Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Hewan yang Bisa Mengubah Jenis Kelamin dalam Kondisi Tertentu
ilustrasi ikan badut (pexels.com/crisdip)
  • Sejumlah hewan memiliki strategi reproduksi yang memungkinkan perubahan fungsi kelamin, dipengaruhi ukuran tubuh, usia, pasangan, hierarki kelompok, dan kondisi sosial.
  • Ikan badut dapat berubah dari jantan menjadi betina saat struktur kelompok menuntutnya, sementara beberapa kerapu umumnya berubah dari betina menjadi jantan setelah ukuran atau usia tertentu.
  • Wrasse betina terbesar bisa menjadi jantan ketika jantan dominan hilang, sedangkan siput laut tertentu memiliki organ jantan dan betina dengan fungsi seksual yang menyesuaikan situasi reproduksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di dunia hewan reproduksi tidak selalu mengikuti pola yang dikenal selayaknya pada manusia, sebab beberapa spesies memiliki sistem reproduksi yang dapat mengalami perubahan sepanjang hidupnya. Salah satu fenomena yang cukup menarik adalah perubahan jenis kelamin pada saat seekor hewan bisa berfungsi sebagai jantan atau betina pada kehidupan yang berbeda.

Perubahan jenis kelamin pada hewan tidak terjadi secara sembarangan dan biasanya akan dipengaruhi oleh mekanisme biologis yang sifatnya sangat spesifik berbagai faktor, seperti ukuran tubuh, usia, keberadaan pasangan, struktur kelompok, dan kondisi sosial bisa turut mempengaruhi kapan perubahan tersebut dapat terjadi pada spesies tertentu.

Sumber:

https://www.treehugger.com/animals-can-change-their-sex-4869361

https://www.discoverwildlife.com/animal-facts/animals-that-can-change-sex

https://www.worldwildlife.org/resources/explainers/are-there-queer-animals/

1. Ikan badut bisa berubah dari jantan menjadi betina

ilustrasi ikan badut (pexels.com/MaLia Evans)

Ikan badut merupakan salah satu contoh hewan yang memiliki sistem reproduksi hermafrodit berurutan. Dalam kelompok ikan badut, individu terbesar dan dominan biasanya merupakan betina yang berfungsi sebagai penghasil telur, sedangkan jantan reproduktif terbesar berada di bawahnya dalam hierarki sosial.

Proses yang ada tidak berlangsung secara instan karena perubahan fungsi reproduksi turut melibatkan perubahan pada organ reproduksi dan keseimbangan hormon. Setelah jantan terbesar berubah menjadi betina, maka individu lain dalam kelompok bisa mengambil posisi sebagai jantan reproduktif sehingga struktur kelompok tetap mendukung keberlangsungan reproduksi.

2. Ikan kerapu

ilustrasi kerapu (unsplash.com/Pascal van de Vendel)

Ada beberapa spesies ikan kerapu yang memiliki kemampuan untuk mengubah jenis kelamin, namun mekanismenya berbeda dari ikan badut karena pada umumnya berlangsung dari betina menjadi jantan. Ikan kerapu biasanya berkembang sebagai betina terlebih dahulu dan bisa mengalami perubahan fungsi reproduksi setelah mencapai ukuran atau usia tertentu.

Ukuran tubuh dan struktur sosial memiliki peran sangat penting dalam strategi reproduksi tersebut karena ikan yang lebih besar bisa memiliki peluang reproduksi yang lebih menguntungkan sebagai seekor jantan. Setelah perubahan berlangsung, maka jaringan gonad akan mengalami perubahan, sehingga individu tersebut bisa menghasilkan sel kelamin jantan dan berfungsi dalam reproduksi.

3. Ikan wrasse

ilustrasi ikan wrasse (unsplash.com/David Clode)

Ikan wrasse termasuk ke dalam kelompok spesies dalam kelompok ikan karang dan kerap menunjukkan fenomena perubahan jenis kelamin yang dipengaruhi oleh kondisi sosial. Pada beberapa spesies individu betina terbesar bisa berubah menjadi jantan pada saat jantan dominan dalam kelompok menghilang.

Satu hal menarik adalah perubahan tersebut bisa melibatkan perubahan perilaku dan perubahan fisiologis pada tubuh. Individu yang sebelumnya berperan sebagai betina bisa mulai menunjukkan perilaku khas jantan, sementara perubahan pada jaringan reproduksi akan berlangsung secara bertahap di bawah pengaruh sistem hormonal.

4. Siput laut tertentu

ilustrasi siput laut (unsplash.com/Alexia Francois)

Ada beberapa jenis siput laut yang memiliki sistem reproduksi yang jauh lebih kompleks karena bisa memiliki organ reproduksi jantan dan betina dalam satu tubuh, sementara pada kondisi tertentu fungsi seksualnya bisa berubah selama proses reproduksi. Kondisi ini memang sangat berbeda dari perubahan jenis kelamin yang terjadi pada ikan badut atau kerapu karena memang siput laut bersifat hermafrodit simultan, sehingga satu individu bisa memiliki fungsi reproduksi betina dan jantan.

Pada spesies tertentu, aktivitas reproduksi juga akan dipengaruhi oleh ukuran tubuh, pasangan, dan kondisi lingkungan, sehingga fungsi seksual bisa berubah tergantung pada situasinya. Sistem reproduksi seperti ini menunjukkan bahwa evolusi bisa menghasilkan beragam strategi untuk meningkatkan peluang keberhasilan reproduksi pada lingkungan yang berbeda-beda.

Fenomena perubahan jenis kelamin pada hewan menunjukkan betapa beragamnya strategi reproduksi yang berkembang di alam bebas. Hewan-hewan di atas memiliki mekanisme yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan biologis dan lingkungan tempat tinggalnya. Kemampuan tersebut bukan sekedar perubahan fisik, namun merupakan proses biologis yang cukup kompleks karena melibatkan hormonal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article