Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Perawatan Wajib untuk Anak Anjing yang Baru Diadopsi
ilustrasi anak anjing (pexels.com/freestocks.org)
  • Setelah mengadopsi anak anjing, pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi awal wajib dilakukan untuk memastikan kondisi tubuhnya sehat serta terlindungi dari penyakit menular.
  • Pemilik perlu memberikan pola makan bergizi seimbang dengan porsi sesuai usia dan berat badan agar pertumbuhan otot, tulang, serta organ berjalan optimal.
  • Anak anjing butuh lingkungan aman, nyaman, serta pelatihan dasar dan sosialisasi sejak dini supaya tumbuh percaya diri, ramah, dan mudah beradaptasi di rumah barunya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengadopsi anak anjing memang menjadi keputusan yang membahagiakan, sekaligus membawa tanggung jawab besar untuk pemiliknya. Pada masa awal-awal adaptasi, anak anjing memerlukan perhatian khusus agar bisa tumbuh sehat dan tetap merasa aman di lingkungan barunya.

Perawatan yang tepat sejak awal bisa mempengaruhi kondisi kesehatan fisik perkembangan perilaku, hingga ikatan emosional antara anjing dan pemiliknya. Oleh sebab itu, ketahuilah beberapa perawatan wajib berikut ini yang harus diberikan pada saat baru saja mengadopsi anak anjing.

1. Pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi

ilustrasi dokter hewan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Langkah pertama yang harus dilakukan setelah mengadopsi anak anjing adalah dengan membawanya ke dokter hewan untuk dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi adanya penyakit bawaan, parasit, hingga gangguan kesehatan lain yang mungkin tidak terlihat secara kasat mata.

Dokter hewan biasanya akan mulai menyusun jadwal vaksinasi yang disesuaikan dengan usia dan juga kondisi anak anjing. Vaksinasi merupakan langkah penting untuk memproteksinya dari risiko penyakit menular yang dapat membahayakan nyawa, terutama pada anak anjing yang memang masih memiliki sistem imunitas lemah.

2. Pola makan dan nutrisi seimbang

ilustrasi anak anjing (pexels.com/Caio)

Anak anjing memerlukan asupan nutrisi yang seimbang untuk bisa mendukung pertumbuhan otot, tulang, dan juga organ tubuhnya. Sebaiknya pilihlah makanan khusus untuk anak anjing yang mengandung lemak, protein, vitamin, dan mineral yang sesuai dengan kebutuhannya.

Pemberian makanan sebaiknya dapat dilakukan secara teratur dengan porsi yang disesuaikan dengan usia dan juga berat badan. Hindari memberi makanan manusia secara sembarangan karena hal tersebut bisa mengganggu pencernaan dan juga menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.

3. Lingkungan yang aman dan nyaman

ilustrasi anak anjing (pexels.com/대정 김)

Pada masa awal adaptasi, anak anjing ternyata memerlukan ruang yang aman agar tidak sampai merasa stres atau ketakutan. Sebaiknya sediakan tempat tidur yang hangat, bersih, dan jauh dari kebisingan berlebih agar ia pun bisa beristirahat dengan nyaman dan tenang.

Pastikan lingkungan rumah bebas dari benda-benda berbahaya, seperti kabel terbuka atau benda kecil yang mungkin mudah tertelan. Pengawasan yang baik bisa membantu mencegah risiko cedera, sekaligus membuat anak anjing jadi merasa lebih percaya diri di tempat barunya.

4. Pelatihan dasar dan sosialisasi

ilustrasi anak anjing (pexels.com/Caio)

Latihan dasar seperti mengenalkan nama, toilet training, dan perintah sederhana harus dilakukan sejak dini. Konsistensi dan pendekatan positif bisa membantu anak anjing agar selalu memahami aturan tanpa merasa tertekan.

Sosialisasi dengan manusia dan hewan lain tentu merupakan langkah penting untuk membentuk perilaku yang stabil dan tidak mudah agresif. Pengalaman positif di usia muda bisa membantu anak anjing agar selalu tumbuh menjadi anjing dewasa yang ramah dan mudah dalam beradaptasi.

Perawatan wajib bagi anak anjing yang baru diadopsi pada umumnya meliputi soal pemeriksaan kesehatan, pemenuhan nutrisi, dan penyediaan lingkungan yang aman. Selain itu, anak anjing juga memerlukan pelatihan dan sosialisasi sejak dini agar bisa beraktivitas dengan nyaman. Dengan perhatian dan komitmen yang konsisten, maka anak anjing bisa tumbuh dengan sehat dan bahagia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team