Gorila (pexels.com/Guerrero)
Induk gorila memiliki ikatan yang kuat dan erat dengan anak-anaknya, dan gorila jantan dominan selalu ada untuk memimpin kelompok, memberikan perlindungan, dan memperhatikan semua anggota kelompok. Gorila betina biasanya melahirkan anak pertama sekitar usia 10 taun, dan pada saat itu mereka sepenuhnya berubah menjadi ibu yang protektif yang menghabiskan seluruh waktunya untuk merawat bayi yang baru lahir.
Naluri keibuan gorila memang tidak usah diragukan lagi, bahkan melansir Dian Fossey Gorilla Fund menjelaskan bagaimana kelompok gorila ini menjaga anak gorila yang yatim piatu. Pada saat itu gorila gunung muda bernama Urusobe menjadi yatim piatu setelah kematian ibunya, Ndamunbanzi. Ia akan berusia 3 tahun dan ini adalah usia yang rentan bagi gorila bayi, karena ini adalah periode di mana mereka belajar mandiri dari ibunya, namun masih bergantung pada perawatan ibu.
Dalam kelompok itu, ada gorila jantan tertua bernama Lisangna yang mengambil peran sebagai pengasuh utama Urubose. Selama beberapa minggu, keduanya tidak terpisahkan. Lisangna bahkan memastikan Urubose mengikuti pergerakan kelompok, merawatnya, dan memberikan kehangatan serta kenyamanan selama istirahat siang hari dan malam hari.
Tidak hanya Lisangna, gorila-gorila lain juga turut berkontribusi dalam merawat Uruobse. Misalnya, saudara gorila punggung hutamnya, Ubugeni dan gorila punggung perak termua, Wakawaka, juga terbukti menjadi pengasuh yang luar biasa bagi Urubose. Ditambah lagi nenek Urubose, Mugeni, dan Okapi, juga membantu dengan memberikan perawatan tambahan yang terpercaya untuknya.