Erupsi gunung berapi menghasilkan beragam material dengan ukuran yang berbeda-beda. Selain abu vulkanik dan bongkahan batu besar, ada pula lapili, yaitu butiran material vulkanik berukuran sekitar 2–64 milimeter. Material ini sering ditemukan di lereng gunung setelah erupsi, tetapi jarang dikenali karena bentuknya mirip kerikil biasa. Meski ukurannya relatif kecil, lapili terbentuk melalui proses yang berkaitan langsung dengan aktivitas letusan gunung berapi.
Keberadaan lapili juga tidak bisa dipisahkan dari setiap erupsi yang bersifat eksplosif. Bentuk, ukuran, hingga susunan endapannya dapat menggambarkan bagaimana material vulkanik terlontar dari dalam gunung selama letusan berlangsung. Karena itulah, lapili menjadi salah satu material vulkanik yang menarik untuk dipahami lebih jauh. Yuk, simak lima fakta lapili yang mungkin belum banyak diketahui berikut ini.
