Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Di Mana Titik Paling Sunyi di Seluruh Tata Surya?

Di Mana Titik Paling Sunyi di Seluruh Tata Surya?
ilustrasi Tata Surya (commons.wikimedia.org/NASA/JPL)
Intinya Sih
  • Luar angkasa tidak benar-benar sunyi karena dipenuhi partikel bermuatan, gelombang energi, dan tarikan gravitasi yang terus bergerak di seluruh Tata Surya.
  • Titik Lagrange menjadi lokasi stabil bagi teleskop seperti James Webb, namun belum sepenuhnya tenang karena masih terpengaruh partikel dan energi dari Matahari.
  • Awan Oort di tepi terluar Tata Surya disebut wilayah paling sunyi, hampir tanpa partikel, gravitasi lemah, dan jauh dari pengaruh Matahari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Waktu kita bilang luar angkasa itu sunyi, sebetulnya pernyataan kita itu cuma setengah benar. Memang tidak ada suara di sana, tapi luar angkasa penuh dengan hal-hal tak kasat mata yang terus bergerak ke mana-mana.

Ada partikel kecil yang meluncur dari Matahari, ada gelombang energi yang menyebar ke segala arah, ada tarikan gravitasi yang memengaruhi segalanya. Yuk simak penjelasan mengenai titik paling sunyi di seluruh Tata Surya yang sudah terangkum dalam artikel ini!

1. Luar angkasa sebenarnya sangat ramai, hanya tidak terlihat

ilustrasi luar angkasa
ilustrasi luar angkasa (commons.wikimedia.org/Scott Kelly)

Bayangkan Matahari seperti kipas angin raksasa yang terus menyemburkan angin ke segala penjuru ruangan. Bedanya, yang disemburkan bukan udara, melainkan partikel-partikel sangat kecil yang bermuatan listrik. Partikel ini tidak kelihatan, tidak terasa, tapi terus mengalir tanpa henti ke seluruh Tata Surya dengan kecepatan sekitar 400 hingga 800 kilometer per detik.

Di atas itu, Matahari juga memancarkan energi dalam bentuk gelombang, sama seperti sinyal WiFi yang tidak kelihatan tapi tetap ada di sekitar kita. Gelombang ini menjangkau seluruh Tata Surya dan bahkan menembus jauh ke luar. Ditambah lagi gravitasi dari setiap planet yang menarik benda-benda di sekitarnya. Semua ini yang membuat luar angkasa sebenarnya jauh dari kata sunyi, meski tidak ada satu pun suara di sana.

2. Ada lima titik di Tata Surya yang gravitasinya saling membatalkan

ilustrasi luar angkasa
ilustrasi luar angkasa (commons.wikimedia.org/Scott Kelly)

Setiap benda besar di luar angkasa punya gaya tarik gravitasi. Bumi menarik Bulan, Matahari menarik Bumi, dan seterusnya. Tapi ada titik-titik tertentu di mana tarikan gravitasi dari dua benda besar saling berhadapan dan saling membatalkan satu sama lain, sehingga benda yang berada tepat di titik itu tidak tertarik ke mana-mana.

Titik-titik ini ada lima dan disebut titik Lagrange. Salah satunya, yaitu yang diberi nomor dua, berada sekitar 1,5 juta kilometer di sisi gelap Bumi, tepat di belakang Bumi jika dilihat dari Matahari. Di titik inilah Teleskop James Webb ditempatkan. Teleskop itu dipilihkan lokasi tersebut karena di sana gravitasi stabil, gangguan dari cahaya dan panas Matahari sangat minim, dan kondisinya cukup tenang untuk melakukan pengamatan bintang yang sangat presisi. Tapi titik ini belum yang paling sunyi, karena masih cukup dekat dengan Matahari dan masih terkena semburan partikelnya.

3. Matahari punya batas wilayah, dan di luar batas itu jauh lebih sepi

ilustrasi semburan partikel Matahari
ilustrasi semburan partikel Matahari (commons.wikimedia.org/Dylan O'Donnell)

Semburan partikel dari Matahari tidak meluas selamanya. Ada titik di mana partikel-partikel itu kehabisan energi dan berhenti, seperti angin yang makin melemah semakin jauh dari sumbernya. Batas di mana partikel Matahari akhirnya berhenti total disebut heliopause, dan wilayah di dalam batas itu disebut heliosfer.

