Menghadapi peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, persiapan lingkungan menjadi hal yang penting. Membersihkan selokan, gorong-gorong, dan saluran drainase sebelum hujan deras datang dapat membantu mencegah penyumbatan aliran air.
Menjaga vegetasi juga tak kalah penting. Pepohonan, rerumputan, dan tanaman penutup tanah membantu melindungi permukaan dari erosi sekaligus mendukung penyerapan air. Di wilayah perkotaan, permukaan berpori dan penyediaan ruang resapan dapat membantu mengurangi limpasan. Masyarakat juga perlu memperhatikan peringatan cuaca dan menghindari aktivitas di jalur aliran air atau kawasan rawan banjir bandang ketika hujan ekstrem terjadi.
Pada akhirnya, banjir setelah kemarau panjang bukanlah fenomena yang bertentangan dengan kondisi kekeringan. Tanah yang sulit menyerap air, berkurangnya vegetasi, saluran drainase yang tersumbat, dan hujan berintensitas tinggi dapat saling memperburuk keadaan. Karena itu, berakhirnya musim kemarau bukan berarti risiko bencana ikut berakhir.
Referensi
AQUAIOT. Diakses pada Oktober 2026. Flash Flooding After Drought: Why the Driest Summer Ends in Surface Water
EBSCO. Diakses pada Oktober 2026. Floods and Flooding and Global Warming
Flood Risk America. Diakses pada Oktober 2026. The Effects of Droughts: Why Floods Follow Periods of Drought
Zurich. Diakses pada Oktober 2026. Flash Flooding after Drought: How Public Services and Voluntary Groups Can Prepare