Tentakel Gurita (unsplash.com/Dear Sunflower)
Tahukah kamu bahwa tidak semua hewan darahnya berwarna merah, ini bukan karena mereka tidak memiliki darah, melainkan seleksi alam telah merekayasa invertebrata berdarah biru, reptil berdarah hijau, dan ikan dengan cairan transparan di pembuluh darah mereka. Berikut adalah deretan hewan yang berwarna darahnya tidak berwarna merah:
Selain merah, biru mungkin merupakan warna darah paling umum di kerajaan hewan, itulah sebabnya kami mengelompokkan tiga kelompok hewan yang lebih besar ke dalam entri ini. Krustasea seperti lobster, moluska seperti siput, dan bivalvia seperti kerang dan tiram semuanya memiliki darah biru.
Melansir A-Z Animals, makhluk-makhluk ini menggunakan sistem transpotasi oksigen yang disebut hemosianin. Protein ini berubah menjadi biru ketika membawa oksigen, sehingga darah makhluk-makhluk ini tampak biru.
Hewan seperti siput dan lobster juga memiliki sistem peredaran darah terbuka, artinya darah mereka tidak terbungkus dalam pembuluh darah. Bivalvia seperti kerang dan scallop memiliki satu jantung dengan dua katup.
Kadal berdarah hijau juga memiliki darah yang bukan berwarna merah. Prasinohaema adalah genus kadal yang dicirikan oleh darahnya yang berwarna hijau. Warna hijau terebut merupakan hasil dari penumpukan pigmen empedu biliverdin yang berlebihan.
Faktanya, hewan seperti kadal pohon hijau memiliki begitu banyak pigmen hijau dalam sistem tubuhnya sehingga menutupi warna merah tua yang cemerlang dari sel darah merah.
Beberapa spesies cacing laut mengeluarkan darah berwarna ungu, bukan merah. Menurut Taxonomy Australia, spesies seperti cacing kacang menggunakan proten berpigmen yang dikenal sebagai hemerythrin, untuk membantu mengangkut oksigen dalam darah.
Hemerythrin yang terdeoksigenasi tidak berwarna, tetapi begitu darah menyerap oksigen, warnanya berubah menjadi ungu, sehingga cacing laut memiliki darah dengan warna yang benar-benar unik.
Cacing kacang adalah hewan bentik yang dapat ditemukan di berbagai habitat laut. Namun, mereka biasanya menghuni perairan dangkal dan membuat liang di lumpur atau pasir. Cacing kacang biasanya menyatu dengan lingkungannya, sehingga mungkin slit untuk dilihat.
Teripang adalah hewan laut lain yang darahnya bukan berwarna merah. Echinodermata ini adalah pemakan dasar laut yang menggunakan beberapa baris kaki tabung untuk memakan alga dan organisme mati lainnya dari dasar laut.
Teripang memiliki tubuh lunak dan memanjang yang warnanya bervariasi dari hitam atau cokelat hingga merah, biru, atau hijau. Mereka hidup di linkungan laut di seluruh dunia dan memiliki darah berwarna kuning.
Melansir A-Z Animals, warna aneh itu disebabkan oleh konsentrasi tinggi pigmen kuning yang disebut vanabin. Belum sepenuhnya jelas apa peran vanabin pada teripang, karena pigmen tersebut tampaknya tidak membantu dalam transpotasi oksigen.
Ikan es buaya hidup di Samudra Selatan di sekitar Antartika. Mereka mampu bertahan hidup di suhu yang sangat dingin yang akan membunuh sebagian besar makhluk lain. Melansir How Stuff Works, ikan es buaya sering ditemukan di bagian laut di mana suhu dapat turun hingga serendah 28,5 derajat Fahrenheit (1,9 derajat Celcius).
Mereka mampu bertahan hidup di cuaca dingin ekstrem sebagian karena kekurangan sel darah merah dan hemoglobin. Darah dengan jumlah sel darah merah yang tinggi akan menjadi kental dan sulit diedarkan pada suhu sedingin itu.
Sebaliknya, ikan es buaya menyerap oksigen langsung dari air laut yang dingin dan mengirimkannya ke aliran darah mereka. Karena kekurangan hemoglobin, darah mereka berupa cairan tak berwarna. Oksigen yang diserap dari air mengalir ke seluruh tubuh ikan melalui plasmanya.
Gurita merupakan makhluk laut luas biasa yang dikenal karena kecerdasannya dan delapan lengannya yang fleksibel. Salah satu fakta mengejutkan tentang mereka adalah mereka memiliki darah biru. Darah mereka berwarna biru karena mengandung protein yang disebut hemosianin, yang mengandung tembaga. Protein ini membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh mereka, terutama di perairan dingin dan dalam tempat banyak gurita hidup.
Tembaga dalam hemosianin berubah menjadi biru ketika berikatan dengan oksigen, sama seperti zat besi dalam hemoglobin kita yang berubah menjadi merah. Darah biru khusus ini memungkinkan gurita untuk bertahan hidup dan berkembang di lingkungan yang mungkin menantang bagi hewan lain.