Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Suhu di Broad Peak Bisa Sangat Ekstrem? Ini Penjelasannya
ilustrasi Gunung Broad Peak (pixabay.com/balouriarajesh)
  • Ketinggian Broad Peak 8.047 meter membuat suhu terus turun; dekat puncak umumnya berkisar -30 hingga -50 derajat Celsius, jauh lebih dingin dibanding permukaan laut.
  • Jet stream dan angin hingga lebih dari 200 kilometer per jam memicu wind chill, sementara pertemuan massa udara membuat cuaca berubah cepat, termasuk badai salju dan penurunan suhu drastis.
  • Musim panas tetap mencatat suhu puncak -25 hingga -30 derajat Celsius, sedangkan musim dingin bisa -60 derajat Celsius; perubahan iklim turut meningkatkan ketidakstabilan salju dan es.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Broad Peak dikenal sebagai salah satu gunung tertinggi sekaligus paling menantang di dunia. Gunung yang berada di Pegunungan Karakoram, perbatasan Pakistan dan China ini memiliki ketinggian mencapai 8.047 meter di atas permukaan laut, menjadikannya gunung tertinggi ke-12 di dunia.

Bagi para pendaki, Broad Peak bukan hanya terkenal karena jalurnya yang sulit, tetapi juga karena cuacanya yang sangat sulit diprediksi. Dalam hitungan jam, langit yang cerah bisa berubah menjadi badai salju dengan suhu yang turun drastis. Bahkan, pada musim pendakian sekalipun, suhu di dekat puncaknya dapat mencapai puluhan derajat di bawah nol. Lantas, mengapa suhu di Broad Peak bisa sangat ekstrem? Ternyata ada beberapa faktor alam yang saling berkaitan.

1. Ketinggian gunung membuat suhu terus menurun

Alasan utama mengapa Broad Peak sangat dingin adalah karena lokasinya yang berada di ketinggian lebih dari 8.000 meter. Semakin tinggi suatu tempat dari permukaan laut, semakin rendah pula suhu udaranya.

Dalam ilmu meteorologi dikenal istilah environmental lapse rate, yaitu penurunan suhu sekitar 6,5 derajat Celsius setiap kenaikan 1.000 meter di atmosfer. Karena Broad Peak menjulang hingga lebih dari 8 kilometer, suhu di puncaknya bisa lebih dari 50 derajat Celsius lebih dingin dibandingkan wilayah di permukaan laut pada kondisi cuaca yang sama.

Di base camp yang berada pada ketinggian sekitar 5.000 meter, suhu siang hari terkadang berkisar antara -10 hingga 10 derajat Celsius ketika matahari bersinar. Kemudian, saat malam tiba, udara bisa menjadi sangat dingin. Semakin mendekati puncak, suhu umumnya berada di kisaran -30 hingga -50 derajat Celsius.

2. Jet stream membuat udara terasa jauh lebih dingin

Broad Peak juga berada di jalur jet stream, yaitu aliran angin berkecepatan sangat tinggi yang bergerak di atmosfer bagian atas. Fenomena ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi para pendaki gunung-gunung tinggi di Karakoram.

Kecepatan angin di Broad Peak saat musim dingin bahkan dapat melampaui 200 kilometer per jam. Pada musim pendakian, angin kencang dengan kecepatan 60 hingga 90 kilometer per jam pun masih sering terjadi.

Angin tersebut memunculkan efek wind chill, yaitu kondisi ketika tubuh kehilangan panas jauh lebih cepat dibandingkan suhu udara sebenarnya. Misalnya, suhu udara -30 derajat Celsius bisa terasa seperti -50 derajat Celsius ketika diterpa angin kencang. Dalam kondisi seperti itu, risiko radang dingin (frostbite) maupun hipotermia meningkat hanya dalam waktu beberapa menit.

