Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Mamalia dengan Insting Adopsi Tertinggi di Dunia Hewan, Bikin Haru!
Gorila (pexels.com/Emilio)
  • Lima mamalia seperti gajah, gorila, paus, lumba-lumba, dan singa dikenal memiliki insting adopsi tinggi terhadap anak yatim piatu di kelompoknya.
  • Gajah dan gorila menunjukkan empati mendalam dengan merawat serta melindungi anak yang kehilangan induk, bahkan membentuk ikatan emosional kuat dalam kawanan mereka.
  • Paus, lumba-lumba, dan singa memperlihatkan pengasuhan kolektif; betina lain turut membantu menyusui dan menjaga anak bukan biologis demi kelangsungan hidup bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia hewan penuh dengan kekejaman, siapa yang lemah maka mereka akan disingkirkan tanpa pandang bulu. Tapi, 5 mamalia ini tidak membiarkan hal itu terjadi, khususnya pada anak-anak yang kehilangan induknya. Di mana anak-anak yang baru belajar hidup ini harus menjadi yatim piatu, terdengar menyedihkan, bukan?

Sayangnya, mamalia luar biasa ini dikenal dengan pribadinya yang ganas dan arogan, tanpa melihat lebih dalam betapa lembutnya mereka ketika dihadapkan pada anak-anak yang kehilangan induknya. Bisa dibilang mereka memiliki insting mengadopsi yang luar biasa. Jika anak singa kehilangan induknya, maka singa yang lain siap menyambut hangat dan menganggapnya seperti anak sendiri. Penasaran hewan apa saja? Berikut adalah daftar mamalia yang memiliki bisikan hati untuk mengadopsi anak lain.

1. Gajah

Gajah (pexels.com/Tomasz Dworczyk - Podróż za Milion Zdjęć)

Gajah adalah induk yang paling protektif di dunia hewan. Kawanan gajah betina dan anak-anaknya biasanya bepergian bersama dalam lingkaran, dengan anggota termuda berada di bagian dalam untuk melindungi diri dari predator. Jika satu anak menjadi yatim piatu, maka anggota kawanan lain akan mengadopsinya.

Gajah juga bisa berduka atas kematian sesamanya. Induk gajah yang berduka akan berperilaku murung selama berhari-hari sementara kawanan gajah lainnya membuat kuburan untuk gajah yang mati. Gajah betina mengumpulkan daun dan ranting untuk menutupi tubuh gajah yang telah meninggal. Bahkan bertahun-tahun kemudian, gajah-gajah telah diamati mengunjungi kembali tempat di mana salah satu dari mereka telah mati.

Melansir World Animal Protection, gajah di seluruh Thailand diburu dari induknya pada usia muda agar dapat dijual ke industri hiburan. Namun, di Suaka Gajah Boon Lott, semua gajah yang diselamatkan dari nasib ini dirawat oleh Panton, yakni gajah betina pemimpin suaka tersebut. Ia mengikuti naluri keibuannya yang kuat untuk mengasuh, melindungi, dan mengajari mereka bagaimana menjadi gajah lagi sehingga mereka dapat beradaptasi di rumah baru dan mulai pulih perlahan.

2. Gorila

Gorila (pexels.com/Guerrero)

Induk gorila memiliki ikatan yang kuat dan erat dengan anak-anaknya, dan gorila jantan dominan selalu ada untuk memimpin kelompok, memberikan perlindungan, dan memperhatikan semua anggota kelompok. Gorila betina biasanya melahirkan anak pertama sekitar usia 10 taun, dan pada saat itu mereka sepenuhnya berubah menjadi ibu yang protektif yang menghabiskan seluruh waktunya untuk merawat bayi yang baru lahir.

Naluri keibuan gorila memang tidak usah diragukan lagi, bahkan melansir Dian Fossey Gorilla Fund menjelaskan bagaimana kelompok gorila ini menjaga anak gorila yang yatim piatu. Pada saat itu gorila gunung muda bernama Urusobe menjadi yatim piatu setelah kematian ibunya, Ndamunbanzi. Ia akan berusia 3 tahun dan ini adalah usia yang rentan bagi gorila bayi, karena ini adalah periode di mana mereka belajar mandiri dari ibunya, namun masih bergantung pada perawatan ibu.

Dalam kelompok itu, ada gorila jantan tertua bernama Lisangna yang mengambil peran sebagai pengasuh utama Urubose. Selama beberapa minggu, keduanya tidak terpisahkan. Lisangna bahkan memastikan Urubose mengikuti pergerakan kelompok, merawatnya, dan memberikan kehangatan serta kenyamanan selama istirahat siang hari dan malam hari.

