Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Fakta Unik Kilin, Barongsai Istimewa dan Makna di Baliknya

ilustrasi barongsai (unsplash.com/Tong Su)
ilustrasi barongsai (unsplash.com/Tong Su)

Tahun Baru Imlek atau Chinese New Year (CNY) akan jatuh pada Sabtu, 10 Februari 2024. Salah satu pertunjukan yang tidak pernah absen dari perayaan Imlek adalah barongsai (lion dance).

Barongsai ada banyak jenisnya, salah satunya adalah Kilin, yang kerap disebut sebagai barongsai spesial. Mengapa demikian?

1. Barongsai diyakini membawa keberuntungan dan bisa mengusir roh jahat

Barongsai adalah seni tradisional China yang diperkirakan sudah ada sejak 5.000 tahun yang lalu. Setiap kostum singa dikendalikan oleh dua orang. Yang satu mengatur gerakan kepala dan yang lainnya menjadi tumpuan di belakang.

Kesenian ini diiringi dengan bunyi genderang –perlambang detak jantung singa. Barongsai dipercaya membawa keberuntungan dan mampu mengusir roh jahat.

Dilansir Penn Lions, pertunjukan barongsai biasanya menceritakan kisah satu atau dua ekor singa yang menghadapi berbagai rintangan sebelum akhirnya mendapatkan benda yang bermakna. Puncaknya adalah “cai qing” yang bertujuan untuk menyebarkan keberuntungan ke penonton.

2. Di antara yang lain, Kilin adalah yang paling spesial

ilustrasi pengiring musik barongsai (commons.wikimedia.org/Cubbie n Vegas)
ilustrasi pengiring musik barongsai (commons.wikimedia.org/Cubbie n Vegas)

Bila diamati lebih dekat, Kilin memiliki karakteristik fisik yang berbeda dengan barongsai pada umumnya. Kilin tidak berbulu, tetapi memiliki sisik dengan badan berwarna hijau atau merah. Selain itu, jenggotnya panjang dan mempunyai empat kaki dengan cara berjalan yang berbeda-beda.

Karena dianggap sebagai tunggangan dewa, Kilin hanya dikeluarkan untuk acara keagamaan. Berbeda dengan barongsai yang ditampilkan di perayaan Imlek, pesta pernikahan, pembukaan bisnis, hingga festival sekolah.

3. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemain Kilin

Lincah dan energik saja tidak cukup. Pemain Kilin harus memenuhi syarat tertentu, seperti berusia minimal 15 tahun dengan tubuh yang proporsional serta memiliki kemampuan bela diri silat minimal sabuk merah. Ini diterapkan di Persatuan Gerak Badan (PGB) Bangau Putih, Bogor, Jawa Barat.

Selain itu, 15 hari sebelum pertunjukan mereka tidak diperbolehkan makan daging atau apa pun yang berasal dari binatang. Tujuannya untuk menjaga fisik dan mental agar tetap prima.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nena Zakiah
Achmad Fatkhur Rozi
Nena Zakiah
EditorNena Zakiah
Follow Us