3. Pertemuan berbagai sistem cuaca membuat kondisi cepat berubah

ilustrasi Gunung Broad Peak (pixabay.com/yoshitaka2)

Pegunungan Karakoram menjadi tempat bertemunya beberapa sistem cuaca sekaligus. Dari utara datang udara dingin dan kering dari Asia Tengah, sementara dari selatan terdapat aliran udara lembap yang dipengaruhi angin muson Asia Selatan. Di lapisan atmosfer yang lebih tinggi juga terdapat massa udara dingin dari wilayah kutub.

Pertemuan berbagai massa udara tersebut membuat cuaca di Broad Peak sangat tidak stabil. Pendaki sering melaporkan bahwa pagi hari terasa cerah dan tenang, tetapi beberapa jam kemudian kawasan itu berubah menjadi badai salju dengan jarak pandang yang sangat terbatas. Perubahan suhu hingga sekitar 20 derajat Celsius dalam satu hari bukanlah hal yang aneh di gunung ini.

4. Siang hari bisa terasa hangat, malamnya membeku

Banyak orang mengira suhu di Broad Peak selalu sangat dingin sepanjang waktu. Faktanya, sinar matahari di ketinggian justru terasa sangat menyengat karena atmosfer yang lebih tipis membuat radiasi matahari lebih mudah mencapai permukaan.

Akibatnya, pada siang hari pendaki terkadang merasa cukup hangat, bahkan ketika berada di ketinggian sekitar 6.000 meter. Namun, begitu matahari terbenam, panas tersebut langsung menghilang dengan cepat karena udara pegunungan yang sangat kering sulit menyimpan panas.

Perbedaan suhu antara siang dan malam pun menjadi sangat besar. Itulah sebabnya pendaki harus mengenakan pakaian berlapis agar bisa menyesuaikan diri dengan perubahan suhu yang berlangsung cepat.

5. Musim sangat menentukan seberapa ekstrem suhunya

Sebagian besar ekspedisi Broad Peak dilakukan pada musim panas, yakni sekitar Juni hingga Agustus. Meski disebut musim panas, suhu di puncak gunung masih berkisar antara -25 hingga -30 derajat Celsius.

Kondisi akan jauh lebih ekstrem ketika musim dingin tiba. Suhu dapat turun hingga sekitar -60 derajat Celsius, disertai angin yang jauh lebih kencang dan badai salju yang lebih sering terjadi. Karena alasan itulah, pendakian musim dingin ke Broad Peak termasuk salah satu tantangan paling berat di dunia pendakian.

6. Perubahan iklim membuat kondisi semakin sulit diprediksi

ilustrasi Gunung Broad Peak (unsplash.com/Daniel Born)

Selain suhu ekstrem, perubahan iklim juga mulai memengaruhi kondisi Broad Peak. Peningkatan suhu di kawasan pegunungan tinggi Asia menyebabkan salju dan es menjadi lebih tidak stabil. Akibatnya, risiko longsoran salju basah (wet avalanche) maupun runtuhan batu meningkat, terutama ketika suhu naik secara tiba-tiba. Meski perubahan iklim tidak membuat Broad Peak menjadi lebih dingin, kondisi cuaca yang semakin tidak menentu membuat waktu pendakian yang aman menjadi semakin sempit.

Suhu ekstrem di Broad Peak bukan hanya disebabkan oleh ketinggiannya, tetapi juga oleh angin kencang dan perubahan cuaca yang sangat cepat. Itulah mengapa gunung ini dikenal sebagai salah satu gunung paling menantang di dunia. Karena itu, setiap pendakian membutuhkan persiapan yang matang dan perhitungan cuaca yang tepat.

Referensi

ExplorersWeb. The Hazards of a Hot, Dry Season on Broad Peak
Khabarhub. Beyond Broad Peak: Climate Change and New Avalanche Threat
Satori Adventures. Broad Peak Expedition FAQs
SummitClub. Broad Peak Expedition

Curated For You

Editorial Team

Related Article