Secara teori, hidup hingga 200 tahun mungkin saja terjadi jika suatu hari nanti manusia berhasil mengatasi proses penuaan pada tingkat sel. Namun, berdasarkan pengetahuan dan teknologi yang tersedia saat ini, usia 200 tahun masih berada di luar jangkauan.
Konsensus ilmiah saat ini menempatkan batas usia manusia di kisaran 120 hingga 150 tahun. Tanpa terobosan revolusioner yang mampu menghentikan penuaan biologis, hidup selama dua abad masih lebih dekat ke dunia fiksi daripada kenyataan.
Daripada berfokus pada angka usia yang fantastis, para ilmuwan lebih menaruh perhatian pada cara memperpanjang masa hidup sehat. Dengan pola makan yang baik, olahraga teratur, tidur cukup, dan kemajuan medis yang terus berkembang, peluang untuk hidup lebih lama dan tetap sehat di usia lanjut menjadi tujuan yang jauh lebih realistis daripada mencapai usia 200 tahun.
Referensi
Blagosklonny, M. V. (2021). No limit to maximal lifespan in humans: how to beat a 122-year-old record. Oncoscience, 8, 110–119. https://doi.org/10.18632/oncoscience.547
Crow, J. M. (2025). Could humans live to 150? Why some researchers think we’re on the cusp of a major longevity breakthrough. Nature, 647(8089), S2–S5. https://doi.org/10.1038/d41586-025-03524-4
Dong, X., Milholland, B., & Vijg, J. (2016). Evidence for a limit to human lifespan. Nature, 538(7624), 257–259. https://doi.org/10.1038/nature19793
NDTV. Diakses pada Juni 2026. Humans Could Live Up To 200 Years, And The Secret May Lie In Whales: Study
Scientific American. Diakses pada Juni 2026. How Old Can Humans Get?
Scientific American. Diakses pada Juni 2026. Humans Could Live up to 150 Years, New Research Suggests