5 Rahasia Tersembunyi Tiram, Bisa Ganti Kelamin dan Mendengar

Sekilas, tiram mungkin terlihat seperti hewan kecil yang sederhana dan tak berdaya. Akan tetapi, jangan salah, pada zaman dulu, tiram telah dijadikan makanan favorit para raja di Eropa, lho.
Selain itu, kini tiram juga dipandang penting karena bisa membersihkan ekosistem laut yang kotor. Ditambah, tiram juga menyimpan banyak rahasia yang tak kita ketahui dan menakjubkan. Yuk, simak berikut ini!
1. Tiram bisa berganti jenis kelamin

Tiram dapat berganti jenis kelamin, setidaknya sekali dalam hidupnya. Dilansir All Things Nature, semua tiram saat lahir berkelamin jantan. Namun, saat menginjak usia 1 tahun, mereka akan beralih menjadi betina.
Organ reproduksi tiram mampu menghasilkan sel sperma dan sel telur. Mereka dapat membuahi telurnya sendiri dan menghasilkan keturunan secara mandiri. Setiap musimnya, tiram dapat menghasilkan 50 sampai 100 juta telur, lho!
2. Mereka ternyata bisa mendengar

Sekilas, tiram terlihat seperti organisme sederhana yang sulit dilihat organ-organnya, bahkan mereka tak tampak memiliki telinga. Padahal faktanya, tiram ternyata bisa mendengar, lho.
Dilansir Nautilus, tiram memang tidak memiliki organ pendengaran. Namun, mereka memiliki tentakel kecil di tepi mantel berdagingnya. Tentakel tersebut mampu merasakan cahaya, salinitas, suhu air, dan getaran. Berkat kemampuan merasa itu, mereka dapat mendengarkan kondisi lingkungan mereka.
Menariknya, tiram tidak merespons getaran dengan frekuensi tinggi. Namun, ia dapat merespons dengan peka getaran frekuensi rendah. Bahkan, suara yang dibuat oleh kapal, ledakan, dan turbin angin membuat tiram merasa berisik sehingga ia menutup cangkangnya.
3. Tiram kaya akan nutrisi dan memiliki berbagai macam rasa tergantung di mana mereka tinggal

Melihat sejarahnya, tiram telah menjadi makanan manusia sejak 164 ribu tahun yang lalu, lho. Banyak orang yang menyukai tiram karena teksturnya yang kenyal, khas, dan rasa yang segar.
Menariknya, dilansir A-Z Animals, rasa dari tiram sangat bergantung dari lingkungannya. Contohnya, tiram pantai timur memiliki daging yang lembut, sedangkan tiram pantai barat memiliki daging yang lebih creamy. Tiram pantai barat punya rasa yang sedikit asin, sedangkan tiram Pasifik memiliki rasa yang mirip seperti timun.
Terlepas dari rasanya, tiram adalah sumber mineral dan vitamin yang baik, khususnya vitamin B12. Mengonsumsi tiram akan berdampak baik terhadap kesehatan otak dan kemampuan mengingat.
4. Tiram bisa membuat lautan menjadi bersih

Sejak dulu, tiram terkenal akan jasanya untuk menjaga ekosistem laut tetap bersih dan jernih. Dilansir One Earth, satu individu dapat menjernihkan hingga 190 liter air per hari.
Saat tiram menyerap air ke insangnya, insang mereka akan menjebak nutrisi, polutan, dan ganggang. Akibatnya, air yang keluar dari tiram menjadi lebih bersih.
Salah satu polutan yang paling membahayakan ekosistem laut adalah nitrogen. Tiram membantu menghilangkan nitrogen dengan menyerapnya dan menjadikannya nutrisi untuk pertumbuhan cangkang mereka. Mereka juga menyaring polutan lain, mengonsumsinya, dan membuangnya menjadi kotoran kecil yang tidak berbahaya.
5. Kehadiran mereka membantu menyediakan habitat bagi spesies lainnya

Setelah melewati fase larva, tiram akan menempel ke permukaan padat seperti bebatuan atau tiram lain dan membentuk barisan terumbu. Terumbu dari tiram akan mengundang kehidupan lain seperti anemon laut dan teritip. Pada akhirnya, terumbu ini akan menjadi tempat pembibitan bagi ikan kecil dan udang.
Selain sebagai habitat, dilansir Vox, keberadaan tiram juga mengurangi kekuatan dari ombak besar sebesar 76 hingga 93 persen. Akibatnya, erosi pantai berkurang drastis, banjir terkendali, dan kerusakan daerah pesisir dapat diminimalkan.
Sejak lama, tiram sudah dikenal sebagai makanan yang penuh nutrisi. Kini, mereka juga dikenal sebagai pahlawan lingkungan yang dapat membersihkan laut dan mencegah perubahan iklim.



















