Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Kucing Sering Mengendus Makanan sebelum Memakannya?
ilustrasi kucing mengendus makanan (unsplash.com/rozumna)
  • Kucing mengendus makanan sebagai naluri bertahan hidup untuk mengenali karakteristik aroma dan menilai ketertarikan terhadap makanan, meski penciuman tidak selalu menjamin keamanan makanan.

  • Aroma sangat memengaruhi nafsu makan kucing; makanan lama, basah yang mengering, terlalu dingin, serta bau mangkuk atau lingkungan ramai dapat membuatnya enggan makan.

  • Mengendus lalu meninggalkan makanan sesekali wajar, tetapi penolakan makan berulang disertai muntah, berat badan turun, atau kesulitan mengunyah perlu diperhatikan dan dikonsultasikan ke dokter hewan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kucing punya kebiasaan menarik saat diberi makan. Alih-alih langsung menyantap makanan yang sudah tersedia, mereka biasanya mendekatkan hidung ke mangkuk dan mengendusnya terlebih dahulu. Bahkan, ada kucing yang mengendus cukup lama sebelum akhirnya memutuskan untuk makan atau justru pergi begitu saja.

Perilaku ini bukan sekadar kebiasaan unik. Bagi kucing, aroma makanan merupakan salah satu informasi penting untuk menentukan apakah sesuatu layak dimakan. Indra penciuman membantu mereka mengenali makanan, menilai daya tariknya, sekaligus mendeteksi perubahan aroma yang mungkin menandakan adanya masalah. Lantas, kenapa kucing sering mengendus makanan sebelum memakannya?

1. Naluri bertahan hidup yang diwarisi dari nenek moyangnya

Meskipun sudah hidup bersama manusia selama ribuan tahun, kucing domestik masih mempertahankan sejumlah naluri dari nenek moyang liarnya. Salah satunya adalah kebiasaan memeriksa makanan sebelum menyantapnya.

Di alam liar, mengonsumsi mangsa yang sudah membusuk atau terkontaminasi dapat membahayakan kesehatan. Karena itu, kemampuan mengenali aroma makanan menjadi salah satu mekanisme yang membantu hewan menghindari makanan yang berpotensi berbahaya.

Indra penciuman berperan penting dalam perilaku pemilihan makanan pada kucing. Melalui aroma, kucing dapat mengenali karakteristik makanan sebelum memutuskan untuk mencicipinya. Namun, penciuman bukan jaminan bahwa kucing selalu mampu membedakan makanan yang aman dan berbahaya.

2. Aroma makanan berperan penting dalam merangsang nafsu makan

Bagi manusia, tampilan makanan sering kali menjadi daya tarik pertama. Sementara itu, kucing sangat mengandalkan aroma untuk mengenali makanan dan menentukan apakah makanan tersebut menarik untuk disantap.

Indra penciuman bekerja bersama indra pengecap dalam membentuk preferensi makanan. Aroma yang disukai dapat meningkatkan ketertarikan kucing, sedangkan bau yang asing atau kurang menyenangkan bisa membuatnya enggan makan.

Hal ini menjelaskan kenapa kucing terkadang menolak makanan yang terlihat masih bagus. Makanan kering yang terlalu lama disimpan, misalnya, dapat mengalami perubahan aroma. Begitu pula dengan makanan basah yang mulai mengering setelah dibiarkan di mangkuk. Perubahan tersebut mungkin tidak terlalu terasa bagi manusia, tetapi bisa memengaruhi ketertarikan kucing terhadap makanan.

3. Mengendus terlalu lama bisa menandakan keraguan

ilustrasi kucing mengendus makanan (pexels.com/Roman Odintsov)

Kucing yang mengendus makanan belum tentu tertarik untuk memakannya. Dalam beberapa penelitian mengenai preferensi makanan kucing, waktu mengendus yang lebih lama dikaitkan dengan keraguan atau penerimaan yang lebih rendah terhadap makanan tertentu. (Animals, 2026)

Ketika menemukan makanan baru, kucing mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mengenali aromanya. Mereka juga bisa mengendus berulang kali ketika makanan tersebut memiliki bau yang berbeda dari biasanya.

Selain itu, terdapat fenomena yang disebut olfactory habituation, yaitu berkurangnya respons terhadap aroma setelah terpapar bau yang sama secara berulang. Fenomena ini dapat memengaruhi bagaimana hewan merespons rangsangan penciuman.

Meski demikian, kebosanan terhadap aroma bukan satu-satunya alasan kucing kehilangan minat makan. Preferensi rasa, kondisi kesehatan, dan pengalaman sebelumnya dengan makanan juga turut berperan.

