Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus 2026, Ini Tips Mengamatinya!
ilustrasi hujan meteor Perseid (pexels.com/Miguel Saddi Vitorino)
  • Hujan meteor Perseid mencapai puncak pada 13 Agustus 2026, berpotensi menampilkan puluhan hingga ratusan meteor serta fireball dalam kondisi langit ideal.
  • Di Indonesia, Perseid dapat diamati sejak sekitar 00.13 WIB hingga 05.36 WIB; waktu sebelum fajar lebih ideal karena titik kemunculannya berada lebih tinggi.
  • Pengamatan optimal dilakukan di lokasi gelap dan terbuka, tanpa teleskop, sambil memberi mata waktu beradaptasi serta memilih posisi nyaman untuk melihat langit luas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hujan meteor Perseid akan mencapai puncak aktivitasnya pada 13 Agustus 2026. Fenomena ini menjadi salah satu hujan meteor yang paling dinantikan karena dapat menghadirkan puluhan hingga ratusan meteor dalam kondisi langit yang ideal. Perseid juga dikenal sering menghasilkan fireball atau bola api, yaitu meteor yang tampak sangat terang ketika memasuki atmosfer Bumi.

Dari Indonesia, fenomena langit ini bisa mulai diamati setelah lewat tengah malam hingga menjelang Matahari terbit. Langit yang cerah dan minim cahaya menjadi kondisi penting agar lebih banyak meteor dapat terlihat. Namun, sebelum melakukan pengamatan, berikut beberapa tips yang harus kamu kuasai sebelum berburu hujan meteor Perseid 13 Agustus 2026.

1. Cari tempat dengan langit yang gelap

ilustrasi tempat minim cahaya (pexels.com/Mengliu Di)

Untuk melihat lebih banyak meteor Perseid, pilih lokasi yang jauh dari lampu kota atau sumber cahaya buatan. Langit yang gelap membuat meteor yang cahayanya lebih redup tetap bisa terlihat oleh mata. NASA juga menyarankan mencari tempat dengan pandangan langit yang luas dan minim gangguan cahaya.

Kamu bisa memilih area terbuka seperti perbukitan, lapangan, atau tempat lain yang jauh dari permukiman padat. Hindari berdiri tepat di bawah lampu jalan atau dekat bangunan dengan pencahayaan terang. Setelah menemukan lokasi yang cukup gelap, beri waktu beberapa menit agar mata mulai terbiasa dengan kondisi malam. Semakin gelap lingkungan sekitar, semakin banyak meteor yang berpeluang kamu lihat.

2. Mulai pengamatan setelah tengah malam

ilustrasi mengamati hujan meteor (pexels.com/虎 曼)

Dari Indonesia, hujan meteor Perseid mulai bisa diamati sekitar pukul 00.13 WIB, yaitu ketika arah munculnya meteor berada di atas cakrawala. Meteor masih dapat diamati hingga menjelang fajar sekitar pukul 05.36 WIB. Meski puncak aktivitas Perseid diperkirakan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, waktu tersebut sudah setelah Matahari terbit.

Oleh sebab itu, waktu yang lebih ideal untuk mengamati Perseid adalah sesaat sebelum fajar. Pada waktu tersebut, titik munculnya meteor berada lebih tinggi di langit sehingga peluang melihat meteor juga lebih besar. Jadi, kalau ingin berburu Perseid, siapkan diri untuk mengamati langit sejak lewat tengah malam hingga sebelum Matahari terbit.

3. Beri waktu mata untuk beradaptasi

ilustrasi memotret hujan meteor (pexels.com/Thirdman)

Saat tiba di lokasi pengamatan, jangan langsung berharap bisa melihat banyak meteor. Mata membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi langit yang gelap. Karena itu, hindari menatap lampu terang atau layar ponsel terlalu sering selama mengamati.

Jika perlu menggunakan ponsel, turunkan tingkat kecerahan layarnya agar mata tidak kembali terbiasa dengan cahaya terang. Setelah mata beradaptasi, kamu akan lebih mudah menangkap meteor yang cahayanya redup dan melintas singkat. Jadi, tetaplah santai dan beri waktu pada mata untuk menyesuaikan.

4. Tak perlu teleskop untuk melihat Perseid

ilustrasi teleskop (pexels.com/Jul L. G.)

Kamu tidak membutuhkan teleskop untuk menikmati hujan meteor Perseid. Meteor bisa muncul di berbagai bagian langit sehingga mata telanjang justru lebih praktis untuk mengamati fenomena ini. Teleskop memiliki bidang pandang yang lebih sempit, sementara meteor dapat melintas dengan cepat di area langit yang luas.

Cukup cari tempat dengan langit gelap dan pandangan yang tidak terhalang bangunan atau pepohonan. Kamu juga tidak perlu terus-menerus mengarahkan pandangan ke satu titik karena meteor bisa muncul dari berbagai arah. Dengan kondisi pengamatan yang tepat, kamu bisa menikmati Perseid hanya dengan menatap langit malam.

5. Berbaring dan arahkan pandangan ke langit yang luas

ilustrasi hujan meteor Perseid (pexels.com/ARMAN ALCORDO JR.)

Pilih posisi yang nyaman, seperti berbaring atau bersandar, agar kamu bisa menatap langit dalam waktu lama tanpa cepat pegal. Arahkan pandangan ke area langit yang luas dan jangan terpaku pada satu titik karena meteor dapat melintas di berbagai bagian langit. Dengan posisi yang nyaman, kamu bisa lebih santai menunggu kilatan Perseid muncul.

Hujan meteor Perseid bisa menjadi pengalaman menarik untuk menikmati langit malam tanpa peralatan khusus. Dengan lokasi yang gelap, waktu pengamatan yang tepat, dan kondisi langit yang cerah, peluang melihat meteor akan lebih besar. So, sudah siap berburu Perseid pada 13 Agustus 2026?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article