Tidak hanya Lisangna, gorila-gorila lain juga turut berkontribusi dalam merawat Uruobse. Misalnya, saudara gorila punggung hutamnya, Ubugeni dan gorila punggung perak termua, Wakawaka, juga terbukti menjadi pengasuh yang luar biasa bagi Urubose. Ditambah lagi nenek Urubose, Mugeni, dan Okapi, juga membantu dengan memberikan perawatan tambahan yang terpercaya untuknya.

3. Paus

Paus terdampar (commons.wikimedia/Bahnfrnd)

Paus masuk dalam daftar mamalia dengan insting keibuan paling tinggi di dunia air. Paus sperma, misalnya, menyusui anaknya selama lebih dari dua tahun, sebuah komitmen yang panjang di kerajaan hewan. Banyak spesies paus mempertahankan ikatan jangka panjang dengan anak-anak mereka.

Induk Orca Resident dan anak-anaknya tetap bersam sepanjang hidup mereka, bahkan setelah mereka memiliki keturunan sendiri. Induk hanya memiliki satu anak setiap lima tahun, dan induk mengawai anak-anaknya selama 24/7. Anak paus tidak tidur selama bulan pertama kehidupan mereka, jadi induknya juga tidak tidur. Sepanjang hidupnya, Orca Resident hanya akan berpisah dari induknya selama beberapa jam saja untuk mencari makan dan kawin.

Bentuk perawatan induk yang paling dikenal pada paus adalah ketika induk betina menempatkan anaknya di dekat sisinya saat berenang. Dalam posisi ini, yang disebut 'eselon', anak paus memanfaatkan gelombang yang dihasilkan induknya.

Meskipun induk betina merawat anak-anaknya sendiri, betina tertentu dalam kelompok tersebut juga dapat membantu untuk sementara waktu. Beberapa hipotesis dapat menjelasakan mengapa paus tertentu, termasuk paus sperma, paus beluga, dan paus pilot, melakukan perawatan alomaternal (perawatan yang diberikan oleh betina selain ibu kandung).

4. Lumba-lumba

ilustrasi lumba-lumba (pexels.com/HAMID ELBAZ)

Fakta mengejutkan datang dari lumba-lumba yang dikenal sebagai mamalia air paling sosial dan cerdas. Bukan hanya paus, lumba-lumba juga dinobatkan sebagai pengasuh luar biasa bagi anak-anak mereka sendiri, dan tentunya anak-anak dari induk lumba-lumba lain.

Melansir A-Z Animals, para peneliti telah melakukan pengamatan pada lumba-lumba betina yang membantu anak-anak yang bukan anak biologis mereka, terutama ketika induknya meninggal secara tiba-tiba. Tidak jarang lumba-lumba yatim piatu secara alami berintegrasi ke dalam lingkaran lumba-lumba betina lain. Selain induk angkat, lumba-lumba dewasa lainnya dalam kelompok tersebut juga berperan untuk membimbing dan melindungi anak-anaknya.

5. Singa

ilustrasi singa (unsplash.com/Zdeněk Macháček)

Di balik tampangnya yang sangar, singa adalah pengasuh terbaik untuk anak-anaknya. Pengasuhan anak singa merupakan upaya kolektif dalam kawanan singa. Ketika seekor singa betina melahirkan anak, anggota kawanan lainnya, termasuk saudara perempuannya dan singa jantan dominan, ikut serta dalam perawatan dan perlindungan anak-anak tersebut. Namun, karena singa betina sering melahirkan pada waktu yang bersamaan, mereka cenderung memprioritaskan anak-anak mereka sendiri, diikuti oleh anak-anak dari kerabat terdekatnya.

Singa betina menunjukkan perawatan keibuan yang luar biasa, menyusui anak-anaknya dan mengajarkan mereka keterampilan bertahan hidup. Induknya akan mengajari bagaimana cara mengintai, menerkam, dan berburu melalui interaksi bermain satu sama lain, ini adalah bagian dari mengasah naluri predator mereka.

Diketahui, singa membesarkan anak-anaknya secara komunal, dan singa betina juga menyusui anak-anak singa yang bukan miliknya. Pengasuhan ini memberikan perlindungan yang lebih baik dan akses yang lebih besar terhadap makanan. Dan secara alami, sistem ini juga berfungsi dengan baik jika seekor anak singa ditinggalkan tanpa singa. Di mana anak singa tersebut akan terus tinggal di kawanan, dan singa betina yang tersisa akan menjadi ibu pengganti bagi bayi yang kehilangan induknya.

Demikian 5 daftar mamalia tangguh yang punya insting keibuan luar biasa. Di balik reputasinya sebagai hewan yang ganas, hewan-hewan di atas adalah ibu terbaik bagi anak-anaknya, termasuk anak dari induk lain. Mereka rela menyusui, menjaga, dan mengasuh dengan baik jika ada anak yang kehilangan induknya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article