4. Suhu makanan dan kondisi lingkungan turut memengaruhi

Tidak semua kucing yang mengendus makanan lalu pergi berarti tidak menyukai rasanya. Terkadang, ada faktor lain yang membuat mereka enggan menyantap makanan tersebut.

Salah satunya adalah suhu makanan. Makanan basah yang baru dikeluarkan dari kulkas biasanya memiliki aroma yang tidak sekuat makanan bersuhu ruang. Akibatnya, sebagian kucing mungkin kurang tertarik untuk memakannya.

Kondisi mangkuk juga bisa berpengaruh. Bau sisa sabun pencuci, aroma plastik, atau mangkuk yang kurang bersih dapat mengubah pengalaman makan kucing. Beberapa kucing juga lebih nyaman menggunakan mangkuk lebar dan dangkal yang tidak banyak bersentuhan dengan kumisnya.

Selain itu, lingkungan yang terlalu ramai atau membuat kucing merasa terancam dapat mengganggu aktivitas makan. Kehadiran hewan lain, suara keras, maupun perubahan lokasi mangkuk bisa membuat kucing lebih waspada.

5. Bisa menjadi tanda masalah kesehatan jika terus menolak makan

Mengendus makanan kemudian meninggalkannya sesekali merupakan perilaku yang cukup umum, terutama ketika kucing sedang beradaptasi dengan makanan baru. Namun, kebiasaan ini perlu diperhatikan apabila disertai penurunan nafsu makan yang jelas.

Kucing yang mengalami masalah gigi atau gusi, misalnya, mungkin masih tertarik dengan aroma makanan, tetapi merasa kesakitan ketika mencoba mengunyahnya. Mual, gangguan penciuman akibat hidung tersumbat, serta penyakit lainnya juga dapat menyebabkan perilaku serupa.

Perhatikan apakah kucing menunjukkan gejala lain, seperti muntah, air liur berlebihan, berat badan menurun, atau kesulitan mengunyah. Jika kucing tidak mau makan sama sekali selama sekitar 24 jam, segera hubungi dokter hewan. Anak kucing dan kucing yang sedang sakit membutuhkan penanganan lebih cepat karena tidak makan dapat menimbulkan masalah serius.

6. Ada beberapa cara membuat makanan lebih menarik bagi kucing

ilustrasi kucing mengendus makanan (freepik.com/freepik)

Jika kucing sering mengendus makanan tetapi tampak kurang tertarik, ada beberapa penyesuaian sederhana yang bisa dicoba. Salah satunya adalah menyajikan makanan pada suhu ruang agar aromanya lebih mudah tercium.

Makanan basah juga bisa dihangatkan sedikit untuk meningkatkan aromanya. Pastikan suhunya tidak terlalu panas sebelum diberikan kepada kucing.

Selain itu, gunakan mangkuk yang bersih, cukup lebar, dan letakkan di area yang tenang. Hindari mengganti jenis makanan secara mendadak karena perubahan aroma, rasa, dan tekstur dapat membuat sebagian kucing menolak makan.

Jika ingin memperkenalkan makanan baru, lakukan secara bertahap selama beberapa hari dengan mencampurkannya ke makanan lama. Namun, apabila kucing terus menolak makan, sebaiknya hubungi dokter hewan untuk mengetahui penyebabnya.

Pada dasarnya, kebiasaan kucing mengendus makanan sebelum memakannya merupakan bagian dari cara mereka mengenali lingkungan dan menentukan pilihan makanan. Jadi, ketika kucing sibuk mencium isi mangkuknya, bisa jadi ia sedang mengumpulkan informasi penting sebelum memutuskan untuk makan.

Referensi

Companion Animal Psychology. Diakses pada Oktober 2026. Does Your Cat Sniff New Food?
Catster. Diakses pada Oktober 2026. Your Cat Isn’t Picky – Their Nose Is Just Bored
mycatjournal.com. Diakses pada Oktober 2026. Why Does My Cat Sniff His Food And Walk Away? Reasons And Expert Insights On Behavior
Pet Mojo. Diakses pada Oktober 2026. Why Cats Sniff Their Food But Don’t Eat It
The Economic Times. Diakses pada Oktober 2026. How Cats’ Sense of Smell Influences Their Appetite More Than Fullness
van der Vyver, Y., Paul, A., Blecker, C., & Danthine, S. (2026). Gaps and controversies in feline food palatability. Animals, 16(17), 2721. https://doi.org/10.3390/ani16172721

Curated For You

Editorial Team

Related Article