Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Micin Terbuat dari Apa? Ini Bahan dan Proses Pembuatannya

micin
ilustrasi micin (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Micin terbuat dari bahan alami seperti tebu, singkong, atau jagung yang diproses hingga menghasilkan kristal putih bernama MSG (Monosodium Glutamat).
  • Proses pembuatannya melibatkan fermentasi bahan alami seperti pati, tebu, bit gula, atau molase.
  • MSG aman dikonsumsi dalam batas wajar dan tidak berbahaya menurut badan kesehatan dunia seperti FDA (AS), EFSA (Eropa), hingga WHO.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Micin sudah lama jadi bumbu andalan untuk menambah cita rasa pada berbagai masakan. Meski begitu, bumbu yang satu ini sering menimbulkan rasa penasaran dan bahkan salah kaprah. Itu karena sebagian orang mengira micin identik dengan bahan kimia berbahaya. Padahal, micin punya sejarah panjang dan proses pembuatan yang menarik untuk diketahui.

Micin terbuat dari apa, ya? Jawabannya mungkin tidak seperti yang kamu bayangkan. Pasalnya, micin sebetulnya berasal dari bahan alami seperti tebu, singkong, atau jagung yang diproses hingga menghasilkan kristal putih bernama MSG (Monosodium Glutamat). Proses produksinya melibatkan fermentasi khusus sehingga menghasilkan rasa umami. Nah, daripada terus penasaran, yuk, simak penjelasan lengkapnya!

Micin terbuat dari apa?

Micin atau MSG (monosodium glutamate) terbuat dari dua komponen utama, yaitu glutamat dan natrium. Glutamat sendiri adalah salah satu asam amino yang secara alami ada di dalam tubuh dan juga terkandung di berbagai bahan makanan, seperti daging, ikan, telur, susu, tomat, jagung, hingga kacang-kacangan. Sementara itu, natrium adalah mineral yang juga dikenal sebagai bagian dari garam.

Dalam proses pembuatannya, micin biasanya diproduksi melalui fermentasi bahan alami seperti pati, tebu, bit gula, atau molase. Hasil fermentasi ini menghasilkan bubuk putih tanpa bau yang mirip dengan garam dapur sehingga bisa digunakan langsung ke makanan.

Glutamat pada micin berfungsi untuk mengaktifkan reseptor rasa umami di lidah. Jadi, meskipun sering dianggap sebagai bahan tambahan, sebenarnya komponen utama micin berasal dari zat alami yang juga bisa ditemukan dalam banyak makanan sehari-hari.

Proses pembuatan MSG

micin
ilustrasi micin (commons.wikimedia.org/Onlymyself65536)

Micin diproduksi melalui proses fermentasi yang mirip dengan cara membuat yoghurt, keju, cuka, atau wine. Bahan dasarnya biasanya berasal dari tebu, pati singkong, molase, atau bit gula. Dari bahan tersebut, diambil glukosa yang kemudian difermentasi menggunakan mikroba khusus.

Selama fermentasi, mikroba mengonsumsi glukosa dan menghasilkan asam glutamat. Asam glutamat ini lalu dinetralkan dengan natrium hidroksida sehingga terbentuk larutan MSG. Setelah itu, larutan tersebut melalui proses pemurnian seperti penyaringan dan dekolorisasi agar lebih bersih, lalu dikristalkan menggunakan penguap. Hasil akhirnya, kristal MSG berbentuk bubuk putih tanpa bau yang biasa kini dikenal sebagai micin.

Menariknya, proses ini terbilang ramah lingkungan karena produk samping dari fermentasi dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk untuk tanaman, termasuk tebu yang menjadi bahan baku awal. Jadi, pembuatan MSG tidak hanya menghasilkan penyedap rasa, tapi juga mendukung siklus bio alami berkelanjutan.

Apakah MSG aman untuk dikonsumsi?

MSG sempat mendapat reputasi buruk sejak 1960-an setelah muncul istilah Chinese Restaurant Syndrome. Saat itu, banyak orang mengaitkan MSG dengan gejala seperti sakit kepala atau mual. Namun, penelitian saat itu banyak kelemahannya, misalnya jumlah sampel terlalu kecil atau penggunaan dosis MSG yang sangat tinggi, jauh di atas konsumsi normal sehari-hari.

Seiring berjalannya waktu, berbagai riset lebih besar dan valid menunjukkan bahwa MSG tidak menyebabkan efek kesehatan serius. Badan kesehatan dunia seperti FDA (AS), EFSA (Eropa), hingga WHO sudah menegaskan bahwa MSG aman dikonsumsi dan masuk kategori generally recognized as safe (GRAS). Selama digunakan dalam jumlah wajar, MSG tidak berbahaya dan bisa jadi penyedap rasa yang aman.

Itulah penjelasan micin terbuat dari apa dan proses pembuatannya. Menariknya, micin berasal dari bahan alami yang aman buat dikonsumsi sehari-hari, lho.

FAQ seputar micin terbuat dari apa

  1. Apa itu micin?

    Micin adalah penyedap rasa berbahan utama monosodium glutamat (MSG).

  2. Micin terbuat dari apa?

    Micin dibuat dari hasil fermentasi tebu, singkong, atau pati jagung menggunakan bakteri tertentu.

  3. Apakah micin mengandung bahan kimia berbahaya?

    Tidak, MSG merupakan senyawa alami dari asam glutamat yang aman dikonsumsi dalam batas wajar.

Referensi

"What is MSG and How is it Made?" Ajinomoto. Diakses Agustus 2025.

"Questions and Answers on Monosodium glutamate (MSG)". U.S. Food & Drug Administration. Diakses Agustus 2025.

"What is MSG? All You Need to Know". Healthline. Diakses Agustus 2025.

"Monosodium Glutamate (MSG): What It Is, And Why You Might Consider Avoiding Foods That Contain It". Harvard Health Publishing. Diakses Agustus 2025.

Zanfirescu, Anca, dkk. “A Review of the Alleged Health Hazards of Monosodium Glutamate.” Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety 18, no. 4 (May 8, 2019): 1111–34.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us