi juga makan buah kaktus dan kacang palem.
Seperti babun pada umumnya, babun hamadria bisa bertahan hidup dengan memakan makanan berkualitas rendah. Babun ini bisa bertahan hidup dalam jangka waktu lama hanya dengan memakan rerumputan. Adaptasi ini membuat babun hamadria bisa bertahan hidup di habitat yang kering dan jarang terdapat makanan.
5. Babun hamadria punya kantong pipi di moncong

Kalau kamu perhatikan, semua babun memiliki moncong panjang. Moncong mirip moncong anjing ini memang jadi salah satu ciri khas yang membedakan babun dari monyet lain. Menariknya, di dalam moncongnya ini babun hamadria punya kantong pipi untuk menyimpan makanan.
Di habitat yang sangat kering, mencari makanan bisa menghabiskan banyak waktu. Saat menemukan makanan, babun hamadria langsung menyimpannya di dalam kantong pipi tanpa berhenti mencari makanan. Kalau makanannya sudah terkumpul banyak, barulah babun hamadria melahapnya. Cara makan seperti ini sangat penting untuk hidup di wilayah yang jarang terdapat makanan.
6. Struktur sosial babun hamadria paling kompleks

Babun hamadria punya struktur sosial paling kompleks di antara jenis babun lainnya. Spesies ini sangat unik kalau dilihat dari organisasi sosialnya. Tiap kelompok dipimpin oleh seekor jantan dewasa. Jantan pemimpin ini punya beberapa betina, bisa sampai sembilan ekor, dan sangat posesif. Jantan mengatur betina-betinanya dengan sangat ketat.
Nah, beberapa kelompok bisa bergabung membentuk klan. Beberapa klan juga berkumpul membentuk gerombolan besar. Setiap pagi, pemimpin kelompok saling berkumpul untuk menentukan ke arah mana tiap kelompok akan mencari makan. Setelah diskusi selesai, gerombolan ini pecah menjadi klan atau kelompok untuk memanfaatkan sumber daya makanan yang langka dan tidak merata. Di malam hari, gerombolan ini berkumpul kembali untuk beristirahat bersama di tebing berbatu yang sama.
Tingkat organisasi sosial yang tinggi pada babun hamadria bukan tanpa alasan. Menurut informasi dari laman Animal Diversity, diduga tingkat organisasi sosial tinggi merupakan respons terhadap predator di masa lampau. Gerombolan bisa saling bantu mempertahankan diri dari predator.
7. Predator babun hamadria menghilang

Babun hamadria memiliki beberapa predator alami. Ada singa, macan tutul, hiena bertotol, serigala, buaya, sampai elang Verreaux. Namun, di beberapa tempat, keberadaan predator-predator ini menghilang akibat kehadiran manusia. Akibatnya, populasi babun hamadria meningkat pesat di populasi tersebut.
Kelebihan populasi babun hamadria menyebabkan dampak berantai. Seperti yang diterangkan laman New England Primate Conservancy, kelebihan populasi babun hamadria menyebabkan peningkatan persaingan, peningkatan konflik manusia-satwa liar, hingga penurunan kualitas kesehatan babun. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan predator. Tiap-tiap hewan memiliki perannya sendiri di dalam rantai makanan, dan bila salah satu hilang, bisa memberikan efek berantai pada alam.
Nah, setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang babun hamadria atau hamadryas baboon? Apakah babun hamadria jadi jenis babun favoritmu? Apa kamu tertarik untuk melihat aksinya secara langsung?

