Heliosfer ini sangat besar. Jarak dari Matahari ke batasnya sekitar 18 hingga 23 miliar kilometer, atau sekitar 120 kali jarak Bumi ke Matahari. Di luar batas itu, pengaruh Matahari praktis nol. Tidak ada lagi partikel yang mengalir dari Matahari, tidak ada lagi medan magnet yang cukup kuat, dan kepadatan materi di sana sangat tipis. Wahana antariksa Voyager 1 milik NASA sudah melewati batas ini sejak 2012 dan mulai mengirimkan data dari wilayah yang jauh lebih sepi dari mana pun di dalam Tata Surya.

4. Di luar Neptunus ada kawasan sangat dingin dan nyaris kosong

ilustrasi Neptunus
ilustrasi Neptunus (commons.wikimedia.org/Kelvinsong)

Setelah Neptunus, planet terjauh di Tata Surya kita, ada kawasan besar berisi bongkahan-bongkahan es dan bebatuan yang melayang-layang dalam jarak sangat berjauhan satu sama lain. Kawasan ini disebut Sabuk Kuiper. Pluto, yang dulu dianggap planet, tinggal di kawasan ini.

Di antara bongkahan-bongkahan itu, ruangnya nyaris kosong. Kalau kamu berdiri di salah satu titik di Sabuk Kuiper dan melihat ke sekeliling, kamu tidak akan melihat apa-apa selain kegelapan dan Matahari yang tampak seperti bintang biasa, sangat kecil dan redup. Suhu di sana mencapai minus 220 derajat Celsius, hampir sedingin yang bisa dicapai di alam semesta. Partikel dari Matahari sudah sangat lemah di sini, medan energinya sangat tipis, dan kepadatan materinya jauh lebih rendah dibanding wilayah dalam Tata Surya tempat Bumi berada.

5. Awan Oort menjadi wilayah paling sunyi yang masih milik Tata Surya

ilustrasi awan Oort
ilustrasi awan Oort (commons.wikimedia.org/Jedimaster)

Jauh di luar Sabuk Kuiper, ada wilayah yang bahkan belum pernah dilihat langsung oleh manusia. Wilayah ini berbentuk seperti cangkang bola raksasa yang mengelilingi seluruh Tata Surya dari semua sisi. Namanya Awan Oort, diambil dari nama astronom Belanda yang pertama kali memperhitungkan keberadaannya pada 1950 berdasarkan lintasan komet-komet yang datang dari arah yang tidak bisa dijelaskan dengan cara lain.

Jarak Awan Oort dari Matahari sangat ekstrem. Bagian terluarnya diperkirakan hampir dua tahun cahaya dari Matahari, artinya butuh dua tahun bagi cahaya untuk menempuh jarak itu. Di sana, gravitasi Matahari hampir tidak terasa, partikel yang dipancarkan Matahari tidak sampai, dan kepadatan materi mendekati nol mutlak. Tidak ada planet, tidak ada aktivitas, tidak ada gangguan dari mana pun. Kalau ada satu titik di Tata Surya yang layak disebut paling sunyi secara ilmiah, jawabannya ada di tepi terluar Awan Oort, di mana satu-satunya hal yang tersisa hanyalah kegelapan dan keheningan yang hampir sempurna.

Semakin jauh dari Matahari, semakin sedikit energi, partikel, dan gravitasi yang menjangkau suatu tempat. Kesunyian kosmik itu bukan sesuatu yang bisa didengar, tapi bisa diukur dengan sangat presisi. Dan ternyata titik paling sunyi di seluruh Tata Surya justru berada di lokasi paling jauh dari satu-satunya sumber kehidupan yang kita kenali.

Referensi

"What is the quietest natural location on the surface of the planet?" Science Focus. Diakses pada April 2026

"Moon group pushes for protection of ultraquiet lunar far side." Space. Diakses pada April 2026

"The Quietest Place On Earth Has An Ambient Sound Level Of Minus 24.9 Decibels." IFL Science. Diakses pada April 2026

"Discover the planet’s last few ‘naturally quiet’ places." National Geographic. Diakses pada April 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Related Articles

See More