Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Menarik Achao, Kota Kecil dengan Gereja Kayu Bersejarah

5 Fakta Menarik Achao, Kota Kecil dengan Gereja Kayu Bersejarah
kota Achao di Chile (commons.wikimedia.org/Nicolás)
  • Achao adalah ibu kota Komune Quinchao di Kepulauan Chiloé, Chile, dengan permukiman pesisir yang dipengaruhi laut serta tradisi budaya Chilote berusia berabad-abad.
  • Gereja Santa María de Loreto de Achao, dibangun Yesuit sekitar 1730, termasuk salah satu gereja kayu tertua di Chile dengan struktur dari kayu lokal.
  • Gereja Achao masuk daftar 16 gereja kayu Chiloé sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2000, memadukan teknik pertukangan lokal, pengaruh Eropa, dan dekorasi Barok.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Achao merupakan sebuah kota kecil yang berada di Pulau Quinchao, bagian dari Kepulauan Chiloé di wilayah Los Lagos, Chile. Kota ini memiliki karakter khas kawasan kepulauan dengan permukiman yang berkembang di sekitar pesisir serta tradisi budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad. Salah satu daya tarik utamanya adalah warisan arsitektur kayu yang membuat Achao memiliki identitas berbeda dibandingkan banyak kota lain di Chile.

Di antara berbagai bangunan yang terdapat di kota ini, Gereja Santa María de Loreto de Achao menjadi salah satu yang paling penting. Gereha tersebut merupakan bagian dari 16 gereja kayu Chiloé yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2000. Berikut lima fakta menarik Achao, kota kecil dengan gereja kayu bersejarah.

  1. 1. Berada di pulau quinchao, kepulauan chiloé

    Kota Achao di Chile
    kota Achao di Chile (commons.wikimedia.org/Miguel Vieira)

    Achao merupakan ibu kota Komune Quinchao dan terletak di pulau dengan nama yang sama, yaitu Pulau Quinchao. Dilansir Chile Travel, lokasinya berada di Kepulauan Chiloé, sebuah kepulauan di lepas pantai selatan Chile yang terkenal dengan lanskap pesisir, pulau-pulau kecil, serta budaya Chilote yang khas. Dari Achao, sejumlah pulau di sekitarnya juga secara historis memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat setempat.

    Posisi Achao di kawasan kepulauan membuat laut menjadi bagian penting dari karakter kota. Permukimannya berkembang di dekat pesisir dan memiliki latar berupa perairan serta pegunungan di kejauhan. Kondisi geografis tersebut tidak hanya memengaruhi kehidupan masyarakat, tetapi juga terlihat dalam penempatan bangunan-bangunan tradisional yang memiliki hubungan kuat dengan laut.

  2. 2. Memiliki salah satu gereja kayu tertua di Chile

    Gereja Santa María de Loreto de Achao
    gereja santa maría de loreto de Achao (commons.wikimedia.org/David Stanley)

    Salah satu bangunan paling terkenal di Achao adalah Gereja Santa María de Loreto de Achao. Dilansir La Ruta de las Iglesias, gereja tiga nave ini mulai dibangun oleh para Yesuit sekitar tahun 1730 dan dianggap sebagai salah satu gereja tertua yang masih berdiri di Chile. Bangunan tersebut kemudian menjadi bagian penting dari warisan arsitektur keagamaan Chiloé.

    Gereja ini juga memiliki ukuran yang cukup mengesankan untuk sebuah bangunan di kota kecil, dengan panjang sekitar 46,3 meter dan lebar 14,3 meter. Bagian luarnya dilapisi sirap kayu, sementara struktur utamanya menggunakan kayu lokal seperti mañío dan cemara. Keberadaan bangunan tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat Chiloé memanfaatkan kayu sebagai material utama dalam pembangunan bangunan keagamaan,

  3. 3. Gerejanya masuk warisan dunia unesco

    Gereja Santa María de Loreto de Achao
    gereja santa maría de loreto de Achao (commons.wikimedia.org/Draceane)

    Gereja Achao merupakan salah satu dari 16 gereja di Kepulauan Chiloé yang masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Dilansir UNESCO World Heritage Centre, penetapan tersebut dilakukan pada tahun 2000 karena gereja-gereja ini dianggap sebagai contoh luar biasa dari arsitektur keagamaan berbahan kayu di Amerika Latin. Tradisi pembangunannya berawal dari misi keliling Yesuit pada abad ke-17 dan ke-18, kemudian dilanjutkan serta dikembangkan oleh kaum Fransiskan.

