Comscore Tracker

Seperti Apa Poop atau Kotoran Kucing yang Sehat? Ini Ciri-cirinya

Yuk, pantau setiap hari!

Membersihkan kotak pasir bukanlah kegiatan favorit para pemilik kucing. Akan tetapi, kita harus melakukannya meski harus sambil menutup hidung lalu mencuci tangan berulang kali.

Pernahkah kamu mengamati bentuk dan warna kotoran kucing? Seperti apa yang dikategorikan sehat dan seperti apa yang merupakan pertanda masalah kesehatan? Cek ciri-ciri kotoran kucing yang sehat di sini!

1. Teksturnya seperti tanah liat

Mengutip Hill's Pet, kotoran kucing yang sehat umumnya mudah dibentuk seperti tanah liat. Tidak terlalu keras dan tidak terlalu lunak.

Kotoran yang terlalu keras adalah pertanda sembelit atau konstipasi. Dilansir PetMD, kucing yang sehat akan buang air besar setiap 24–36 jam, sedangkan yang sembelit akan buang air besar setiap 48–72 jam.

Jika kotorannya tidak berbentuk dan encer dengan jumlah dan frekuensi yang meningkat, mungkin itu adalah diare. Penyebabnya banyak, seperti pemberian makanan tertentu, terinfeksi bakteri, virus, atau cacing, serta mengonsumsi sesuatu yang beracun.

2. Berwarna cokelat tua

Seperti Apa Poop atau Kotoran Kucing yang Sehat? Ini Ciri-cirinyailustrasi kucing makan (pixabay.com/saelanlerez)

Perhatikan juga warnanya. Kotoran kucing yang sehat warnanya cokelat tua. Apabila kotoran kucing berwarna kehitaman, itu pertanda adanya darah dalam tinja.

Bagaimana kalau kotorannya berwarna cokelat muda atau pucat? Biasanya, makanan tinggi serat menghasilkan tinja yang berwarna terang walaupun bisa juga menandakan adanya masalah hati atau pankreas.

3. Tidak banyak bulunya

Seperti Apa Poop atau Kotoran Kucing yang Sehat? Ini Ciri-cirinyailustrasi grooming (pixabay.com/GoranH)

Kita semua tahu kalau kucing "mandi" dengan menjilati bulunya. Perilaku ini disebut sebagai grooming. Mengutip TexVetPets, kucing yang sehat menghabiskan waktu 30–50 persen untuk grooming.

Karena dijilat, tidak heran kalau bulunya masuk ke saluran pencernaan dan dikeluarkan bersama tinja. Sedikit bulu di kotoran masih tergolong wajar. Namun, jika terdapat banyak bulu dalam kotoran kucing, itu merupakan pertanda over-grooming.

Baca Juga: Panduan Memilih Penitipan Kucing saat Kamu Libur Panjang

4. Tidak ada cacingnya

Menurut Travis Arndt, direktur Animal Medical Center of Mid-America, cacing yang paling umum ditemukan pada kucing adalah cacing pita (tapeworm), cacing tambang (hookworm), dan cacing gelang (roundworm).

Namun, yang paling sering dijumpai di kotoran kucing adalah cacing pita yang bentuknya seperti sebutir beras. Kucing terinfeksi dari hewan pengerat yang berkutu yang memiliki cacing di dalam tubuhnya.

Kucing yang cacingan nafsu makannya meningkat namun berat badannya turun. Untuk pencegahan, berikan obat cacing setiap 3 bulan atau 4 kali dalam setahun.

5. Bentuknya lonjong

Bentuk kotoran kucing yang sehat harus lonjong seperti kayu gelondongan. Jika bentuknya bulat seperti bola kecil atau kerikil, mungkin itu pertanda dehidrasi atau kurang minum air.

Dilansir Animal Medical Center of Chicago, kucing yang status hidrasinya kurang bisa mengalami penyakit ginjal di kemudian hari. Agar kebutuhan airnya terpenuhi, tempatkan beberapa mangkuk air di seluruh penjuru rumah atau gunakan water fountain.

Nah, itulah beberapa ciri-ciri kotoran kucing yang sehat. Walau sedikit jijik, selalu pantau kotorannya, ya!

Baca Juga: Penglihatan Kucing versus Manusia, Mana yang Lebih Superior?

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya