Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Banyak Gedung Menggunakan Kaca Biru? Bukan Sekadar Estetika!
ilustrasi gedung (unsplash.com/Nikolai Lehmann)
  • Tampilan biru pada fasad gedung sering berasal dari pantulan langit pada kaca reflektif, sementara lapisan low-e juga dapat meningkatkan pantulan sekaligus mengatur perpindahan panas.
  • Kaca berlapis atau bertint membantu mengurangi panas inframerah dan silau matahari, sehingga kenyamanan ruang meningkat serta beban pendingin udara berpotensi lebih ringan.
  • Perlindungan UV pada kaca membantu menjaga interior dari pemudaran, sedangkan sifat reflektifnya pernah dipilih karena pertimbangan biaya dan kotoran yang lebih tidak mencolok.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Coba perhatikan gedung-gedung tinggi di kawasan perkotaan. Di antara beton dan baja, ada satu hal yang cukup mencolok: banyak gedung memiliki dinding kaca yang tampak biru. Menariknya, warna tersebut ternyata bukan sekadar pilihan desain agar gedung terlihat modern.

Kaca biru pada gedung bisa muncul karena beberapa alasan, mulai dari pantulan langit, kemampuan mengurangi panas matahari, hingga pertimbangan estetika. Jadi, di balik tampilannya yang mengilap, ada fungsi teknis yang membuat jenis kaca ini banyak digunakan dalam arsitektur modern. Mari, kita bahas lebih lanjut seputar mengapa banyak gedung menggunakan kaca biru!

1. Sebenarnya, kacanya tidak selalu berwarna biru

ilustrasi gedung (unsplash.com/Eduardo Rodriguez)

Salah satu alasan paling sederhana mengapa gedung tampak biru adalah karena kacanya memantulkan warna langit. Kaca pada gedung modern umumnya dibuat cukup reflektif. Ketika permukaannya menghadap ke langit, warna biru dari langit ikut dipantulkan sehingga seluruh fasad gedung terlihat kebiruan. Efek ini semakin jelas ketika cuaca cerah dan langit berwarna biru terang.

Beberapa jenis kaca juga memiliki lapisan khusus, seperti lapisan low-emissivity atau low-e. Lapisan yang sangat tipis ini dirancang untuk mengatur perpindahan panas sekaligus tetap memungkinkan cahaya tampak masuk ke dalam bangunan. Dalam prosesnya, lapisan tersebut juga dapat membuat kaca memantulkan lebih banyak cahaya dari lingkungan di sekitarnya. Jadi, kalau sebuah gedung terlihat seperti berwarna biru, belum tentu seluruh kacanya benar-benar dicat atau diberi warna biru.

2. Membantu mengurangi panas dari matahari

ilustrasi gedung (unsplash.com/Nikolai Lehmann)

Selain membuat gedung terlihat menarik, kaca berlapis atau berwarna tertentu juga dapat membantu mengendalikan panas yang masuk ke dalam bangunan. Sinar matahari membawa energi dalam berbagai panjang gelombang, termasuk radiasi inframerah yang berkontribusi terhadap panas. Kaca dengan lapisan atau karakteristik tertentu dapat mengurangi sebagian energi tersebut sebelum masuk ke ruangan. Efeknya cukup terasa pada gedung dengan banyak jendela. Semakin sedikit panas yang masuk, semakin ringan pula beban sistem pendingin udara untuk menjaga suhu ruangan tetap nyaman.

Pada bangunan besar, pengendalian panas seperti ini dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Namun, bukan berarti semua kaca biru otomatis lebih hemat energi. Kinerja kaca tetap bergantung pada jenis kaca, lapisan, orientasi gedung, iklim, dan desain keseluruhan bangunan.

3. Mengurangi silau dari cahaya matahari

ilustrasi gedung (unsplash.com/Edgar)

Bayangkan bekerja di depan komputer dengan sinar matahari langsung masuk dari jendela. Layar bisa sulit dilihat, mata cepat lelah, dan ruangan terasa terlalu terang. Kaca dengan lapisan atau tint tertentu dapat membantu mengurangi intensitas cahaya yang masuk sehingga silau menjadi lebih terkendali. Ini menjadi salah satu pertimbangan penting pada gedung perkantoran yang memiliki banyak jendela dan digunakan untuk bekerja di depan layar sepanjang hari. Dengan begitu, cahaya alami tetap bisa dimanfaatkan tanpa membuat ruangan terasa terlalu menyilaukan.

4. Melindungi isi gedung dari sinar UV

ilustrasi gedung (unsplash.com/Declan Sun)

Paparan sinar ultraviolet bukan hanya berdampak pada kulit. Dalam jangka panjang, sinar UV juga dapat membuat warna kain, karpet, furnitur, lantai, hingga karya seni memudar. Jenis kaca dengan perlindungan UV dapat mengurangi jumlah radiasi ultraviolet yang masuk ke dalam ruangan. Perlindungan ini membantu menjaga berbagai benda di dalam gedung agar tidak cepat mengalami perubahan warna atau kerusakan akibat paparan sinar matahari. Karena itu, kaca pada gedung bukan hanya berfungsi sebagai jendela, tetapi juga dapat menjadi bagian dari perlindungan interior.

5. Dulu juga dipengaruhi faktor biaya dan perawatan

ilustrasi gedung (unsplash.com/Dimitris Asproloupos)

Popularitas kaca biru tidak hanya berkaitan dengan desain dan teknologi. Pada periode tertentu, jenis kaca berwarna atau berlapis juga menjadi pilihan yang cukup praktis dan ekonomis dibandingkan beberapa alternatif kaca lainnya. Permukaannya yang reflektif juga dapat membuat kotoran tertentu tidak terlalu mencolok dibandingkan kaca yang sangat bening. Hal ini menjadi pertimbangan tersendiri untuk bangunan besar yang membutuhkan pembersihan kaca secara rutin. Meski teknologi kaca terus berkembang dan pilihan material saat ini jauh lebih beragam, penggunaan kaca bernuansa biru tetap bertahan karena berhasil menggabungkan fungsi dan penampilan.

Jadi, kalau lain kali melihat gedung dengan kaca berwarna biru, coba perhatikan lagi. Warna yang tampak sederhana itu ternyata merupakan hasil perpaduan antara fungsi, teknologi, dan desain yang membuat sebuah bangunan tidak hanya terlihat modern, tetapi juga lebih nyaman digunakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article