Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
10 Hewan yang Mati Setelah Melahirkan Anak, Pengorbanan Ekstrem!
belalang sembah (unsplash.com/Janan)
  • Artikel membahas fenomena semelparitas, yaitu kondisi ketika hewan mati setelah bereproduksi karena seluruh energi tubuh terkuras demi kelangsungan hidup keturunannya.
  • Disebutkan sepuluh spesies seperti Aphids, Praying Mantis, Mayfly, hingga Giant Pacific Octopus yang mengalami kematian usai melahirkan atau bertelur akibat kelelahan ekstrem dan perubahan hormon drastis.
  • Fenomena ini menunjukkan bahwa pengorbanan nyawa dalam dunia hewan merupakan strategi alami untuk memastikan regenerasi dan keberlangsungan spesies di alam liar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kelahiran biasanya menjadi momen yang membahagiakan bagi banyak makhluk hidup. Namun, alam liar ternyata menyimpan realitas yang jauh lebih ekstrem dan menyedihkan. Ada banyak spesies hewan yang justru harus kehilangan nyawa tepat setelah bereproduksi. Para ilmuwan menyebut fenomena pengorbanan nyawa ini dengan istilah semelparitas.

Hewan-hewan tersebut mengerahkan seluruh energi tubuhnya secara maksimal demi kelangsungan hidup keturunannya. Akibatnya, tubuh mereka langsung mengalami kelelahan fisik parah yang berujung pada kematian. Kalau kamu penasaran seberapa jauh batas pengorbanan ibu di alam liar, mari kita bahas deretan hewan yang mati setelah melahirkan berikut ini.

1. Aphids mati kelelahan akibat proses reproduksi yang terlalu cepat

aphid (commons.wikimedia.org/MedievalRich)

Serangga kecil ini punya siklus hidup yang sangat singkat. Betina Aphids bisa melahirkan tanpa proses kawin dengan laju yang sangat cepat. Akibat produksi anak terus-menerus, tubuh mereka kehabisan energi dan akhirnya mati karena kelelahan ekstrem.

2. Praying Mantis kehabisan energi sesudah menghasilkan kantung telur

belalang sembah (unsplash.com/DavidClode)

Setelah kawin, betina Praying Mantis meletakkan telurnya ke dalam kantung khusus. Proses pembuatan kantung dan pengeraman ini menguras sangat banyak tenaga. Tidak butuh waktu lama setelah telurnya keluar, sang ibu biasanya akan mati dalam hitungan minggu.

3. Labord's Chameleon mati serentak akibat penurunan hormon drastis

Labord's Chameleon (commons.wikimedia.org/LennartHudel)

Reptil ini punya masa hidup yang sangat singkat. Setelah proses kawin dan betinanya mengubur telur di dalam tanah, pasangan Labord's Chameleon akan mati secara bersamaan. Penyebab utamanya adalah kelelahan fisik parah yang disertai penurunan hormon sangat drastis.

4. Brown Antechinus betina mati usai menyusui bayinya

Brown Antechinus (commons.wikimedia.org/GlenFergus)

Hewan marsupial ini punya musim kawin yang sangat brutal. Khusus untuk betina Brown Antechinus, masa kehamilan dan proses menyusui memakan beban fisik yang sangat berat. Akibatnya, banyak ibu yang tidak tertolong nyawanya sesudah masa menyusui selesai.

5. Mayfly menyebarkan telur di atas air lalu langsung mati

Mayfly (commons.wikimedia.org/KeesGuequierre)

Serangga ini hidup sangat singkat saat mencapai usia dewasa karena tidak punya mulut untuk makan. Tujuan hidup Mayfly dewasa hanyalah berkembang biak. Segera setelah menyebarkan ribuan telur ke permukaan air, betinanya akan langsung mati saat itu juga.

6. Humboldt Squid mati lemas beberapa hari sesudah bertelur

Humboldt Squid (commons.wikimedia.org/BUSFC)

Hewan laut ini punya strategi reproduksi yang menguras banyak tenaga. Setelah melepaskan banyak telur ke lautan, fisik betina Humboldt Squid akan langsung menurun drastis. Mereka berhenti makan, menjadi sangat lemas, dan mati hanya dalam hitungan hari.

7. Desert Velvet Spider membiarkan tubuhnya dimakan oleh anaknya

Desert Velvet Spider (commons.wikimedia.org/Sarefo)

Hewan ini mempraktikkan pengorbanan ibu paling ekstrem yang pasti membuat kamu merinding. Setelah telur menetas, ibu Desert Velvet Spider memuntahkan makanannya untuk para bayi. Saat persediaannya habis, ia membiarkan tubuhnya sendiri dimakan hidup-hidup oleh anak-anaknya.

8. Pacific Salmon kehabisan tenaga setelah bermigrasi demi memijah

Pacific Salmon (unsplash.com/FengkaiLiu)

Ikan ini harus berenang melawan arus sejauh ratusan mil untuk kembali ke tempat menetas. Setelah ibu Pacific Salmon menggali sarang dan meletakkan ribuan telur, energinya akan terkuras habis. Vitalitas mereka menurun tajam dan akhirnya mati lemas dalam satu atau dua minggu.

9. American Eel mati sesudah melepaskan jutaan telur di lautan

American Eel (commons.wikimedia.org/Clinton & Charles Robertson)

Hewan ini melakukan perjalanan migrasi yang sangat melelahkan di akhir masa hidupnya. Betina American Eel melepaskan jutaan telur ke laut lepas sebelum akhirnya mati. Para ahli percaya tubuh mereka terlalu lelah menghadapi perjalanan jauh dan perubahan hormon dadakan.

10. Giant Pacific Octopus mati kelaparan demi menjaga telurnya

Giant Pacific Octopus (commons.wikimedia.org/NOAA)

Hewan laut ini punya dedikasi luar biasa terhadap calon keturunannya. Selama berbulan-bulan, ibu Giant Pacific Octopus tidak akan pernah pergi, makan, atau istirahat demi menjaga kebersihan telurnya. Sang ibu akhirnya mati perlahan karena kelaparan dan stres berlebih tepat saat anak-anaknya menetas.

Pengorbanan nyawa dari hewan di atas membuktikan betapa kerasnya hukum alam bekerja demi sebuah regenerasi. Kematian mereka bukanlah sebuah akhir yang sia-sia, melainkan strategi mutlak agar keturunannya bisa terus bertahan hidup. Alam benar-benar kejam, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team