ilustrasi ular sedang beristirahat (unsplash.com/David Clode)
Bagi hewan, terutama mereka yang tinggal di alam liar, kelopak mata memiliki fungsi yang sangat penting. Selain berfungsi sebagai perlindungan dari benda asing, kelopak mata juga berfungsi untuk mencegah, menjebak, dan membersihkan kotoran yang dapat merusak mata. Namun, nyatanya tidak semua hewan memiliki organ penting ini. Adapun, ular jadi salah satunya. Dilansir A-Z Animals, meski tidak memiliki kelopak mata, bukan berarti mata ular tidak terlindungi sepenuhnya.
Sebagai ganti kelopak mata, ular memiliki sisik transparan yang dikenal dengan sebutan brille. Sama seperti kelopak mata, brille ini juga berfungsi untuk melindungi mata ular dari kotoran dan serpihan yang dapat berbahaya bagi mata mereka. Namun, karena bukan kelopak mata sungguhan, brille ini akan rontok saat ular berganti kulit dan berganti dengan yang baru. Menariknya, karena brille ini transparan, mata ular akan selalu terbuka, bahkan ketika mereka sedang tidur sekalipun.
Ular memang bukan hewan dengan penglihatan terbaik, tetapi bukan berarti kita bisa menyepelekan hewan satu ini. Tanpa mata yang tajam, kemampuan ular dalam menyerang dan melumpuhkan mangsa tetap menakutkan. Beberapa spesies ular bahkan bisa dengan mudah melumpuhkan orang dewasa hanya dengan satu gigitan kecil.
Apakah semua ular memiliki bentuk pupil mata yang sama? | Tidak. Bentuk pupil ular sangat bervariasi tergantung pada habitat dan waktu aktivitasnya. Ular nokturnal (aktif malam hari) seperti pit viper biasanya memiliki pupil vertikal seperti kucing untuk memaksimalkan masuknya cahaya. Sementara itu, ular diurnal (aktif siang hari) umumnya memiliki pupil bulat, dan beberapa ular pohon bahkan memiliki pupil horizontal untuk pandangan sferis yang lebih luas. |
Mengapa mata ular terkadang terlihat berwarna biru keruh atau buram? | Kondisi ini terjadi ketika ular bersiap untuk berganti kulit (shedding atau ecdysis). Cairan khusus akan terakumulasi di antara lapisan kulit lama dan kulit baru, termasuk di area sisik pelindung mata (brille). Proses ini membuat mata mereka tampak biru buram (disebut fase opaque), dan selama periode ini penglihatan ular akan sangat menurun. |
Apakah ular bisa menangis atau mengeluarkan air mata? | Ular sebenarnya menghasilkan air mata untuk menjaga kelembapan matanya. Namun, karena mereka tidak memiliki kelopak mata dan saluran air mata eksternal, air mata tersebut tidak menetes keluar. Air mata ular diproduksi di balik sisik pelindung (brille) dan disalurkan langsung ke ruang mulut melalui saluran khusus (nasolacrimal duct). |
Apakah ular bisa mengalami kebutaan total? | Ya. Ular bisa mengalami kebutaan akibat infeksi bakteri di balik brille, cedera fisik saat berburu, atau kegagalan pelepasan sisik mata saat berganti kulit (retained spectacles). Namun, berkat organ sensorik lain seperti lidah bercabang dan organ pit pendeteksi panas, ular yang buta masih bisa bertahan hidup dan berburu dengan cukup baik. |