Keledai selama ini sering dianggap sebagai hewan bodoh dan keras kepala karena kebiasaannya berhenti atau menolak bergerak ketika menghadapi situasi tertentu. Namun, anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya sesuai dengan perilaku alami hewan ini. Melalui publikasi di laman IPB, Prof. Ronny Rachman Noor, pakar genetika ekologi IPB, menjelaskan bahwa keledai justru memiliki kemampuan untuk menganalisis lingkungan dan mengambil keputusan berdasarkan potensi bahaya yang dihadapinya.
Perilaku keledai yang kerap dianggap sebagai bentuk pembangkangan sebenarnya berkaitan erat dengan naluri bertahan hidup. Berbeda dari kuda yang cenderung langsung melarikan diri ketika menghadapi ancaman, keledai lebih memilih berhenti untuk mengamati dan menilai situasi di sekitarnya. Kemampuan tersebut membuat keledai dinilai lebih unggul dalam aspek tertentu, terutama ketika harus menentukan apakah suatu lingkungan aman atau berbahaya.
Menurut Prof. Ronny, perbedaan perilaku keledai dan kuda tidak terlepas dari proses adaptasi terhadap lingkungan hidup masing-masing. Keledai berkembang dengan kemampuan bertahan di wilayah kering dan kondisi lingkungan yang sulit, sementara kuda lebih banyak beradaptasi dengan padang rumput yang luas. Perbedaan tersebut turut membentuk cara kedua hewan ini merespons ancaman, berinteraksi secara sosial, hingga mengambil keputusan untuk bertahan hidup.
