Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengapa Venus Pernah Diduga Memiliki Kehidupan?

Mengapa Venus Pernah Diduga Memiliki Kehidupan?
ilustrasi planet Venus (pexels.com/Zelch)
Intinya Sih
  • Venus dulu dianggap berpotensi dihuni karena ukurannya mirip Bumi, awan tebalnya menimbulkan imajinasi tentang lautan dan hutan tropis, serta dugaan adanya air purba di masa awal pembentukannya.
  • Penemuan gas fosfina pada 2020 sempat memunculkan harapan baru akan kemungkinan kehidupan mikroba di lapisan awan Venus yang lebih bersahabat dibandingkan permukaannya.
  • Riset terbaru dari Cambridge dan Chicago menunjukkan interior Venus mungkin terlalu kering sejak awal, membuat peluang keberadaan air dan kehidupan semakin kecil sepanjang sejarah planet itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Venus dikenal sebagai planet paling panas di Tata Surya. Suhu permukaannya bisa mencapai sekitar 475 derajat Celsius, cukup panas untuk melelehkan timbal. Atmosfernya juga sangat tebal, dipenuhi karbon dioksida dan awan asam sulfat, dengan tekanan sekitar 90 kali lebih besar dibandingkan Bumi. Kondisi seperti ini jelas tidak ramah bagi makhluk hidup.

Menariknya, para ilmuwan dulu justru pernah menganggap Venus sebagai salah satu kandidat terbaik tempat kehidupan di luar Bumi. Bahkan sebelum Mars menjadi fokus utama pencarian kehidupan, Venus sudah lebih dulu memicu rasa penasaran para astronom. Lantas, kenapa planet yang kini dijuluki "neraka" di Tata Surya itu pernah dianggap berpotensi dihuni?

1. Ukurannya sangat mirip dengan Bumi

Alasan pertama tentu karena Venus memiliki ukuran yang hampir sama dengan Bumi. Diameter Venus hanya sekitar 5 persen lebih kecil, sementara massanya juga tidak jauh berbeda. Kedua planet ini sama-sama termasuk planet berbatu dan memiliki gravitasi yang hampir setara.

Kesamaan tersebut membuat banyak ilmuwan pada awal abad ke-20 berpikir bahwa kondisi Venus mungkin tidak jauh berbeda dengan Bumi. Jika ukuran dan komposisinya mirip, bukankah masuk akal jika planet itu juga memiliki lautan, daratan, bahkan kehidupan?

Saat itu, belum ada teknologi yang mampu melihat permukaan Venus secara langsung. Yang terlihat dari teleskop hanyalah lapisan awan putih yang tebal, sehingga para ilmuwan hanya bisa membuat dugaan berdasarkan data yang sangat terbatas.

2. Awan tebal membuat banyak orang berimajinasi

Sebelum era wahana antariksa, awan Venus menjadi misteri besar. Karena permukaannya benar-benar tertutup awan, tidak ada seorang pun yang tahu apa yang tersembunyi di baliknya.

Banyak ilmuwan kala itu membayangkan Venus sebagai dunia yang hangat dan lembap, dipenuhi rawa-rawa luas serta hutan tropis yang lebat. Bahkan ada ilustrasi ilmiah yang menggambarkan dinosaurus atau makhluk asing hidup di permukaan Venus.

Sekarang ide tersebut memang terdengar aneh. Namun pada zamannya, hipotesis itu cukup masuk akal karena tidak ada bukti yang menunjukkan sebaliknya. Justru misteri awan tebal itulah yang memicu berbagai spekulasi tentang kemungkinan adanya kehidupan.

3. Ada dugaan Venus dulu memiliki lautan

Planet venus
ilustrasi planet Venus (pexels.com/Zelch)

Pandangan terhadap Venus mulai berubah ketika berbagai misi antariksa berhasil mengumpulkan data lebih rinci. Salah satu temuan penting berasal dari pengukuran rasio hidrogen dan deuterium di atmosfer Venus.

Data tersebut mengindikasikan bahwa Venus kemungkinan pernah memiliki air dalam jumlah jauh lebih banyak dibandingkan sekarang. Air itu diperkirakan menguap akibat suhu yang terus meningkat, lalu hidrogennya lepas ke luar angkasa selama miliaran tahun.

Beberapa model iklim yang dikembangkan NASA bahkan menunjukkan bahwa Venus mungkin pernah memiliki lautan dangkal dan suhu yang cukup nyaman selama hampir dua miliar tahun pada masa awal pembentukannya. Jika skenario tersebut benar, maka Venus memiliki waktu yang sangat panjang untuk memungkinkan munculnya kehidupan mikroba sederhana, sama seperti yang diduga pernah terjadi di Bumi purba.

4. Posisinya tidak terlalu jauh dari zona layak huni

Venus memang berada lebih dekat ke Matahari dibandingkan Bumi. Namun dahulu, banyak ilmuwan beranggapan bahwa jarak tersebut belum tentu membuat planet ini terlalu panas.