    Keistimewaan gereja-gereja Chiloé tidak hanya terletak pada usianya, tetapi juga pada perpaduan budaya yang terlihat dalam arsitekturnya. Teknik pertukangan masyarakat lokal berpadu dengan pengaruh arsitektur Eropa dan teknik pembuatan kapal yang telah berkembang di wilayah kepulauan tersebut. Gereja Achao menjadi salah satu contoh paling menonjol dari perpaduan budaya tersebut.

  4. 4. Arsitektur gerejanya memadukan tradisi lokal dan Eropa

    Gereja Santa María de Loreto de Achao
    gereja santa maría de loreto de Achao (commons.wikimedia.org/Diego Tirira)

    Gereja Santa María de Loreto memiliki karakter arsitektur yang cukup berbeda dari gereja-gereja batu yang umum ditemukan di Eropa. Hampir seluruh strukturnya memanfaatkan kayu, mulai dari kerangka bangunan hingga berbagai bagian interiornya. Teknik penyambungan kayu juga menunjukkan keterampilan para tukang kayu Chilote yang menggunakan pasak kayu pada bagian tertentu sebagai pengganti paku.

    Dilansir Chile Patrimonios, bagian interiornya bahkan memiliki dekorasi yang terinspirasi gaya Barok. Langit-langit, altar, dan kolom kayu dihiasi berbagai motif ukiran yang menunjukkan keterampilan pengrajin lokal. Perpaduan antara rancangan Eropa dengan teknik dan material setempat inilah yang membuat arsitektur gereja Achao menjadi bagian penting dari apa yang dikenal sebagai Sekolah Arsitektur Chilota.

  5. 5. Sejarah Achao telah berlangsung sejak masa pra-hispanik

    Kota Achao di Chile
    kota Achao di Chile (commons.wikimedia.org/Lin linao)

    Sejarah Achao ternyata jauh lebih tua daripada bangunan gerejanya. Kawasan ini telah dihuni sebelum kedatangan bangsa Eropa dan kemudian mengalami perubahan ketika sistem kolonial mulai berkembang di Kepulauan Chiloé. Proses evangelisasi menjadi salah satu tahap penting dalam sejarah Achao, terutama setelah pusat misi didirikan di kawasan tersebut pada abad ke-18.

    Pada akhir abad ke-18, permukiman Achao mulai memiliki bentuk yang lebih teratur dan tercatat memiliki sekitar 30 rumah. Seiring waktu, kawasan tersebut berkembang menjadi komunitas yang lebih besar dengan ratusan bangunan dan tetap mempertahankan sejumlah karakter arsitektur tradisional Chilote. Perkembangan tersebut membuat Achao menarik bukan hanya sebagai tempat dengan gereja bersejarah, tetapi juga sebagai contoh perkembangan permukiman tradisional di Kepulauan Chiloé.

    Achao merupakan kota kecil di Pulau Quinchao yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya jauh lebih besar daripada ukurannya. Gereja kayunya yang telah berdiri sejak abad ke-18, statusnya sebagai bagian dari Warisan Dunia UNESCO, serta arsitektur khas Chilote membuat kota ini memiliki daya tarik tersendiri. Perpaduan antara kehidupan kepulauan, sejarah panjang, dan warisan pertukangan kayu menjadikan Achao sebagai salah satu tempat menarik untuk mengenal budaya Chiloé dan Chile selatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More