ilustrasi berjalan di atas aspal (pexels.com/Vinta Supply Co. | NYC)
Menariknya, ketahanan aspal terhadap panas sangat bergantung pada jenis bitumen yang digunakan. Aspal dengan bitumen yang lebih lunak memiliki titik pelunakan yang lebih rendah sehingga lebih cepat kehilangan kekuatannya ketika cuaca panas. Sebaliknya, penggunaan bitumen berkualitas lebih tinggi atau bitumen yang dimodifikasi dengan polimer mampu meningkatkan ketahanan terhadap suhu ekstrem. Selain jenis bitumen, komposisi campuran agregat, kualitas pemadatan saat pembangunan, hingga kondisi lapisan pelindung jalan juga ikut menentukan apakah aspal mudah mengalami bleeding atau deformasi.
Pada akhirnya, jalan yang tampak meleleh saat gelombang panas bukan berarti aspal benar-benar mencair seperti lilin. Yang terjadi adalah bitumen di dalam campuran aspal kehilangan kekakuannya akibat suhu tinggi, sehingga lapisan jalan menjadi lebih lunak dan mudah berubah bentuk ketika menerima beban kendaraan. Dengan material yang tepat, konstruksi yang baik, serta perawatan rutin, dampak gelombang panas terhadap jalan beraspal dapat dikurangi secara signifikan.
Referensi
Asphalt Calculator. Diakses pada Juli 2026. Why Is My Asphalt Driveway Soft in Summer? (And What to Do)
Asphalt Services. Diakses pada Juli 2026. How Summer Heat Damages Your Driveway — And What Bucks County Homeowners Can Do About It
BBC. Diakses pada Juli 2026. Why are Our Roads Melting – And What Can Be Done?
BBC. Diakses pada Juli 2026. Who, What, Why: When Does Tarmac Melt?
NAC Supply. Diakses pada Juli 2026. Understanding How Hot Summer Weather Affets Asphalt