Mereka menduga awan tebal Venus dapat memantulkan sebagian besar sinar Matahari sehingga suhu permukaannya tetap stabil. Selain itu, beberapa simulasi menunjukkan bahwa pola daratan dan lautan di Venus purba mungkin membantu menjaga iklim tetap relatif sejuk.

Belakangan diketahui bahwa justru atmosfer karbon dioksida yang sangat tebal menyebabkan efek rumah kaca ekstrem. Panas Matahari terperangkap di atmosfer sehingga suhu Venus terus meningkat hingga mencapai kondisi yang kita lihat sekarang.

5. Penemuan fosfina sempat menghidupkan kembali harapan

Pada tahun 2020, Venus kembali menjadi sorotan dunia setelah tim peneliti melaporkan adanya gas fosfina di atmosfer planet tersebut. Di Bumi, fosfina umumnya dihasilkan oleh aktivitas mikroorganisme atau proses industri. Karena itulah, gas ini sering dianggap sebagai salah satu biosignature, yaitu petunjuk kimia yang bisa berkaitan dengan kehidupan. (Nature Astronomy, 2020)

Yang membuat penemuan ini semakin menarik adalah lokasi keberadaan fosfina tersebut. Gas itu diduga berada sekitar 50 kilometer di atas permukaan Venus, wilayah yang memiliki suhu dan tekanan jauh lebih bersahabat dibandingkan permukaannya. 

Hal ini memunculkan hipotesis bahwa jika memang ada kehidupan di Venus, kemungkinan besar makhluk tersebut bukan hidup di tanah, melainkan melayang di dalam lapisan awannya yang sangat tebal. Meski begitu, temuan fosfina hingga kini masih menjadi perdebatan. 

6. Penelitian terbaru justru membuat peluang kehidupan semakin kecil

Planet venus
ilustrasi planet Venus (pexels.com/Zelch)

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah penelitian terbaru mulai mengubah pandangan mengenai sejarah Venus. Studi dari University of Cambridge pada tahun 2024 menunjukkan bahwa bagian dalam Venus kemungkinan terlalu kering sejak awal pembentukannya. Jika benar demikian, planet ini mungkin tidak pernah memiliki cukup air untuk membentuk samudra seperti yang selama ini diperkirakan. (Nature Astronomy, 2024)

Penelitian lain dari University of Chicago juga menghasilkan kesimpulan serupa. Dari ribuan simulasi yang dilakukan, hanya sebagian sangat kecil yang menghasilkan Venus dengan kondisi layak huni pada masa awalnya. (Proceedings of the National Academy of Sciences, 2023)

Meski belum sepenuhnya menutup kemungkinan, hasil-hasil penelitian terbaru membuat banyak ilmuwan kini cenderung berpendapat bahwa Venus kemungkinan telah menjadi planet yang panas dan tidak bersahabat hampir sepanjang sejarahnya.

Jadi, alasan Venus pernah diduga memiliki kehidupan bukanlah sekadar imajinasi tanpa dasar. Kesamaan ukurannya dengan Bumi, kemungkinan adanya lautan purba, hingga penemuan gas fosfina sempat memberikan harapan bahwa planet tersebut mungkin pernah menjadi rumah bagi kehidupan. Walaupun bukti terbaru membuat peluang itu semakin kecil, Venus tetap menjadi salah satu planet paling misterius yang terus menarik perhatian para ilmuwan hingga sekarang.

Referensi 

Constantinou, T., Shorttle, O., & Rimmer, P. B. (2024). A dry Venusian interior constrained by atmospheric chemistry. Nature Astronomy, 9(2), 189–198. https://doi.org/10.1038/s41550-024-02414-5
ExplorersWeb. Diakses pada Juni 2026. Life Has Never Existed on Venus
Greaves, J. S., Richards, A. M. S., Bains, W., Rimmer, P. B., Sagawa, H., Clements, D. L., Seager, S., Petkowski, J. J., Sousa-Silva, C., Ranjan, S., Drabek-Maunder, E., Fraser, H. J., Cartwright, A., Mueller-Wodarg, I., Zhan, Z., Friberg, P., Coulson, I., Lee, E., & Hoge, J. (2020). Phosphine gas in the cloud decks of Venus. Nature Astronomy, 5(7), 655–664. https://doi.org/10.1038/s41550-020-1174-4
National Aeronautics and Space Administration. Diakses pada Juni 2026. NASA’s DAVINCI Explores Ten Mysteries of Venus
National Geographic. Diakses pada Juni 2026. Possible Sign of Life on Venus Stirs Up Heated Debate
Space. Diakses pada Juni 2026. Was Venus Alive? 'The Signs are Probably There'
The Planetary Society. Diakses pada Juni 2026. Life on Venus: Your Questions Answered
University of Cambridge. Diakses pada Juni 2026. Researchers Deal a Blow to Theory That Venus Once Had Liquid Water on Its Surface
Warren, A. O., & Kite, E. S. (2023). Narrow range of early habitable Venus scenarios permitted by modeling of oxygen loss and radiogenic argon degassing. Proceedings of the National Academy of Sciences, 120(11), e2209751120. https://doi.org/10.1073/pnas.2209751120

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More