Sesar Cisokan bukanlah sesar yang berdiri sendiri secara terisolasi, melainkan merupakan bagian terintegrasi dari sistem atau zona Sesar Cimandiri.
“Sebagai bagian dari sistem sesar geser/naik di wilayah Jawa bagian barat, pergerakan pada satu segmen dapat mendistribusikan ulang tegangan (stress transfer) ke segmen tetangganya,” Daryono mengatakan.
Lebih lanjut dia juga menjelaskan Sesar Cisokan tergolong aktif di mana tingkat aktivitasnya dikonfirmasi oleh catatan seismisitas dangkal di sekitar Jawa Barat serta kajian geologi mikro-morfologi.
Bukti pergeseran permukaan (surface rupture) dan aktivitas geologinya teridentifikasi melalui kelurusan morfologi, gawir sesar (fault scarp), serta data geofisika dangkal (seperti GPR/ geolistrik) dan pemetaan seismotektonik kawasan.
Dalam sistem sesar yang tersegmentasi seperti Zona Sesar Cimandiri, pelepasan energi atau rupture pada Segmen Cisokan dapat meningkatkan akumulasi tegangan di segmen-segmen terdekatnya.
“Segmen-segmen tersebut saling berinteraksi secara tektonik. Aktivitas kegempaan pada satu bagian segmen Sesar Cimandiri dapat memicu pergeseran lanjutan atau pemicuan gempa (earthquake triggering) pada segmen lain di sepanjang jalur sesar tersebut,” imbuhnya.