Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Fakta Kedidi Golgol, Burung Migran yang Suka Mampir ke Indonesia

4 min read
7 Fakta Kedidi Golgol, Burung Migran yang Suka Mampir ke Indonesia
Kedidi golgol sedang mencari makan. (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)
  • Kedidi golgol merupakan burung pantai migran yang berbiak di tundra Arktik dan bermigrasi ke wilayah selatan saat musim dingin.

  • Burung ini lebih setia pada tempat persinggahan dan tujuan migrasi musim dingin daripada lokasi berbiak mereka.

  • Indonesia menjadi tempat persinggahan penting bagi kedidi golgol, tetapi habitat lahan basah mereka terancam alih fungsi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah lihat burung ini di sekitaran pantai dan pesisir? Sekilas, tampilan mereka mirip burung pantai pada umumnya. Warna mereka abu-abu di bagian atas dan putih di bagian bawah. Namun, perhatikan paruh mereka yang lebih panjang dan agak bengkok ke bawah. Mereka adalah kedidi golgol.

Kedidi golgol atau curlew sandpiper merupakan salah satu jenis burung migran yang sering singgah ke Indonesia. Menariknya, gak seperti burung migran lain, kedidi golgol lebih setia dengan tempat singgah dan tujuan migrasi musim dingin daripada dengan lokasi berbiak. Kenapa, ya? Yuk, cari tahu lewat tujuh fakta unik burung kedidi golgol berikut ini!

  1. 1. Kedidi golgol tergolong burung pantai yang familier

    Kedidi golgol berjalan di pantai.
    Kedidi golgol berjalan di pantai. (commons.wikimedia.org/Kmoorthy1969)

    Kedidi golgol (Calidris ferruginea) tergolong jenis burung kedidi yang cukup besar. Mengutip laman Animalia, panjang kedidi golgol sekitar 18–23 sentimeter dengan berat 44–117 gram. Bentang sayap mereka 38–41 sentimeter.

    Sekilas, tampilan kedidi golgol mirip burung kedidi pada umumnya. Bagian atas mereka abu-abu pucat dan bawah putih. Menjelang musim berbiak, warna mereka berubah kemerahan. Ciri khas mereka ialah paruh yang panjang dan agak bengkok ke bawah, mirip paruh burung gajahan (curlew). Itu sebabnya, kedidi golgol dinamakan curlew sandpiper di luar negeri.

  2. 2. Kedidi golgol berbiak jauh di Arktik

    Kedidi golgol di lokasi berbiak di tundra.
    Kedidi golgol di lokasi berbiak di tundra. (commons.wikimedia.org/Nigel Voaden)

    Di Indonesia, kedidi golgol sering terlihat mencari makan di daerah pantai, pertambakan, maupun persawahan. Aslinya, burung ini dari Arktik. Menurut laman Oiseaux-Birds, kedidi golgol berbiak di wilayah tundra Arktik di Siberia. Lokasi berbiak mereka gak terlalu luas, dari Semenanjung Yamal sampai Semenanjung Chukchi saja.

  3. 3. Tujuan migrasi kedidi golgol sangat luas

    Kedidi golgol ini tengah melintasi Spanyol.
    Kedidi golgol ini tengah melintasi Spanyol. (commons.wikimedia.org/David F Belmonte)

    Berbanding terbalik dengan lokasi berbiak mereka yang terbatas, lokasi migrasi musim dingin kedidi golgol justru sangat luas, bahkan hampir meliputi seluruh wilayah belahan Bumi selatan. Kedidi golgol utamanya bermigrasi ke Afrika sub-Sahara, tapi juga ke Asia Selatan, Asia Tenggara, Australia, sampai Selandia Baru. Beberapa bahkan mengembara sampai ke Amerika.

  4. 4. Kedidi golgol setia dengan tempat singgah dan tempat migrasi musim dingin

    Kedidi golgol menikmati hangatnya pantai di Namibia.
    Kedidi golgol menikmati hangatnya pantai di Namibia. (commons.wikimedia.org/Tom Field)

    Menariknya, kedidi golgol lebih setia dengan lokasi mereka singgah saat migrasi dan tujuan migrasi musim dingin daripada dengan lokasi berbiak. Kedidi golgol senang dengan iklim di tempat migrasi musim dingin yang lebih bersahabat dibandingkan dengan iklim di lokasi berbiak yang ganas. Mereka sering tiba di kawasan Arktik tepat saat es dan salju mulai mencair.

    Begitu tiba di Arktik, kedidi golgol langsung bersarang. Menurut laman Birds of the World, telur-telur sudah mulai diletakkan 5–6 hari setelah tiba di Arktik. Setelah tugas mereka selesai, jantan langsung tolak balik ke selatan. Sementara, betina harus mengerami telur selama 20 hari dan mengasuh anak-anak mereka sampai besar selama 14–20 hari setelahnya. Begitu semuanya rampung, barulah betina menyusul jantan ke selatan.

  5. 5. Kedidi golgol bergantung pada leming si tikus-kutub

    Kedidi golgol mencari makan di habitat tundra Rusia.
    Kedidi golgol mencari makan di habitat tundra Rusia. (commons.wikimedia.org/egorbirder)

    Keberhasilan reproduksi kedidi golgol sangat bergantung pada leming alias tikus-kutub. Menurut laman Animalia, kedidi golgol bergantung pada populasi leming siberia barat atau West Siberian lemming (Lemmus sibiricus), leming siberia timur atau East Siberian lemming (L. paulus), dan leming arktik atau Arctic lemming (Dicrostonyx torquatus). Pasalnya, kalau populasi leming lagi turun, rubah arktik bakal memangsa kedidi golgol yang sedang bersarang.

  6. 6. Indonesia jadi tempat persinggahan penting bagi kedidi golgol

    Kedidi golgol sedang singgah di pantai.
    Kedidi golgol sedang singgah di pantai. (commons.wikimedia.org/Lip Kee)

    Kedidi golgol merupakan tamu tahunan di wilayah pesisir Indonesia. Burung ini menggunakan Jalur Terbang Asia Timur–Australasia yang melewati Indonesia saat bermigrasi musim dingin. Kedidi golgol sering terlihat di wilayah pesisir atau di tambak, sawah, dan dataran lumpur untuk mengisi tenaga sebelum terbang lagi ke tujuan akhir. Sayangnya, kebanyakan habitat lahan basah ini telah berubah menjadi kawasan industri dan lainnya.

  7. 7. Kedidi golgol gemar makan invertebrata

    Kedidi golgol merandai untuk mencari makan.
    Kedidi golgol merandai untuk mencari makan. (commons.wikimedia.org/Luiz Lapa)

    Saat menghabiskan musim dingin, kedidi golgol suka makan invertebrata. Menu mereka berupa krustasea, moluska, cacing, sampai serangga. Burung ini mencari makan di perairan dangkal yang berlumpur. Kedidi golgol mematuk mangsa atau mengorek-ngorek lumpur dengan paruh panjang mereka. Kedidi golgol sering bergabung membentuk kelompok dengan beberapa jenis burung lain untuk mencari makan bersama.

    Semoga saja keberadaan kedidi golgol bisa lebih terjaga, ya? Burung ini terancam oleh menurunnya kualitas lahan basah di tempat persinggahan mereka saat bermigrasi. Tanpa burung-burung migran, ekosistem di wilayah pesisir pun bakal terganggu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More