ilustrasi kucing sedang duduk (unsplash.com/Janan)
Sesuai dengan namanya, hipertiroidisme disebabkan oleh produksi hormon tiroid yang berlebihan. Pada kucing, kondisi ini bisa jadi membahayakan karena produksi hormon tiroid yang berlebih dapat meningkatkan metabolisme kucing sekaligus memberikan tekanan pada sejumlah organ vital, seperti jantung, ginjal, dan hati. Dibandingkan dengan kucing yang masih kecil, penyakit ini lebih umum ditemukan pada kucing berusia lanjut.
Gejalanya meliputi muntah, diare, penurunan berat badan, peningkatan frekuensi buang air kecil, bulu kering, dan perubahan nafsu makan. Untungnya, hipertiroidisme bisa diobati. Terdapat tiga metode pengobatan yang dapat dilakukan, seperti pembedahan, penggunaan obat antitiroid, hingga terapi radioaktif. Meski begitu, terapi radioaktif menjadi pilihan populer karena risikonya yang rendah, tetapi memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.
Salah satu fase paling berat bagi pemilik hewan peliharaan ialah saat melihat kucing atau hewan kesayangan sakit, terutama jika sakit yang diderita cukup kronis yang sulit untuk disembuhkan. Untuk itu, penting bagi pemilik hewan melindungi kucing kesayangan. Kamu perlu memastikan asupan makanan yang sehat, menjauhkan kucing dari hewan liar, hingga melakukan tes kesehatan dan vaksinasi secara teratur. Jangan lupa berkonsultasi dengan dokter hewan saat anabul menunjukkan gejala sakit, ya! Dengan begitu, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan selanjutnya.