Comscore Tracker

7 Bencana Banjir Terparah di Dunia, Banjir Jakarta Semoga Tidak

Apakah ada Indonesia di dalam daftar ini?

Di musim penghujan seperti sekarang, banyak kita temui pemberitaan soal banjir yang terjadi di berbagai kota. Ada banyak penyebab banjir, seperti curah hujan yang sangat tinggi, saluran drainase yang buruk, bendungan yang jebol atau hutan yang pohonnya ditebang sehingga tanah tidak bisa menyerap air dengan baik.

Di antara semua peristiwa banjir yang terjadi di seluruh dunia, mana kasus banjir yang paling parah? Ketahui lebih dalam lewat artikel berikut ini!

1. Banjir Johnstown

7 Bencana Banjir Terparah di Dunia, Banjir Jakarta Semoga Tidak tribdem.com

Pada 31 Mei 1889, bendungan di Danau Conemaugh, Pennsylvania hanyut setelah dilanda hujan lebat selama beberapa hari, terang laman History.com. Akibatnya, 16 juta ton air lepas ke pemukiman penduduk.

Bukan hanya membawa air, tetapi lumpur dan puing-puing pun ikut hanyut. Apa yang terjadi setelahnya?

Banjir ini pun menghancurkan 1.600 bangunan dan menewaskan 2.200 orang! Selain itu, tak sedikit orang yang luka-luka dan mengungsi akibat kehilangan tempat tinggal.

Banyak pihak yang menyalahkan bendungan yang kurang terawat sebagai pemicu utama banjir. Kejadian ini pun tak pernah dilupakan karena masifnya kerusakan yang ditimbulkan.

2. Banjir Grote Mandrenke

7 Bencana Banjir Terparah di Dunia, Banjir Jakarta Semoga Tidak De Agostini /Biblioteca Ambrosiana/Getty Images

Banjir Grote Mandrenke punya julukan lain, yakni banjir Saint Marcellus. Ini adalah salah satu banjir terparah yang pernah terjadi karena menewaskan 25 ribu orang!

Banjir ini terjadi pada 15-17 Januari 1362 yang terjadi di beberapa negara di Eropa sekaligus. Kerusakan paling parah terjadi di Denmark, Belanda dan Jerman, ungkap History.com.

Apa penyebab banjir Grote Mandrenke? Tak lain dan tak bukan adalah badai ganas di Laut Utara. Efeknya dahsyat, yakni membuat pohon, bangunan dan menara gereja rata dengan tanah! Pemicu utamanya adalah topan ekstratropis yang intens yang terjadi bersamaan dengan fase bulan baru. Tak terbayangkan betapa seramnya!

3. Banjir Arno

7 Bencana Banjir Terparah di Dunia, Banjir Jakarta Semoga Tidak nytimes.com

Beranjak ke Italia, banjir ganas pernah terjadi di wilayah Arno di Florence. Tepatnya, pada 4 November 1966 silam. Akibat hujan deras, sungai Arno meluap dan membuat 68 miliar liter air dan material lumpur menyerbu seluruh kota. Sedihnya, perpustakaan peninggalan era Renaissance rusak dan membuat 1,5 juta buku tenggelam!

Berapa banyak orang yang tewas akibat banjir Arno? Setidaknya, ada 101 orang yang meninggal karena banjir ini. Selain itu, ada 5.000 keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan 6.000 toko tutup, membuat perekonomian di kota ini lumpuh. Berdasar catatan sejarah, ini adalah banjir terparah yang pernah terjadi di Florence sejak tahun 1557.

4. Banjir di bagian tengah dan timur Tiongkok

7 Bencana Banjir Terparah di Dunia, Banjir Jakarta Semoga Tidak chinadialogue.net

Banjir parah juga pernah terjadi di Tiongkok, tepatnya di bagian tengah dan timur. Banjir yang terjadi antara bulan Juli-November 1931 ini disebabkan oleh sungai Yangtze–Huai yang meluap. Tahukah kamu, berapa orang yang tewas akibat banjir ini? Diperkirakan, total korban jiwa adalah sekitar 422.499 orang!

Kebanyakan, korban tewas akibat kelaparan dan penyakit yang disebabkan oleh banjir. Penyakit yang terjadi bervariasi, mulai dari tipus, disentri dan kolera, ungkap laman History.com. Karena cakupan area yang sangat luas, sekitar 25 juta orang terdampak banjir, 150 ribu orang tenggelam dan 782.189 orang mengungsi.

Baca Juga: 5 Cara Sederhana Cegah Air Banjir Genangi Pemukiman dan Dalam Rumah

5. Banjir lembah sungai Indus

7 Bencana Banjir Terparah di Dunia, Banjir Jakarta Semoga Tidak geolt14.com

Pakistan juga pernah mengalami banjir yang parah. Awalnya, gempa bumi terjadi dan memicu tanah longsor lereng Nanga Parbat, puncak Himalaya, terang laman History.com. Batuan yang jatuh dari lereng ini menghalangi aliran Sungai Indus. Lama-kelamaan, terjadi banjir yang luar biasa dengan kecepatan 540.000 meter kubik per detik.

Menurut laman United States Geological Survey, 21 juta orang terdampak, 10 juta orang kehilangan tempat tinggal dan menewaskan sekitar 1.800 orang. Banjir di lembah sungai Indus ini terjadi pada tahun 1841, hampir dua abad yang lalu. Namun, bencana traumatis ini tidak pernah bisa dilupakan dan menjadi salah satu banjir yang paling mematikan.

6. Banjir sungai Mississippi

7 Bencana Banjir Terparah di Dunia, Banjir Jakarta Semoga Tidak louisianafolklife.org

Amerika Serikat juga pernah mengalami banjir parah yang terjadi di tahun 1927. Awalnya, terjadi hujan yang sangat deras pada musim panas di tahun 1926.

Lalu, di bulan September, anak sungai Mississippi di Kansas dan Iowa meluap. Natal tahun 1926 berubah jadi mimpi buruk karena ketinggian air mencapai 17,1 meter!

Area yang tergenang sangat luas, yaitu 70 ribu km2 dengan kedalaman rata-rata 9 meter. Diperkirakan, ada lebih dari 500 orang tewas, 700 ribu orang kehilangan tempat tinggal dan menimbulkan kerugian US$1 miliar. Jika dikonversi ke kurs US Dollar di tahun 2007, kerugian ini mencapai US$1 triliun!

7. Banjir sungai Kuning

7 Bencana Banjir Terparah di Dunia, Banjir Jakarta Semoga Tidak disasterhistory.org

Banjir parah kembali terjadi di Tiongkok, tepatnya di sungai Kuning pada tahun 1938. Yang mengejutkan, banjir ini diciptakan oleh Pemerintah Nasionalis selama masa Perang Sino-Jepang Kedua. Tujuannya untuk melumpuhkan pasukan tentara Jepang. Yep, banjir ini memang sengaja diciptakan, bukan terjadi secara alami.

Banjir pun berimbas ke warga sipil, bukan hanya kalangan militer dan elit politik yang berseteru. Diperkirakan, 800.000 orang meninggal akibat tenggelam, kelaparan dan penyakit serta membuat 4 juta orang mengungsi. Tak terhitung berapa rumah dan bangunan yang rusak dan hancur akibat banjir mengerikan ini.

Nah, itulah 7 banjir paling parah yang pernah terjadi di seluruh dunia. Meski Indonesia tidak ada dalam daftar, kita harus tetap waspada, ya!

Baca Juga: Ini Investasi yang Berguna pada Musim Hujan dan Banjir

Topic:

  • Nena Zakiah
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya